Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Rabu, 14 Januari 2015

Menyatakan Cinta, Mengapa Tidak?

Rabu, 14 Januari 2015
Bukan, postingan ini bukan postingan menye-menye tentang kisah percintaan saya yang amburadul layaknya sinetron kejar tayang. So, bagi para pengunjung yang haus akan sebuah roman picisan, postingan ini tak akan mengobati rasa dahaga yang mendera.

Lantas apa hubungannya dengan Merajut Cinta?

Begini.... Menyoal cinta, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk merajut dan mengabadikannya. Karena sejatinya cinta ada di setiap detil lajur hidup. Ia dapat menjelma dalam tulisan, lukisan, lagu, melodi, tarian, masakan, bahkan gerakan melempar saat bermain basket. Oleh karena itu rasa cinta kepada sesuatu atau seseorang tak melulu kudu diungkapkan dengan kata-kata atau kontak fisik yang semu.

"Aku saiang kamoh bebh"
"Kamoh adalah mutiara hatiku, mutiara paling berkilau yang ada di dunia ini hingga pancaran sinarnya membuat para berlian merajuk cemburu"

Em.... Em... Agak basi.

Mau mengungkapkan rasa cinta? Tak perlu kok dengan meneriakkan kata-kata pujian di depan umum. Apalagi sampai pake megaphone.
Klik untuk membaca lanjutannya

1 komentar

Sabtu, 28 Juni 2014

[Bukan] Jodohku

Sabtu, 28 Juni 2014


Kamu berdiri di sana mengenakan gaun yang sejak dulu kau impikan: gaun pengantin putih dengan sulaman mawar merah muda lembut di setiap jengkalnya dan untaian mawar sugguhan di pucuk kepalamu. Kamu tersenyum padaku. Cantik. Tapi aku bisa menangkap luka yang terpancar melalui bola matamu.

Kutangkap dengan jelas apa kata hatimu.  “Aku mencintaimu.”

Aku sangsi. Benarkah? 
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Jumat, 27 Juni 2014

Resensi Buku: Undakan Menjerit (The Screaming Staircase)

Jumat, 27 Juni 2014

@pdini

Judul asli: Loockwood & Co., TheScreaming Staircase
Penulis: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Desain Sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Januari 2014
Tebal: 424 halaman





Loockwood& Co. adalah satu-satunya agensi pemberantas hantu yang menerima Lucy Carlyle. Sebagai agensi paling kecil dan kere, Loockwood & Co. hanya beranggotakan tiga orang remaja, yakni Anthony Lockwood, George Cubbins, dan terakhir Lucy sendiri. 

Sosok Lockwood yang enerjik, berwibawa, penuh semangat, dan misterius segera menarik perhatian si karyawan baru, Lucy. Sedang George yang piawai dalam melakukan riset? Lucy justru menganggapnya setampan kaleng margarin yang baru dibuka dan sekarismatik lap basah yang teronggok di lantai.

Bersetting di London, Screaming Staircase bercerita mengenai wabah hantu yang telah menjangiti Inggris selama lebih dari lima puluh tahun. Ya, tugas Lucy dan kawan-kawan ialah untuk membasmi hantu-hantu tersebut yang merupakan pekerjaan prestis di masa itu.
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 22 Mei 2014

Tanpa Jual Rokok, Swalayan Pamella Hidupi Lebih dari 500 Karyawan

Kamis, 22 Mei 2014
Yogyakarta, Sejak tahun 2003, jaringan Pamella Swalayan tidak lagi menjual rokok di delapan supermarketnya. Meski memegang teguh komitmen sehatnya tersebut, jaringan swalayan di Yogyakarta ini masih sanggup menghidupi lebih dari 500 karyawan.

