Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Sabtu, 01 Juni 2013

Simeut, Kemana Engkau Pergi?

Sabtu, 01 Juni 2013
sumber foto: http://www.kidnesia.com

“Fa... Ameng yu, urang ngadu simeut!”*

“Fa... Ngala kersen yuu...”**

Seruan-seruan itu masih jelas terngiang di benak saya. Ya, meski belasan tahun telah berlalu sejak masa itu, kenangan manis semasa kecil di Kota Cimahi tak akan pernah pudar dari benak ini. Kenangan tentang masa itu adalah kenangan yang terasa gegap gempita meski saat itu belum ada  penerangan kota yang besarnya ribuan megawatt. Bukan fasilitas modern  yang membuat kenangan masa kecil itu terasa sangat gemerlap, namun keceriaan kala bermain bersama kawan-kawan.

Dulu, masih banyak tanah lapang di Kota Cimahi. Kami biasa menggunakan tanah lapang itu untuk bermain apa saja. Bermain lompat tali, bermain galah, kelereng, mencari simeut alias belalang, masak-masakan, atau bermain cublek-cublek suweng. Tentu saja, yang paling seru adalah mencari simeut dan kemudian mengadunya. Saya dan teman-teman akan bersorak menyoraki simeut yang dijagokan. Puas bermain, jika rasa lapar menggigit perut, kami pun berlarian memburu Amang-amang penjual jajanan khas sunda.  Mulai cimol, cilok, basreng, cireng, ataupun siomay bisa kami babat habis semua.

Sayang, seiring perkembangan Kota Cimahi, semakin sedikit tanah lapang yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Tanah-tanah lapang itu telah berubah menjadi swalayan atau komplek perumahan. Di satu sisi, KotaCimahi semakin berkembang dan maju. Namun, di sisi lain, anak-anak Cimahi kehilangan lahan bermainnya.


"Sang Simeut"
sumber foto: http://su.wikipedia.org/wiki/Simeut
Kini, lapangan hijau temat kami bermain— yang juga menjadi rumah tinggal simeut—semakin berkurang. Pun simeut yang dulu biasa kami adu. Kemana mereka pergi? Ah, rupanya karena ruang hidup mereka semakin menipis mereka memutuskan untuk pergi entah kemana. Bukan tidak mungkin, kelak anak cucu tak lagi mengenal simeut

****

Pernah berkunjung ke Kota Cimahi?


Kota Cimahi memang tak setenar Kota Bandung. Sering teman-teman kuliah saya yang berasal dari bermacam-macam daerah di seluruh Indonesia mengerutkan dahi ketika saya menyebut Cimahi sebagai daerah asal. Beberapa dari mereka tidak tahu tentang Cimahi. Namun ketika saya menyebut Bandung, barulah mereka mengerti. Yah, meski begitu saya tetap bangga menyebut Cimahi sebaga daerah asal.


"Logo Kota Cimahi"
sumber: cimahikota.go.id
Tahukah, dulu Cimahi adalah bagian Bandung? Ya, baru pada tahun 2001 Cimahi berpisah dari Bandung dan menjadi suatu kota sendiri. Kota Cimahi pun tak sebesar kota Bandung yang terdiri dari belasan kecamatan. Cimahi hanya terdiri dari tiga kecamatan yakni Cimahi Utara, Cimahi Tengah, dan Cimahi Selatan. Kegiatan penduduk berpusat di Cimahi Selatan dan tengah, itulah mengapa wilayah tersebut lebih ramai.  Wilayah Cimahi sendiri didominasi oleh dataran tinggi, semakin ke utara semakin tinggi. Karena didominasi oleh dataran tinggi itulah udara di Cimahi relatif lebih sejuk dan segar.  

Mayoritas penduduk Kota Cimahi adalah orang Sunda, sama seperti penduduk Bandung. Wajar jika bahasa Sunda menjadi bahasa pergaulan di Cimahi. Hanya sebagian kecil penduduk Cimahi yang berasal dari Jawa dan Sumatera. Profesi masyarakat Cimahi pun bermacam-macam,  PNS, pedagang, guru, petani, pegawai pabrik, dll.

Keramahan masyarakat Kota Cimahi? Tentu tidak diragukan lagi. Masyarakat Cimahi sama seperti kebanyakan masyarakat Sunda yang memiliki karakter ramah, sopan, suka menyapa, dan baik hati. Coba saja berkungjung ke desa-desa di wilayah Cimahi, pasti akan tersedia beraneka ragam suguhan. Pulang pun dipastikan dalam keadaan kenyang. Bahkan, terkadang masih ada buah tangan dari si tuan rumah untuk dibawa pulang. Waaah :D

Daya Pikat Kota Cimahi

Kota Cimahi juga biasa disebut kota tentara. Mengapa? Karena banyak sekali tempat berlabel tentara di wilayah Cimahi. Mulai dari asrama tentara, kantor, hingga tempat latihan tentara. Sedang di daerah selatan terdapat banyak pabrik tekstil. Industri-industri tekstil inilah yang turut berpastisipasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain industri tekstil, diCimahi juga terdapat banyak home industry seperti konveksi baju, sepatu,  dan kuliner.