Keputusan untuk tak menjual rokok bermula ketika Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan Supermarket, memperhatikan peringatan bahaya rokok yang terpampang pada iklan-iklan rokok. Ia kemudian semakin yakin lantaran buah hatinya terus mendesak agar dirinya berhenti menjual rokok.
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 08 Mei 2014

Wolbachia, si Bakteri yang Bisa Lumpuhkan Virus Demam Berdarah

Kamis, 08 Mei 2014

Yogyakarta, Para peneliti sedang mencanangkan metode baru yang digadang lebih efektif dalam memberantas demam berdarah, yakni dengan langsung menyerang virus sumbernya. Cara tersebut ditempuh dengan memanfaatkan karakteristik bakteri Wolbachia. Apa itu?

Wolbachia merupakan bakteri tidak berbahaya yang hidup sebagai parasit pada tubuh hewan artropoda. Bakteri ini ditemukan pada 70% serangga seperti ngengat, lalat buah, kupu-kupu, capung, maupun kumbang. Wolbachia juga ditemukan hidup di Aedes albopictus, kerabat dari Aedes aegypti si nyamuk penyebab demam berdarah. 
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Jumat, 04 April 2014

Kisah Lara PSK Cilik di Fortaleza, Kota Tuan Rumah Piala Dunia

Jumat, 04 April 2014
Jawaban.com
Sebanyak 600.000 pengunjung asing diperkirakan akan menyemarakkan ajang akbar Piala Dunia 2014 di Brasil. Jumlah itu belum termasuk tiga juta warga Brasil yang merupakan penggemar bola. Di balik perhelatan besar itu, terselip sekelumit kisah lara dari anak-anak pekerja seks.

"Patut disayangkan, beberapa orang menggunakan kesempatan ini untuk melakukan eksploitasi seksual pada anak-anak. Padahal, membayar siapapun yang berusia 17 tahun ke bawah merupakan tindakan ilegal," ujar Gary Lineker, pesepak bola asal Inggris.

Fortaleza, salah satu kota tempat Piala Dunia akan dilangsungkan, diduga akan menjadi lokasi pariwisata seks anak.

Bruna, misalnya. Bocah itu usianya baru 12 tahun ketika pertama kali mencicipi kehidupan pelacuran di jalanan. Kata bocah itu, awalnya ia tidak ingin terlibat pelacuran. Namun kemudian pengaruh kokain memaksanya untuk terjun ke dunia kelam itu. 
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Selasa, 09 Juli 2013

Hewan-Hewan Peliharaan Ekstrem dan Unik untuk Anak Kost

Selasa, 09 Juli 2013
Sebagai anak kos yang merupakan penyayang hewan, pasti akan terasa sepi jika tidak ada hewan peliharaan di kamar kos. Rasanya, ada yang kurang tanpa gerak-gerik kehidupan mereka. Kalau sudah ngebet, meski terdapat seribu satu halangan dan rintangan, para penyayang hewan akan tetap bersikukuh memelhara hewan di kamar kos yang luasnya tidak seberapa.
Namun terkadang kita merasa bosan dengan hewan peliharaan di kos yang itu-itu saja. Kucing, anak anjing, ikan hias, hamster, atau sugar glider. Memang sih, mereka tampak menggemaskan. Tapi, karena banyak orang yang memeliharanya jadi terasa biasa saja.

Bagi yang menyukai peliharaan yang unik, ekstrem, dan berbeda, ini dia daftar hewan yang direkomendasikan untuk dipelihara.
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Jenis dan Karakter Hamster

Setelah membaca mengenai peliharaan apa saja yang cocok dipelihara anak kos—antara lain ikan, kura-kura, hamster, sugar glider, tupai, dan landak mini—mungkin ada beberapa pembaca yang tertarik untuk memelihara hamster. Memang sih, hamster  adalah salah satu hewan yang berparas imut, lucu, menggemaskan, dan tidak susah untuk dipelihara. Kehiperaktifan dan kelucuan tingkah hamster juga menjadikannya sebagai hewan yang tidak membosakan untuk diamati atau diajak bercengkrama. 

Nah, kali ini saya akan membahas mengenai jenis-jenis hamster yang ada di Indonesia. Karena sebenarnya ada lebih banyak lagi jenis hamster di dunia, namun hanya beberapa saja yang ada di Indonesia.

Sebelum memutuskan untuk membeli hamster, sebaiknya kita mengenal lebih dalam jenis-jenis hamster agar dapat memilih dengan tepat hamster jenis apa yang kamu inginkan.
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 04 Juli 2013

Rekomendasi Peliharaan untuk Anak Kost

Kamis, 04 Juli 2013
Sering merasa jenuh di kos? Atau merasa kesepian?

Hidup seorang diri di kamar kos tanah rantau terkadang dapat melahirkan rasa sunyi dalam jiwa seseorang. Kala sedang seorang diri di kamar kos dan tidak ada siapa pun, pasti seringkali terbayang hangatnya suasana rumah. Ayah dan Ibu yang selalu ada untuk menyayangi, kakak atau adik yang jahil tapi bikin kangen, atau Nenek yang bermata teduh.

Kala kesepian melanda, kita butuh teman untuk mengisi kembali kebahagiaan hidup yang terkikis rasa sepi. Kalau teman-teman kuliah kita tidak sibuk, sekadar makan atau jalan-jalan bersama pun dapat memberikan rasa bahagian tersendiri. Tapi jika teman-teman kita mempunyai kegiatan masing-masing?

Nah... Kita butuh sesuatu sebagai pelampiasan dari rasa sepi itu. Sebagai makhluk sosial, manusia sebenarnya tidak hanya dapat bergaul dengan sesama manusia. Manusia juga dapat bergaul dengan makhluk hidup yang lain, salah satunya hewan. Jadi, bagi kamu yang sering merasa kesepian di kos, memelihara hewan dapat menciptakan kesenangan juga sebagai sarana menyalurkan hobi. Sambil iseng-iseng jika hewan yang dipelihara sukses beranak pinak, bisa juga dijadikan sebagai bisnis :D

Lantas, apa saja hewan yang dapat dijadikan sebagai rekan di kamar kos? Ini dia beberapa peliharaan yang cocok untuk  anak kos.
Klik untuk membaca lanjutannya

22 komentar

Minggu, 02 Juni 2013

Kiat Beorganisasi, Rasa Nyaman dalam Kekeluargaan

Minggu, 02 Juni 2013
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan, bertemakan komunitas ideal.

Mungkin bagi sebagian besar orang, organisasi adalah suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama. Mungkin, bagi sebagian yang lain, organisasi adalah wahana untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan diri. Namun bagi saya, organisasi memiliki makna lebih dari itu.

Sejak SD saya suka mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah. Berbagai macam klub saya ikuti. Mulai dari klub menjahit, klub tae kwon do, hingga klub berenang. Menginjak SMP, saya juga mulai senang berorganisasi. Saya masuk tim mading, tim buletin sekolah, English Speaking Club, dan aktif mengikuti kegiatan Pramuka hingga event-event eksternal. Saya juga menjadi pengurus inti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan pengurus inti Rohis. Apa yang saya cari dari organisasi sebanyak itu? Teman, pengalaman, dan pengetahuan.

Menginjak SMA, saya juga aktif di beberapa organisasi. Saya menjadi pengurus MPK (Majelis Perwakilah Kelas), PMR (Palang Merah Remaja), dan Dewan Ambalan (Pengurus Pramuka). Pada masa SMA itulah, saya menemukan apa yang saya cari dari sebuah organisasi. Pengembangan diri, pengalaman yang berjibun, teman seambreg, pengetahuan keorganisasian yang semakin handal, itu hal yang biasa dari sebuah organisasi. Lantas apa yang saya cari?
Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

Sabtu, 01 Juni 2013

Simeut, Kemana Engkau Pergi?