Untuk lokasi wisata, Cimahi juga mempunyai lokasi-lokasi wisata alam yang aduhai. Lokasi wisata tersebut terutama berada di daerah tengah sampai utara. Tempat wisata terkenal di Cimahi antara lain Situ (Danau) Ciburuy, Curug Cimahi, kebun stroberi, dan taman kupu-kupu. Selain itu, juga terdapat banyak lokasi outbond asik. Muai dari yang murah seperti CIC (Ciwangun Indah Camp) sampai yang agak menguras kantong seperti “Kampung Gajah”.


Kota Cimahi dari Masa ke Masa
Menurut saya, kini Kota Cimahi adalah sebuah kota dengan tata kota yang asri dan rapi. Meski termasuk wilayah kota, selalu ada pepohonan yang berjajar di tepi jalan. Selain itu, tak ada pemukiman penduduk yang kumuh. Pemerintah menyediakan rumah susun untuk agar  jangan sampai ada pemukiman kumuh akibat ledakan jumlah penduduk.

Sarana transportasi di Kota Cimahi pun cukup lengkap. Angkot dan bus biasa digunakan sebagai sarana transportasi jarak dekat. Sedangkan untuk transportasi jarak jauh atau keluar kota, terdapat sarana transportasi bus dan kereta. Untuk daerah yang belum terjangkau angkot, masyarakatnya biasa menggunakan kendaraan pribadi atau delman.

Sarana pendidikan Kota Cimahi pun tak perlu dipertanyakan lagi. Sekolah-sekolah dengan kualitas yang bagus tersebar di seluruh wilayah Cimahi, mulai dari pendidikan untuk anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani).

Secara umum, kini sarana prasarana di Cimahi cukup lengkap. Jalan-jalannya dalam kondisi yang baik, ada pasar yang tersebar merata di semua daerah, dan tersedia sarana transportasi yang lengkap sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah.


Salah satu hunian yang akan dibangun di Kota Cimahi
sumber foto: rumahdijual.com

Kota Cimahi telah berkembang dari masa ke masa. Swalayan, pusat perbelanjaan, dan gedung-gedung yang dibangun megah menjadi saksi sejarah akan perkembangan Kota Cimahi. Namun perkembangan tersebut juga membutuhkan pengorbanan, salah satunya adalah lahan-lahan lapang berumput hijau yang dulu biasa kami gunakan untuk bermain.

Hanya satu yang masih kurang, yakni taman kota. Meski Kota Cimahi tergolong kota hijau, namun sampai saat ini masih jarang taman kota di Kota Cimahi. Yah, mungkin untuk tujuan efisiensi sehingga penggunaan lahan sehingga lahan di Kota Cimahi menjadi semakin padat dari hari ke hari. Sungguh sayang. Padahal, selain sebagai penyejuk pandangan mata, taman kota juga dapat berfungsi sebagai sarana penghijauan, juga paru-paru kota. Dan mungkin saja, dengan adanya taman kota, para simeut tertarik untuk kembali.

Ya, Kota Cimahi telah berubah  menjadi daerah yang maju. Kota Cimahi pun masih tetap terlihat asri dengan pepohonan yang ditanam di sepanjang tepian jalan. Tetapi, tetap saja lahan-lahan bermain itu kini semakin berkurang. Ah, simeut, kemana engkau pergi?

Jika waktu dapat berputar mundur, ingin rasanya kembali ke masa-masa itu. “Fa... Ameng yu, urang ngadu simeut!”

Keterangan:
*Main yuk, kita main belalang!
**Memetik kersen yuk..  (kersen adalah sejenis buah kecil, pohonnya biasanya liar. Di daerah lain biasa disebut talok)


Nara sumber adalah Efa Khafifa Hidayat,
seorang kawan, gadis Sunda asli yang berasal dari Kota Cimahi.
Rumahnya menjadi tempat singgah saya ketika berpetualang di tanah Pasundan.



Tulisan ini disertakan dalam lomba blog yang diadakan oleh pemerintah kota Cimahi. Alhamdulillah masuk 10 besar :D ini dia link daftar 10 besar.
(walaupun nggak juara T_T)

0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^