Sabtu, 01 Juni 2013
sumber foto: http://www.kidnesia.com

“Fa... Ameng yu, urang ngadu simeut!”*

“Fa... Ngala kersen yuu...”**

Seruan-seruan itu masih jelas terngiang di benak saya. Ya, meski belasan tahun telah berlalu sejak masa itu, kenangan manis semasa kecil di Kota Cimahi tak akan pernah pudar dari benak ini. Kenangan tentang masa itu adalah kenangan yang terasa gegap gempita meski saat itu belum ada  penerangan kota yang besarnya ribuan megawatt. Bukan fasilitas modern  yang membuat kenangan masa kecil itu terasa sangat gemerlap, namun keceriaan kala bermain bersama kawan-kawan.

Dulu, masih banyak tanah lapang di Kota Cimahi. Kami biasa menggunakan tanah lapang itu untuk bermain apa saja. Bermain lompat tali, bermain galah, kelereng, mencari simeut alias belalang, masak-masakan, atau bermain cublek-cublek suweng. Tentu saja, yang paling seru adalah mencari simeut dan kemudian mengadunya. Saya dan teman-teman akan bersorak menyoraki simeut yang dijagokan. Puas bermain, jika rasa lapar menggigit perut, kami pun berlarian memburu Amang-amang penjual jajanan khas sunda.  Mulai cimol, cilok, basreng, cireng, ataupun siomay bisa kami babat habis semua.

Sayang, seiring perkembangan Kota Cimahi, semakin sedikit tanah lapang yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Tanah-tanah lapang itu telah berubah menjadi swalayan atau komplek perumahan. Di satu sisi, KotaCimahi semakin berkembang dan maju. Namun, di sisi lain, anak-anak Cimahi kehilangan lahan bermainnya.


"Sang Simeut"
sumber foto: http://su.wikipedia.org/wiki/Simeut
Kini, lapangan hijau temat kami bermain— yang juga menjadi rumah tinggal simeut—semakin berkurang. Pun simeut yang dulu biasa kami adu. Kemana mereka pergi? Ah, rupanya karena ruang hidup mereka semakin menipis mereka memutuskan untuk pergi entah kemana. Bukan tidak mungkin, kelak anak cucu tak lagi mengenal simeut

****

Pernah berkunjung ke Kota Cimahi?
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 30 Mei 2013

Mereka Ada di Mana-Mana

Kamis, 30 Mei 2013

Pukul tiga lebih sepuluh menit. Gadis di hadapanku masih terdiam membisu, bibirnya bergerak-gerak kaku seperti orang gagu. Sepertinya ia hendak mengatakan sesuatu. Namun segala yang ingin diucapkannya tak juga keluar, bibirnya enggan mematuhi titah sanubarinya. Bumi menghormati gadis itu, ia pun berhenti berputar. Awan-awan dan beburungan yang sedari tadi meramaikan suasana taman kini tiba-tiba saja menghilang. Kata angin, kekalutan gadis itu membuat mereka enggan mengepak mengangkasa.

Si Gadis yang Sedang Menunggu
sumber: mwwallpaper.com
Pukul tiga lebih tiga puluh menit. Gadis anggun yang duduk di bangku taman itu masih terdiam membisu. Rona merah yang tadi menghiasi pipinya berubah memuda dan kian memudar. Masih hening. Rupanya sedari tadi bumi masih terdiam mengikuti gadis itu. Keheningan yang memilukan sum-sum tulang, hanya ada desah tertahan.

Pukul tiga lebih empat puluh lima menit. Gadis itu masih terdiam membisu bak orang gagu. Kini tangannya bergerak-gerak kecil mengusir bulir-bulir kegelisahan yang beterbangan menghampiri. Tak ada suara meski berulang kali ia kusapa. Hanya matanya yang berusaha mengucap sebuah kata, entah apa.

Pukul empat, sudah satu jam. Taman kota masih menyenandungkan elegi kesunyian. Sepertinya bumi masih enggan berputar. Ah, tanpa kusangka anak sungai  membajiri pipi pualam gadis itu.

“Hei, kamu kenapa?” tanyaku spontan, tidak sabar dengan ketidakacuhan dan kediamannya. “ada yang bisa kubantu? Maaf, bukan bermaksud ikut campur, tapi turasa kekalutan tak pantas menjadikan auramu kelabu. Kau tahu, Tuhan tidak pernah menciptakan masalah tanpa jalan keluar,”

Tiba-tiba gadis itu menoleh. Perlahan. Masih dengan bola mata yang gemerlap basah karena basuhan air mata. “Aku berjanji untuk bertemu kekasihku di Taman Kota Sebelah. Tapi aku tersesat dan akhirnya tiba di taman kota ini. Aku telah menunggu berjam-jam hingga mentari yang tadinya tepat di ubun-ubun berpindah ke sebelah Barat. Namun ia tak kunjung datang menemuiku.” cerita gadis itu panjang lebar.

“Lantas mengapa tak kau beri tahu kekasihmu itu untuk menemuimu di taman ini?”

Pulsaku habis. Aku belum mengenal kota ini hingga ke sudut-sudutnya. Aku tak bisa menghubungi kekasihku.”

Dan tiba-tiba bumi memutuskan untuk kembali berotasi. Pepohonan dan bangku taman terlihat miring. “Gubrak!” Aku terjatuh. Tak tahukah gadis itu? Aku adalah seorang penjual pulsa.
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

OGB: Kualitas Tetap Memukau, Harga Lebih Terjangkau

Saat ini taraf kesehatan masyarakat Indonesia masih rendah. Hal tersebut dinyatakan oleh James Riandy, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) Indonesia bidang pendidikan dan kesehatan sebagaimana dilansir dari laman Republika Online (29/05/13).


Fasilitas Kesehatan Masih Mahal?
 Fasilitas kesehatan super canggih memang telah tersedia di beberapa rumah sakit besar di Indonesia. Namun karena biaya yang mahal, fasilitas tersebut hanya dapat diakses oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Realita tersebut membuktikan bahwa terjadi kesenjangan status kesehatan antartingkat sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Apakah kesehatan hanya menjadi hak masyarakat yang memiliki status sosial ekonomi menegah ke atas? Padahal masih banyak penduduk miskin di Indoneisa. Pada tahun 2012 jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 29,13 juta jiwa.

Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Hal tersebut termaktub dalam pasal 28H serta pasal 34 ayat (3) yang berbunyi, “negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana amanat konstitusi adalah melalui  program OGB yang diluncurkan pada tahun 1989.

Program OGB atau Obat Generik Berlogo adalah salah satu program Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indoneisa melalui jaminan ketersediaan obat berkualitas dan harga terjangkau bagi masyarakat. Regulasi menegnai OGB lebih lanjut ditungkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan NO. HK.0301/Menkes/146/I/2010 yang memuat harga obat generik terbaru.

Namun sayang, OGB yang dicanangkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat malah kerap dipandang sebelah mata. Karena harganya yang lebih murah beberapa kali lipat dibanding obat bermerk, OGB kerap dianggap sebagai obat yang kurang manjur. Bahkan, beberapa kalangan masyarakat menganggap bahwa OGB diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu.

Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 25 Mei 2013

Semua Berawal Dari Blog

Sabtu, 25 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Bagi saya, blog telah menjelma bagai seorang kawan dekat. Ia adalah wadah untuk menumpahkan segalanya. Mulai jurnal, hingga post abstrak yang sebenarnya berisi curahan hati. Kepada blog juga saya berbagi ketika merasa masalah saya terlalu riskan bila dibagikan kepada orang lain. Dari blog saya tidak hanya mendapatkan kelegaan, tetapi saya juga mendapatkan pengalaman dan rejeki.

Jika dalam lirik lagu Cinta Sejati yang dinyanyikan oleh BCL “cinta kita melukisakan sejarah”, maka bagi saya, blog ini lah yang melukiskan sejarah saya. Blog ini bagaikan sebuah halaman kecil yang memuat sejarah saya.

Kali pertama saya membuat blog adalah masa-masa awal booming-nya Raditya Dika. Kira-kira semasa duduk di kelas X SMA, ya, masa-masa ketika saya masih labil mencari jati diri. Waktu itu, saya tidak mengenal Raditya Dika, juga bukan fans beratnya. Namun salah satu teman saya adalah fans beratnya, dan dari dia lah awal mula dunia perbloggingan saya dimulai.
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 18 Mei 2013

Bahtera, Tak Selamanya Berlayar Sempurna

Sabtu, 18 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam, yang bertema "Dua Sisi"

Kemarin, sembari makan dan mengobrol di warung bakso bersama teman-teman sekelas, saya membaca sebuah berita. Isinya tentang masalah keluarga seorang aktris wanita yang juga merupakan anggota DPR berinisial perbulan ia hanya diberi 20 juta, sedang 20 juta sisanya untuk keperluan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Miris? Iya. Hanya karena uang kecantikan, bahtera rumah tangga yang telah mereka bangun selama 17 tahun mudah saja luluh lantak seketika. Sayang, bukan karena badai topan tetapi hanya karena masalah sepele: uang kecantikan.

Semudah itukah?
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Jumat, 17 Mei 2013

Ketidakpastian Dalam Kepastian

Jumat, 17 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam dengan tema dua sisi.

Dalam setiap detil aspek kehidupan, semua orang pasti menginginkan kepastian. Siapa mau terus menerus dirundung kegelisahan, kebingungan, dan tanda tanya karena ketidakpastian? Siapa mau, terus menerus menerung dalam kemelut memikirkan probabilitas yang akan terjadi diantara berjuta kemungkinan? Siapa yang mau, berlama-lama diam tak dapat melakukan hal lain karena dirundung ketidak pastian?

Dalam pekerjaan misalnya, tidak ada yang mau berlama-lama digantung status pegawai tetapnya oleh perusahaan. Semua orang pasti menginginkan kepastian status pegawai secepat mungkin. Apalagi jika pengabdian yang dilakukan sudah bertahun-tahun. Dalam berpacaran misalnya, tidak ada yang mau berlama-lama digantung hubungannya oleh seseorang. Semua orang pasti menginginkan kepastian akan sebuah hubungan, apalagi jika sudah lama PDKT namun tak kunjung jadian, atau sudah lama pacaran namun tak kunjung melangkah ke pelaminan.
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Senin, 06 Mei 2013

Segores Kisah Cinta Pertama

Senin, 06 Mei 2013
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima yang bertema cinta pertama.

Membaca tema minggu kelima ini, seketika hati saya meretas. Cinta pertama. Ah, padahal baru beberapa hari lalu saya mendapat kabar bahwa seseorang yang dulu saya sukai kini telah bersanding dengan orang lain.

Pedih? Tidak juga. Yah, beberapa orang mengatakan bahwa kami berdua sangat mirip dengan dua tokoh utama dalam Perahu Kertas karya Dee: Kugy dan Keenan. Saya kecil, cengengesan, blak-blakan, kadang kucel, dan suka menulis. Dia seniman sejati, piawai dan jago dalam menggambar. Kami sama-sama menyukai seni, namun dalam bentuk berbeda.

Bukankah pedih rasanya mengenang kisah itu? Tidak juga. Karena ternyata,
Klik untuk membaca lanjutannya

1 komentar

Sabtu, 04 Mei 2013

Anak Langit

Sabtu, 04 Mei 2013
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.


Kenapa langit warnanya biru?
Kemaren kan udah dijelaskan, Pak.
Jawab saja.
Cahaya itu gelombang. Merah, Kuning, Orange itu gelombang panjang. Biru itu gelombang pendek. Sedangkan atmosfer itu satu frekuensi dengan gelombang pendek terutama warna biru.  Jadi, atmosfer menahan dan menghamburkan warna biru itu di langit. Itu mengapa langit warnanya biru, Pak.
-Penggalan percakapan dalam film Habibie Ainun-

*****
Suatu ketika, pernah terbesit dalam benakku, mungkin aku adalah anak langit. Rasaku bergantung pada langit, dan langit menyayangiku dengan warna-warnanya. 

Ketika resah tiba-tiba datang berkunjung, aku hanya perlu memandang langit. Lantas ia akan memberiku sebuah senyum yang berwarna biru. Dan seketika, bum! Warna kelabu yang sebelumnya menyelimuti hatiku, hilang begitu saja.

Aku betah duduk bermenit-menit, bahkan berjam-jam hanya untuk memandangi langit. Aku tak peduli ketika leherku teleh merasa pegal dan cengang karena terlalu lama mendongak. Mungkin, jika tak mempunyai kewajiban lain di dunia ini, aku bisa saja duduk berhari-hari atau berbulan-bulan untuk memandang langit.

Mungkin aku adalah anak langit.

Karena ketika
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 27 April 2013

Sri Mulyani, Kartini Masa Kini

Sabtu, 27 April 2013
 Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.

Ketika kita terjebak masuk ke dunia yang salah, maka hilanglah segala passion, harapan, impian, dan cita yang dulu pernah terukir dalam benak memori. Impian yang dahulu telah disemat dan disulam dengan indah, terpaksa luluh lebur seiring waktu. Ketika memasuki lorong-lorong dunia baru yang sungguh berbeda, tanpa panutan, maka hilanglah sudah pribadi yang dulunya telah terbentuk tertempa betahun-tahun.

Saya mengalaminya. Tanpa sengaja, saya memasuki dunia baru. Namun, bukan dunia yang saya impikan sejak kecil. Dunia ini sungguh berbeda, seolah berbalik memutar 180 derajat.

Saya selalu ingin menjadi seorang peneliti, seorang ilmuan yang berkecimpung di dunia sains. Namun ternyata jalan takdir saya berbeda. Saya diterima di sebuah perguruan tinggi kedinasan yang cukup ternama di Indonesia, STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Namun sayang, kampus yang tersohor tersebut bergerak bukan dalam bidang yang saya impikan.

Dan menguaplah semua impian yang dulu pernah saya lukis. Seolah kehilangan pegangan, saya menjadi seorang yang mengikuti arus: terombang ambing ke sana ke mari tanpa benar-benar mengerti apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang.

Untunglah, ada sesosok wanita yang sangat menginspirasi saya. Sosoknya yang bijak dan cerdas mampu menghadirkan kembali impian-impian yang meluntur tergerus keadaan. Dulu, ia sangat dekat dengan kampus tempat saya berada. Beberapa kali ia hadir di acara kampus dan menjadi motivator sekaligus inspirator. Beberapa kali juga wajahnya menghiasi sampul depan tabloid kampus. Beruntunglah wisudawan yang prosesi wisudanya sempat dihadiri beliau.

Ia adalah
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 20 April 2013

Yang Unik dari Kota Gudeg

Sabtu, 20 April 2013
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua, yang bertajuk Local Taste.

Kali ini saya akan membahas mengenai mahanan unik yang berasal dari Kota Gudeg, Jogja. Selama ini kota Jogja khas dengan bakpia dan gudegnya. Padahal, masih banyak kuliner lain yang, menurut saya, sangat unik dan kreatif. Namun, sebelumnya, mari kita mengingat kembali tentang gudeg dan bakpia.

Jika biasanya sayur mempunyai rasa yang gurih atau segar, maka lain halnya dengan gudeg. Sayur ini memiliki rasa yang manis! Berasal dari Wijilan, sebuah kampung yang terletak di Timur Alun-Alun Yogyakarta, sayur ini terbuat dari gori (nangka muda). Gudeg biasa dinikmati bersama endog abang (telur merah) dan krecek. 
Gudeg Jogja
Selain gudeg, nama bakpia telah melegenda sebagai makanan khas Jogja. Bakpia sendiri adalah kue berisi kacang hijau, dapat berupa kue basah maupun kering. Bakpia berasal dari daerah Pathuk, Jogja, oleh karena itu, yang paling tersohor adalah Bakpia Pathuk.
Bakpia Pathuk
Menyoal Local taste Jogja,  sepertinya manis merupakan penggambaran yang tepat.

Mengapa?
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar