Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure
Tampilkan postingan dengan label Microsoft Bloggership 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microsoft Bloggership 2010. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2009

Dilema Spidol dan Kapur Tulis

Rabu, 18 Maret 2009
Perangkat yang satu ini nggak pernah lepas dari kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di TK, SD, SMP, SMA, bahkan sampai universitas pasti ada perangkat yang satu ini. Yup, perangkat tersebut adalah papan tulis. Papan tulis adalah papan dari kayu dengan permukaan yang bisa ditulis ulang dengan menggunakan kapur tulis. Papan tulis zaman dulu dibuat dari lembaran tipis batu tulis berwarna hitam atau abu-abu.



(black board)



(whiteboard)


Papan tulis sekarang dibuat dari lembaran papan yang dicat dengan cat yang tidak mengkilat, biasanya berwarna hitam atau hijau. Tulisan atau gambar yang dibuat dengan kapur tulis mudah dihapus dengan lap basah atau penghapus papan tulis. Papan tulis sering tidak disenangi orang dengan alasan kapur tulis yang dibuat dari gipsum menghasilkan banyak debu. Walaupun produsen kapur tulis sudah menyatakan produknya bebas debu, sebagian orang tetap saja tidak suka dengan papan tulis. Pada sebagian orang, debu kapur tulis bisa menyebabkan alergi atau membuat sakit penderita asma. Papan tulis sudah banyak digantikan whiteboard yang menggunakan spidol.

Masyarakat beralih dari blackboard atau papan hitam ke whiteboard dengan alasan kapur tulis lebih banyak kekurangannya disbanding spidol. Perbandingan kapur tulis dengan spidol antara lain:


Kelebihan kapur tulis

+lebih ekonomis
+blackboard dapat dicat kembali jika sudah pudar
+mudah ditemui di pasaran
+bisa dipatahkan dan digunkan untuk melempar murid yang mengantuk (sebaiknya nggak dilakukan)

Kekurangan:
-dianggap lebih kuno
-lebih belepotan di tangan
-lebih berdebu
-mengganggu kesehatan pernafasan
-debu bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi

Sedangkan untuk spidol

Kelebihan:
+lebih rapi
+ebih efisien
+dianggap lebih modern
+nggak aka nada debu yang masuk mata
+(katanya) lebih sehat

Padahal menurut penelitian di laboratorium ITB, dibuktikan bahwa kandungan dalam kapur tulis tidak membahayakan pernafasan. Hanya mungkin butiran kapur tulis kadang menyebabkan sedikit rasa panas di kulit (untuk beberapa orang). Tapi karena debu kapur tulis tergolong ukuran besar, butirannya tertahan oleh bulu-bulu hidung, sehingga tidak sempat masuk ke dalam paru-paru. Tetapi partikel kapur ini dapat menyebabkan batuk-batuk.

Justru bahan kimia pelarut dalam spidol yang terhisap tubuh dapat mengganggu kesehatan, karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih berbahaya. kalau terhirup maka partikelnya bisa mengendap di paru-paru, sehingga dalam jangka waktu yang lama, bisa menyebabkan penyakit paru-paru.

Selain itu spidol juga mempunyai kekurangan, antara lain:
-lebih mahal dibanding kapur
-pengisisan ulang tinta repot, bisa belepotan dan terkena tangan atau pakaian.

Jadi, bagaimana? Kalau pakai kapur bisa batuk-batuk karena banayaknya debu, kalau pakai spidol bisa kena gangguan paru-paru. Sebenarnya ada cara untuk debu dari kapur atau gas berbahaya spidol, yaitu dengan LCD proyektor plus laptop. Namun sayangnya, butuh dana yang besar untuk menghadirkan LCD proyektor dan laptop dalam setiap ruang kelas. Mungkin di masa depan, akan muncul media tulis menulis untuk pembelajaran yang lain. Misalnya papan tulis hologram yang dilengkapi kacamata pelihat segala (kacamata virtual).

Namun seledik punya selidik, kita tetap bisa menggunakan spidol dengan aman. Caranya adalah dengan rutin minum susu. Kenapa susu? Karena susu berfungsi menetralkan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, setelah bekerja seharian dengan whiteboard dan spidol, disarankan untuk meminum susu. Demikian juga setelah memasuki laboraturium kimia.

Ternyata tuhan menciptakan segala sesuatu di alam ini pasti ada kegunaannya ya^^ Klik untuk membaca lanjutannya

14 komentar

Kamis, 12 Maret 2009

Musik- Cara Baru Atasi Stress

Kamis, 12 Maret 2009

Pernahkah kamu merasa jenuh dengan rutinitas sekolah yang itu-itu saja?

Atau frustasi karena ada ulangan setiap hari?

Jenuh dengan tugas dan PR yang seperti tidak pernah habis?

Seringkali, kita para siswa merasa jenuh dengan rutinitas sekolah yang itu-itu saja. Berangkat, belajar, ulangan, pulang, mengerjakan PR, berangkat, belajar, dst. Bagi yang sering mengalami kebosanan, perlu adanya tambahan variasi kegiatan seperti mengikuti klub atau organisasi. Namun tak ayal, terkadang rasa jenuh masih juga datang. Kadang kita juga bosan karena nilai-nilai ulangan nggak pernah bagus, padahal sudah berusaha dengan keras. Kalau belajar, hasil ulangan tetap jelek, tapi kalau nggak belajar nilai tambah jelek. Nah lo, bikin bingung kan...


Problema-problema remaja di sekolah juga bervariasi. Seperti kesal karena dicueki teman, sedih karena dimarahi oru atau guru, malas mengerjakan tugas, mengantuk saat pelajaran, atau bahkan kepala teras penuh karena banyaknya tugas yang ada. Salah satu solusi untuk menyikapi itu semua adalah dengan.... mendengarkan musik. Yup, musik!

Musik adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang indah dan dituangkan dalam bentuk bunyi-bunyian. Musik yang dapat digunakn untuk terapi relaksasi bukan sembarang musik, tetapi khusus untuk jenis musik berirama tenang. Walaupun ada juga sebagian orang yang merasa tenang jika mendengarkan musik berirama keras.

Pada tahun 1998, Don Campbell dan Dr Alfred Somatis mengadakan penelitian tentang efek musik Mozart. Dari penelitiannya dapat disimpulkan bahwa musik gubahan Mozart dapat merangsang kecerdasan dan merangsang kinerja otak kanan. Namun beberapa penelitian yang lain mengungkapkan bahwa bukan Mozart saja yang dapat memicu otak. Lebih jelas lagi disebutkan bahwa musik yang berpengaruh posotif terhadap otak adalah musik yang berirama tenang dan mengalun lembut.

Musik- musik Beethoven, Schubert, Schumman, Chopindan, Tchaikovsky, ataupun Vivaldi juga dapat merangsang perkembangan otak. Mungkin saja Don Campbell dan Dr Alfred Somatis mengatakan bahwa Mozart saja karena mereka berdua hanya meneliti Mozart, belum untuk yang lain.
Musik klasik sendiri mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

1.Dapat menenangkan pikiran
2.Membangun rasa percaya diri yang akan meningkatkan kecerdasan emosional
3.Menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri sehingga para siswa dapat berfikir logis, cerdas, kreatif, dan empati
4.Meningkatkan perkembangan motorik, kemampuan bahasa, matematika, dan sosial
5.Mengobati berbagai masalah, seperti kecemasan, tekanan darah tinggi, nyeri kronis, disleksia, penyakit mental, bahkan kanker
6.Menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan. Gelombang ini dapat merangsang sistem limbic jaringan otak.
7.Dan yang pasti membuat kita lebih peka.

Nah, maka dari itu perlu adanya pengembangan terhadap musik di sekolah. Speaker-speaker yang ada di setiap sudut ruangan dapat difungsikan untuk melantunkan musik-musik klasik saat istirahat atau sebelum pelajaran dimulai. Tetapi perlu diperhatikan volumenya. Jika terlampau keras dapat merusak gendang telinga, namun kalau terlalu lemah nggak ada yang bisa dengar (ya iya lah).

Musik nggak hanya untuk didengar, tapi bisa juga untuk dipelajari. Coba deh belajar main musik^^

Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Minggu, 08 Maret 2009

Bawalah Air Minum Ke Sekolah

Minggu, 08 Maret 2009


Saat ada praktikum Kimia tentang asam dan basa aku baru tahu kalau air yang biasa ku minum dan kusebut dengan nama "air putih" sebenarnya kurang tepat penyebutannya. Memang selama ini persepsi sebagian masyarakat mengenai warna kebanyakan salah. Perbedaan penyebutan antara warna putih, tak bewarna, dan bening kebanyakan terbolak-balik.

Sebagai gambaran:
- air minum yang kita konsumsi sehari-hari yang sering disebut dengan air putih, sebenarnya bukan putih. Dibilang bening juga bukan
-Sirup rasa melon. Bening, tetapi warnanya hijau. Jadi bening belum tentu tak berwarna.
-Susu. Tidak bening, tetapi warnanya putih. Jadi putih berbeda dengan bening.
-Air biasa. bening dan tak mempunyai warna.

Jadi persepsi masyarakat terhadap warna sering kali salah. Sebutan air putih seharusnya diberikan unutk santan atau susu, air bening untuk air yang tidak membaurkan cahaya, dan air tak berwarna untuk air biasa. Namun, karena sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging, jadi susah dihilangkan.

Kembali ke pokok bahasan. Air merupakan kebutuhan vital manusia. Setiap hari kita pasti menggunakan air. Dari kegiatan mencuci, minum, memasak, menyiram tanaman, sampai mengairi sawah. Kita bisa bertahan lebih lama tanpa makanan daripada tanpa air. Sekarang kita akan membahas tentang kebutuhan air untuk tubuh, alias air minum (yang tidak berwarna). Berapa literkah kalian mengonsumsi air dalam sehari? Para dokter meyarankan untuk minum air minimal 2 liter dalam 1 hari. Nah lho, udah pada minum sampai segitu belum?

Kita, para siswa juga mebutuhkan asupan air minum yang cukup untuk terus eksis beraktivitas di sekolah. Denger-denger juga nih, air itu vitaminnya otak. Jadi kalau lagi ngerjakan soal-soal yang susah, minumlah air sebanyak-banyaknya, tapi jangan sampai kembung^^

So, udah pada minum minimal 2 liter belum? Yang belum, mending buru-buru memperbaiki pola minumnya. Kenapa? Karena kekurangan air minum dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Misalnya:

-dehidrasi
-radang tenggorokan
-bibir pecah-pecah
-gangguan ginjal
-kencing batu

Kalau salah satu ginjal sampai rusak, bisa berbahaya tuh. Apalagi kalau yang rusak dua-duanya. Harus cuci darah minimal 2 minggu sekali. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan selama 1 tahun kalau 1 kali cuci darah kira-kira habis 500 ribu. Duabelas juta! Maka dari itu, LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI.

Jadi aku sarankan, kalau ke sekolah lebih baik bawa air minum sendiri. Selain biar nggak dehidrasi, lebih sehat dan hemat. Buat teman-teman, hati-hati aja sama minuman kemasan, apalagi yang berwarna. Bisa aja mengandung pengawet, pewarna, dan pemanis butan. Zat-zat aditif tersebut nggak baik untuk kesehatan. Jadi, kalau mau umur panjang, lebih baik back to nature dech^^ Klik untuk membaca lanjutannya

7 komentar

Jumat, 06 Maret 2009

Hormon Pemercepat Pertumbuhan Tanaman

Jumat, 06 Maret 2009


"Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir luas areal hutan di Indonesia menurun dari 162 juta hektar menjadi 98 juta hektar. Laju pengurangan hutan sangat cepat dari 1 juta hektar di tahun 1980 menjadi 1,7 juta hektar per tahun pada 1990, bahkan meningkat pengurangan luas hutan menjadi 2 juta hektar per tahun sejak 1996 . Angka tersebut telah melebihi taksiran tingkat deforestasi yang bisa diterima, yaitu berkisar antara 0,6-1,3 juta hektar per tahun."

Kawan, betapa memprihatinkannya kondisi hutan di Indonesia. Indonesia yang dulunya adalah negeri hijau dengan berjuta keanekaragaman hayati, kini kering dan gersang. Indonesia yang dulu subur penuh kehidupan, kini menangis meronta mengiba belas kasih. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kini hanya bisa meneteskan air mata melihat semua itu dinikmati bangsa lain. Bangsa lain makmur karena harta kita, bangsa kita miskin di tengah harta yang melimpah.


berikut ini ada beberapa gambar hutan di Indonesia sebelum ditebangi




(hijau dan sejuk)


(gelap penuh misteri)



Setelah ditebangi


Memprihatinkan bukan? Aduduh... Kapan Indonesia akan bangkit? Entah kenapa, sebagai seorang pecinta alam, aku sangat prihatin dengan kondisi hutan di Indonesia. Fakta yang membuatku semakin prihatin adalah tentang negara tetangga kita, Malaysia. Malaysia dikenal sebagai negara pengekspor kayu terbesar, padahal hutannya nggak berkurang sedikit pun. Malah, hutan-hutan di Indonesia lah yang tandas, gundul. Bukan negative thinking, tapi mungkin saja ada oknum dalam negeri yang menjual kayu-kayu hutan kita ke Malaysia dengan harga murah, dan kemudian Malaysia menjualnya ke seluruh dunia. Kalau tidak, kemanakah larinya kayu-kayu kita? Dan dari manakah Malaysia mendapatkan kayu-kayu untuk diekspor?

Penggundulan hutan merupakan salah satu penyumbang besar terjadinya global warming. Manusia dan kendaraan bermotor mengeluarkan zat sisa yang salah satunya adalah CO2, manusia juga membutuhkan (oksigen) O2 untuk oksidasi biologi. Tumbuhan memerlukan CO2 untuk fotosintesis dan mengeluarkan O2. Siklus itu terus berputar dan keseimbangan dunia tetap terjaga. Namun lain halnya jika jumlah tumbuhan berkurang, keseimbangan alam akan terganggu. Apalagi sekarang ini jumlah manusia dan kendaraan bermotor amat sangat banyak. Kalau jumlah tumbuhan dan hutan nggak diperbanyak, bagaimana jadinya dunia? Bumi yang awalnya hijau-biru bisa jadi kelabu, hitam pekat karena banyaknya asap buangan.

Jadi, marilah kita rebisasi kembali hutan-hutan di Indonesia. Tapi bagaimana caranya? Pohon-pohon memerlukan waktu berates-ratus tahun untuk tumbuh besar seperti di hutan-hutan (sebelum ditebangi). Butuh waktu beratus-ratus tahun untuk mengembalikan kondisi hutan seperti semula, padahal untuk menghancurkannya hanya butuh waktu beberapa hari saja...

Sebenarnya ada suatu cara yang dapat mengembalikan hutan-hutan seperti semula dengan waktu yang cepat. Caranya adalah dengan membuat hormon pemercepat pertumbuhan tanaman. Misalnya saja 50 tahun dipercepat menjadi 5 hari. Jadi, untuk tumbuhan yang perlu 100 tahun untuk tumbuh besar, bisa diberi 2 tablet hormon ini. Ide ini memang mustahil, imposible, gila! Namun siapa tahu suatu saat nanti bisa benar-benar dibuat. Dulu sebelum ada kendaraan bermotor yang cepat, sesuatu yang bergerak cepat dianggap sihir. Namun sekarang, pesawat dengan kecepatan suara pun sudah ada.

Kembali ke hormon. Jika hormone ini dibuat, kita juga harus mempertimbangkan berbagai hal. Bagaimana asupan makanan tumbuhan selama 50 tahun dapat terpenuhi hanya dalam 5 hari. Bagaimana pemenuhan asupan makanan jika waktu hidupnya dipersingkat dari 50 tahun menjadi 5 hari. Bagaimana juga nasib mikroorganisme yang hidup pada tumbuhan itu.

Misalnya saja ada semut yang membuat sarang di dekat pohon. Lima hari kenudian ia akan terheran-heran "Pohonnya kok gedhe banget ya? Perasaan kemaren nggak segedhe ini? Apa karena akunya emang kecil?". Itu pun kalau semutnya samapi befikir ke arah itu^^

LETS GO GREEN INDONESIA, LETS GO GREEN THE WORLD!

Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Rabu, 04 Maret 2009

Nafas segar,sekolah fresh

Rabu, 04 Maret 2009

Sikat Gigi FreshLink

Sikat gigi fungsi ganda ini awalnya adalah ide seorang kakak kelas (mb Reni) waktu ikut lomba( dan entah kenapa ide itu langsung kami tolak mentah-mentah^^). Ia terinspirasi dari kebiasaannya saat menyikat gigi, yaitu sikat gigi 2 kali agar hasilnya lebih optimal. Yang pertama untuk membersihkan kotoran dan yang kedua untuk membersihkan mulut. Sedangkan asal nama “FRESHLINK” adalah dari kata ‘fresh’ yang berarti segar dan ‘cling’ atau berkilau. Hehe…

Sikat gigi FreshLink ini cara pemakaiaanya sangat mudah. Namun, terlebih dahulu aku akan membahas bagian-bagiannya. Sikat gigi ini terdiri atas 2 bagian. Bagian Atas dan Bawah. Bagian atas berbentuk seperti sikat gigi biasa. Inovasi dari sikat gigi ini terletak pada bagian bawah. Bagian bawah sikat gigi ini dilapisi oleh suatu bahan berpori kecil yang dapat menyimpan air. Bahan berpori ini juga sebgai tempat penyimpan cadangan zat pelunak kotoran atau plak gigi. Sebagai gambaran, zat ini juga membunuh kuman penyebab bau mulut. Jadi sebelum melakukan ritual sikat gigi seperti biasa, kita menggosok gigi dulu dengan bagain bawah sikat gigi. Nah, setelah itu kotoraan alias plak yang membandel pun kan ‘melunak’ dan mudah untuk dibersihkan. Setelah itu tinggal menyikat gigi biasa dengan bagian atas. Selain gigi bersih, nafas pun segar. Hah…!

Lantas, apa hubungannya dengan kegiatan di sekolah?

Di sekolah, kita pasti aktif berinteraksi dengan orang lain. Berbicara, menyapa, diskusi, dll. Kalau nafas nggak segar, bisa minder banget tuh… Namun beda halnya kalau kita memekai sikat FreshLink ini. Nafas segar dan gigipun menjadi lebih cemerlang. Cling! Cling! Jadi semakin PD kan?

Cara memakai sikat gigi FreshLink:

1. Siapkan sikat gigi FreshLink. Yang belum punya, beli dulu.
2. Gogok gigi dengan menggunakan bagian bawah. Nggak perlu kumur-kumur, karena zat yang terdapat pada bagian itu berfungsi untuk melunakkan kotoran, lebih efektif daripada sekedar kumur-kumur.
3. Gogok gigi dengan bagian ats seperti biasa. Nah, untungnya, kalau lagi kehabisan pasta gigi, nggak pakai pasta gigi juga nggak masalah^^
4. Kumur-kumur, airnya jangan ditelan, bisa pilek!
5. Berkaca dan cek, “apakah gigiku sudah kinclong?”
6. Tersenyumlah kepada dunia dan berkata “Hey, look at my teeth!”^^

Sayangnya nih ya… Sikat gigi FreshLink ini belum ada karena baru ide saja. Hehehe. Atau mingkin juga sudah ada tapi dalam bentuk lain.. Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Kamis, 26 Februari 2009

JIKA SEMUA SERBA ELEKTRONIK

Kamis, 26 Februari 2009

Pernahkah kamu membayangkan betapa nikmatnya hidup dengan ‘dilayani ‘oleh teknologi-teknologi canggih? Pasti rasanya simple dan menyenangkan. Lantas bagaimana jika sekolah kita menggunakan alat-alat elektronik di semua aspek?


-Ketika memasuki halaman depan sekolah, gerbang akan membuka secara otomatis.

 -Saat akan memasuki ruangan kelas, ada sebuah mesin absen dengan kertu pengenal elektronik. Tinggal gesek, segala keperluan data kehadiran/presensi sudah beres.
-Saat pembelajaran dimulai, guru dan siswa menggunakan media pembelajaran elektronik. Misalnya saja menggunakan kacamata pelihat segala. Guru tinggal mengucapkan apa yang ingin dituliskannya dan tulisan akan muncul secara otamatis di layar tak terlihat (yang hanya bisa dilihat dengan kacamata pelihat segala)

-Menggunakan pensil anti sontek (yang benar sontek, bukan contek). Pensil ini bisa mendeteksi seseorang menyontek atau tidak berdasar frekuensi detak jantung dan reaksi hormon tubuh.

-Menggunakan buku elektronik. Buku ini akan menuliskan apa saja yang dipikirkan. Jadi kita juga perlu berhati-hati , jangan berpikiran macam-macam.

-Ada mesin pembuat makanan dan minuman otomatis. Tinggal masukkan uang dan menuliskan makanan apa yang diinginkan. Lalu keluarlah makanan itu dalah keadaan hangat. Hm…. Leazat!

-Perpus elektronik yang bisa diakses menggunakan computer kelas (computer juga akan muncul jika menggukan kacamata pelihat segala, jadi hanya berupa computer hologram). Bacaan yang diinginkan akan muncul pada layar hologram masing-masing individu.

-Alat teleportasi ke ruang lain. Dengan alat ini kita bisa kemana saja di lingkungan sekolah tanpa harus berjalan jauh-jauh dan juga dalam waktu yang relative singkat.
Memang sepintas khayalan-khayalan tersebut terlihat menyenangkan. Namun, jika hal-hal tersebut benar-benar terjadi, keseimbangan di sekolah bisa goyah. Kenapa? Tentu saja karena lama-kelamaan akan muncul sistem Guru Hologram, atau bahkan sekolah hologram! Mungkin saja lama-kelamaan kehidupan kita akan dikuasai oleh mesin dan robot. Dan jika suatu saat seluruh sistem pengaman elektronik sekolah dibobol oleh seorang cracker, maka sekolah akan disfungsi. Semua sistem kacau. Sistem penyimpanan data diobrak-abrik, alat teleportasi tidak berfungsi, dll.

Selain itu, sesuatu yang serba praktis membuat kita menjadi pemalas. Tubuh akan menjadi sungkan untuk bergerak, dan bisa-bisa kita terkena berbagi gangguan penyakit karena jarang bergerak. Nggak mau kan? Makannya kita harus bersyukur dengan keadaan sekolah yang seperti saat ini. Segala sesuatu yang kita jalani pasti ada hikmahnya.

Pokoknya, kita harus terus semangat sekolah, CAYO!!!^^ Klik untuk membaca lanjutannya

10 komentar

Kamis, 19 Februari 2009

HOTSPOT, BIKIN BETAH DI SEKOLAH

Kamis, 19 Februari 2009
Pernah nggak ngrasain gimana asiknya ngenet gratis?
Dan kalau kamu bisa melakukannya dimana aja di sekolahmu. Browsing-browsing cari tugas, sambil makan cemilan dan minum teh hangat, trus sambil liat angsa yang berbaris mengikuti induknya… *menghayal*. Jadi ngerasa kalau kita adalah mahasiswa di sebuah universitas terkenal yang berhotspot. Keren kan?

Di sekolahku, semua itu bisa aja. Pasti seneng donk kalau bisa browsing-browsing gratis di sekolah. Cari tugas jadi gampang, nggak perlu repot-repot ke warnet. Dan tentunya lebih irit.

Sebenarnya, hotspot itu apaan sih? Wifi itu apaan sih? Makanan jenis apaan kah?
Menurut salah satu literature yang ada, Hotspot adalah layanan internet tanpa kabel yang menggunakan teknologi Wi-Fi (802.11b). Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah istilah populer untuk jaringan wireless (tanpa kabel) dengan frekuensi tinggi. Teknologi Wi-Fi 802.11b menggunakan frekuensi 2.4 GHz yang mempunyai kecepatan hingga 11 MBps.
Nah, itu tadi penjelasan singkat tentang hotspot.
Karena sekarang di SMA N 1Bantul sudah menyediakan layanan hotspot, siswa bisa mengakses internet dari mana saja di lingkungan sekolah. Dari kelas, dari lobi, dari aula, pokoknya terserah. Yah…walaupun ada beberapa tempat tertentu yang sinyalnya lemah. Kerennya lagi, kita nggak perlu password dan user ID untuk menggunakan layanan hotspot SMA N 1 Bantul. Jadi kita nggak perlu bingung-bingung mengisi user ID dan password, yang mungkin bagi sebagian orang terasa merepotkan.

Tapi menurut pendapatku, ke depannya, jangkauan hotspot di SMA N 1 Bantul perlu diperluas dan ditambah banwitnya agar di sudut-dusut terpencil sekolah pun kita masih bisa mengakses internet. Dengan penambahan jangkauan, perlu juga sebuah user ID dan password yang hanya diketahui oleh warga sekolah saja. Jadi orang di sekitar lingkungan sekolah yang masih kecipratan hotspot nggak bisa mengakses dengan bebas.

Coba ya bayangkan. Misalnya saja kita ada di pelajaran apa gitu…. Tiba-tiba ada salah satu siswa yang bertanya “Lumut yang selama ini dikenal sebagai tanaman parasit apakah mempunyai nilai guna? Apakah ada nilai ekonomisnya? Apakah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat?”. Kalau misalnya saja seluruh kelas nggak ada yang tahu, kita bisa mencari jawabannya di internet. Tinggal mengeluarkan laptop, dan browsing deh… Gampang kan. Jadi selain nambah ilmu, juga tambah kreatif.

Selain membawa dampak positif, ada juga dampak negative hotspot. Karenya adanya hotspot, bisa jadi siswa bisa ketagihan ngenet gratis. Walaupun bisa dibilang nggak berbahaya, tapi kalau lupa waktu dan lupa belajar kan juga gawat.. Bisa lupa mengerjakan PR dan tugas. Selain itu, siswa juga jadi lebih betah berlama-lama di sekolah. Yang ini aku nggak tau dampak positif atau negative. Kan kalau berlama-lama di sekolah, kita bisa makin cinta sama sekolah (ceile…), tapi kasian juga Pak Penjaga sekolah… Dia harus menunggu samapai manghrib sebelum mengunci seluruh ruangan di sekolah.

Jadi bagi temen-temen yang suka Wifi-nan di sekolah, jangan samapai terlalu malam. And inget, kalau makan sesuatu sampahnya jangan lupa dibuang ke tempat sampah, jangan sampai mengotori lingkungan. Sekolah kita juga milik kita, jadi kita juga harus menjaganya.

GO SABA!! Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Selasa, 17 Februari 2009

SAAT SEMUA RUANG KELAS BERUBAH

Selasa, 17 Februari 2009
Kebayang nggak kalau di setiap ruangan di sekolahmu ada LCD proyektor plus layar permanen di dindingnya? Kebayang nggak gimana asiknya presentasi pakai LCD di semua ruang kelas? Cool banget.

Itu tadi yang akan terjadi di semua ruang kelas SMA N 1 Bantul. Walaupun saat ini baru beberapa ruang saja yang dipasang LCD proyektor permanen. Ruangan tersebut antara lain Ruang Bahasa Indonesia 1, Ruang AVA (Audio visual), Laboraturium Kimia, Aula Atas, laboraturium komputer, Laboraturium Fisika, Dan Laboraturium Biologi. Rencananya, beberapa tahun ke depan, semua ruang kelas di SMA N 1 Bantul akan dilengkapi dengan LCD proyektor permanen. Dengan begitu, diharapkan para guru dan siswa dapat maksimal dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Tak lagi monoton seperti jaman dahulu, guru bicara dan murid mencatat*bored*. Metode pembelajaran yang diharapkan adalah partisipasi aktif dari siswa.

Nah, sebernarnya ada beberapa sisi positif dan negative dari pemasangan LCD permanent.

Sisi positif dari penggunaan LCD permanent di setiap ruang kelas antara lain:

-praktis.
Nah, kalau berhubungan sama sesuatu yang berbau praktis, pasti semua orang mau. Tak perlu repot-repot lagi menggambar atau menulis menggunakan mika transparan, tinggal ketik di komputer, lalu jadilah. Saat mengajar pun guru tak perlu repot-repot berdiri, bolak-balik kesana kemari. Hanya duduk, pencet tombol, dan materi pembelajaran pun keluar. Karena LCDnya ada di semua ruang, kita tak perlu lagi repot-repot mencari ruang ber LCD yang sedang tidak dipakai kelas lain.

-Menarik dan menantang
Penanyangan materi dengan menggunakan animasi komputer terbukti lebih menarik dan menantang bagi siswa. Kenapa? Karena pada dasarnya siswa menyukai suatu hal yang baru, fresh, dan tidak monoton. Dengan tugas untuk membuat presentasi power point atau lash dari guru, siswa juga akan tertantang untuk menguasai lebih tentang kegunaan software komputer. Karena siswa yang membuat materinya sendiri, maka ilmunya pun akan labih lama “nempel” di kepala.

-Melahirkan pakar-pakar baru
Dengan adanya LCD, siswa maupun guru dilatih untuk dapat membuat presentasi dengan power point. Bagaimana membuat animasi, bagaimana menyesuaikan background dengan tulisan, bagaimana mengatur kontras warna, atau bagaimana mengatur timing presentasi yang tepat. Dengan begini, ilmu komputer masyarakat Indonesia pun semakin berkembang. Untuk pengoperasian LCD (setting dan pengeturan gambar) membutuhkan tenaga ahli yang dapat menggunakannya. Kalau nggak ada yang bisa, mau nggak mau harus mau (hehe…). Jadi terpaksa kita harus belajar untuk menjadi “Tuan Operator”.

-Media pengganti Home Theater
LCD nggak Cuma bisa untuk presentasi. Tapi bisa juga untuk nonton film. Ini dia yang disukai mayoritas siswa (termasuk aku hehe). Siapa sih yang nggak suka liat film, apalagi yang menarik. Menonton film yang berhubungan dengan materi pembelajaran, akan berdampak posotif bagi ingatan siswa.

Nah, adapun sisi negatifnya yaitu:

-Gangguan mata
Saat melihat menggunakan LCD, biasanya lingkungan sekitar sengaja dibuat gelap agar gambar yang ditayangkan menjadi lebih jelas. Kontras kecerahan itulah yang kurang baik bagi mata. Mata menjadi cepat lelah karena terus-menerus terfokus pada layer LCD yang relatif lebih terang dibanding kondisi sekitar. Jadi saat pembelajaran, jangan terlalu sering menggunakan LCD proyektor, sesekali belajar di luar ruangan bagus untuk merilekskan mata

-Butuh Perangkat tambahan
Apakah itu? Tentu saja laptop atau DVD player. Kalau nggak ada laptop atau DVD player, LCD proyektor nggak akan berfungsi karena nggak ada yang diproyeksikan. Jadi kalau diumpamakan sebagai nasi goreng, LCD proyektor tanpa perangkat tambahan adalah nasi goreng tanpa garam. Hambar!

-Listrik
Perangkat elektronik yang satu ini nggak lepas dari listrik. Kalu listrik mati, nggak akan bisa nyala. Jadi sekolah harus menaikkan aya agar saat LCD dipakai, listrik tidak akan “njegleg” mendadak.


-Muahhal
Untuk pemasangan satu LCD proyektor dan layar permanent di dinding, kira-kira menghabiskan dana sekitar 7 juta. Coba hitung berapa dana yang dibutuhkan untuk 24 ruangan! Tapi seperti pepatah Jawa, Jer Basuki Mawa Bea yang artinya Segala sesuatu membutuhkan biaya. Asal untuk kebaikan nggak masalah deh…



Nah, itu tadi sisi postif dan negatif dari penggunaan LCD proyektor di setiap ruangan. Semoga saja kelak terwujud dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA N 1 Bantul.

GO SABA!!! Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

RAMAH LINGKUNGAN??? Why Not


(es yang mulai mencair di kutup)
Dewasa ini dampak dari Global warming atau pemanasan global mulai terasa. Mulai dari memanasnya suhu bumi, gangguan kesehatan, sampai melelehnya es di kutup. Bayangkan jika semua es di kutup leleh. Pertama-tama dataran rendah akan terbenam, kemudian disusul dengan dataran sedang, dan dataran tinggi. Mungkin yang tersisa hanyalah dataran yang amat sangat tinggi saja, dan akhirnya terbentuklan World Water atau dunia air. Mungkin saja manusia yang masih hidup akan beradaptasi dan berevolusi. Tapi yang terparah adalah jika lapisan ozon sepenuhnya habis, sinar radiasi dan benda berbahaya bisa saja masuk dengan mudah ke bumi. Bumi tidak akan ramah lagi untuk ditinggali. Dimanakah kita akan tinggal??

Jadi, sebelum semua itu terjadi, marilah kita merubah pola hidup kita yang kurang ramah terhadap alam. Seperti membuang sampah sembarangan, memakai CFC, membuang polutan secara sembarangan, memakai perangkat listrik secara tak terkendali, penebangan hutan secara serampangan, mengotori lingkungan, juga termasuk menggunakan kendaraan bermotor secara berlebihan.

Bagi para siswa yang letak rumahnya jauh dari sekolah, naik kendaraan bermotor tentu menjadi pilihan utama. Naik sepeda memang lebih baik, namun yang dikhawatirkan adalah rasa lelah setelah bersepeda jarak jauh. Konsentrasi saat pelajaran bisa terganggu, seperti timbulnya rasa mengantuk, lemas,lelah, atau malas. Jadi lebih baik menggunakan kendaraan bermotor, selain lebih cepat, juga lebih hemat energi. Nah, ada beberapa tips agar kita dapat meminimalisir global warming tetapi tetap bisa menggunakan kendaraan bermotor.

Naik kendaraan umum

Banyak yang mengira bahwa bus atau kendaraan umum adalah penyumbang polutan yang besar. Itu tidak sepenuhnya benar. Bus memang mengeluarkan polutan dalam jumlah yang lebih besar dari motor, namun pertimbangkanlah individu sebagai subjek yang menggunakan kendaraan bermotor tersebut. Sebuah sepeda motor hanya dapat menampung 2 orang, namun bus dapat menampung hingga 30an orang. Misalkan saja motor mengeluarkan polutan sebanyak 2α, dan bus mengeluarkan sebanyak 8α, jika dilihat secara “polos” memang bus lebih banyak mengeluarkan polutan. Namun sekarang kita lihat dari individu yang ada di dalamnya. Seseorang yang mengendarai motor akan menghasilkan α polutan, sedang seseorang di dalam bis akan menghasilkan 0,267 α polutan. Jadi, semakin banyak orang yang mengendarai bus, tingkat polutan di udara akan semakin berkurang

Zeolit pada knalpot
Zeolit adalah suatu senyawa kimia berpori yang dapat memisahkan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika jumlahnya melampaui ambnag batas. Misalnya Pb, Cu, Cd, Zn, Co, Ni, dan Hg. Zeolit juga dapat meyerap zat rumah kaca seperti NH3, CO2, SO2, SO3, dan NOx yang merupakan hasil pembakaran tak sempurna pada kendaraan bermotor. Jadi jika jumlah zat-zat tersebut dikurangi, efek rumah kaca akan dapat diminimalisir. Zeolit kaltalitik sering dikenal juga dengan sebutan katalitik konventer. Pabrikan kendaraan bermotor ternama di dunia sudah menggunakan katalitik konventer pada produk-produknya. Jadi, bagi siswa yang motornya sudah ber-katalitik converter, jangan dilepas sembarangan (di blombong).

Bumi kita milik kita, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga? Jadi, gunakankanlah kendaraan bermotor yang berdampak minimal terhadap global warming Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Sabtu, 14 Februari 2009

PEMANEN PADI OTOMATIS

Sabtu, 14 Februari 2009

Berasal dari cerita seorang kawan........

“Aku kemaren habis ikut Bapak manen padi di sawah. Kenapa ya dari dulu kalau orang manen padi pasti manual terus? Kayaknya aku liat di dimana-mana di Indonesia, nggak ada yang otomatis. Capek juga…. Punggung pegel, kaki kaku-kaku, linu, pokoke ra penak

Pada umumnya, financial petani-petani di Indonesia berada pada glongan menengah, atau menengah ke bawah. Sungguh ironis, padahal mereka yang menanam padi sebagai makanan pokok di Negara kita. Kondisi tu sangat berlainan dengan kondisi di Barat, dimana petani pada umumnya dalah orang yang makmur. Salah siapakah ini? Apakah salah pemerintah karena sering mengimpor beras? Atau salah petani karena kualitasnya kurang bagus? Tidak ada yang salah… *lho?* Karena disini saya tidak akan membahas politik negara, tetapi tentang sains dan teknologi.

Alat pemanen padi kami menggunakan prinsip gerak fisika yang sederhana. Yaitu gerak rotasi dan tekanan permukaan.

Kami membuat pemotong padi yang bahan bakunya dari kayu dengan alasan ramah lingkungan. Kemudian ada bagian pemotong yang berasal dari lagam dengan ujung tajam (berbentuk seperti pedang). Ujung yang tajam menggunakan prinsip P= F/A, Pressure sebanding dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas permukaan. Jadi semakin kecil permukaan pemotong, semakin baik pula hasilnya.

Dalam proses pergerakan mesin, kami menggunkan gerigi-gerigi yang akan meningkatkan putaran alat. Misalnya hanya perlu sekali dayuh untuk mendapatkan 4 putaran. Dengan begitu, tenaga yang dipakai akan lebih efisien. Dan terutama tidak perlu repot-repot membungkuk untuk memotong.

Namun sayangnya ide itu kemali terpatahkan. Kini karena cyberworld lagi. Setelah kami browsing-browsing, ternyata alat tersebut sudah dibuat versi pabrikannya di luar negeri. Mungkin saat ini Indonesia baru bisa mengimpornya saja.. Tetapi inovasi tetaplah inovasi, kami berharap untuk merancang sebuah inovasi, bukan tiruan.

Saya harap kelak suatu saat nanti anak bangsa Indonesia mampu menciptakan alat pemanen padi otomatis buatan dalam negeri. Suatu kebanggan ketika kita tidak hanya menikmati hasil, tapi turut serta dalam proses pembuatannya.

Go Indonesia! Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

TETAP SEMANGAT BELAJAR DENGAN ION NEGATIF


Setelah seharian bekerja, pasti badan ini terasa lelah. Mata mengantuk ,punggung pegal-pegal, mata merah, lemas, dll. Apalagi bagi para siswa. Kita dituntut untuk selalu aktif dan produktif dalam belajar. Nggak terkecuali kita juga harus mengerjakan PR dan tugas yang terkadang jumlahnya berjibun. Lelah? So pasti. Cara istirahat yang tepat adalah dengan tidur yang nyenyak. Namun, sulit sekali untuk tidur nyenyak dengan kondisi fisik yang tidak mendukung. Tidur bukan masalah waktunya, tetapi kualitasnya.

Dari kenyataan itulah kami tertarik untuk menciptakan sebuah alat yang bisa me-refresh kembali pikiran. Ide untuk membuat lampu ion negatif ini muncul saat aku membaca sebuah artikel yang berjudul “Misteri Ion Negatif di Piramida”. Dari fakta-fakta berbagai sumber, dapat disimpulkan kalau ion negatif sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kok bisa?? Sebenarnya ion negatif itu apa sih?


Dalam sebuah atom, terdapat muatan positif dan negatif atau yang sering dikenal dengan proton dan electron. Ada saat-saat kondisi tertentu dimana atom kehilangan proton sehingga yang tersisa hanya elektron. Atom yang hanya memiliki elektron inilah yang disebut dengan ion negatif. Dalam kasus piramida, ion negatif terbentuk dari batuan ( yang mengandung magnet) pada dinding piramida. Batu yang menyusun dinding piramida memiliki medan magnet yang mengacaukan sistem atom. Yang tersisa adalah ion negatif. Fakta yang ada mengatakan bahwa orang-orang yang bekerja di piramida selalu merasa sehat dan bugar. Sampah yang secara tidak sengaja di buang di dalam piramida juga tidak mengalami pembusukan. Ion negatif lah yang menyebabkan keajaiban-keajaiban kecil tersebut.



Ion negatif tidak hanya dapat ditemukan di dalam piramida, tetapi juga tempat-tempat lain yang bisa kita jangkau dengan mudah. Ion negatif banyak ditemukan di sekitar air yang saling bertumbukan. Air terjun, saat hujan, air mancur, hutan pinus, ataupun sungai. Itulah mengapa kita merasakan perasaan nyaman saat berada di dekat air yang memancar. Pada daerah pegunungan terdapat 2000-4000 ion negatif setiap cm3. Sedang di kota besar hanya terdapat 100 ion per cm3. Sedang ion negatif yang berada di rumah kita sekitar 10 ion per cm3!

Ion negatif amat bermanfaat bagi kesehatan. Selain menyegarkan kembali pikiran yang jenuh, ion negatif juga berfungsi untuk memperlancar aliran darah. Ion negatif juga dapat membersihkan udara dengan cara mengionisasi partikel pencemar sehingga partikel tersebut saling mengikat, menggumpal dan akhirnya jatuh ke lantai untuk disapu. Dengan adanya ion negatif, konsentrasi dan kenyamanan dalam belajar pun meningkat. Ion negatif dapat menetralisir ion positif yang keluar dari perangkat elektronik di sekitar kita. Dengan manfaat yang bgitu banyaknya, kami berusaha untuk membuat ‘sesuatu’ yang dapat mengeluarkan ion negatif.

Prinsip pertama yang kami pakai adalah tentang tumbukan air. Kami berencana membuat piramida mini yang di dalamnya terdapat air yang terus memancar. Tapi alat itu “gagal dalam proses perancangannya” karena kami tidak bisa membuat sistem bagaimana sliran air yang terus memancar itu. Timbul ide-ide lain yang lebih praktis. Misalnya saja pin. Setiap siswa pasti memakai pin atau bros, akan sangat praktis jika kita dapat selalu dekat dengan ion negatif. Kami berencana menggunakan prinsip batu magnet pada pin tersebut. Tapi karena merasa kalau output ion negatifnya terlalu kecil dan kurang inovatif, maka “pin” itu pun lebur. Hand band, cicin, gantungan kunci pun muncul dalam ide kami. Namun setelah browsing-browsing di cyber-world, kami membatalkan rencanan tersebut. Ternyata alat-alat itu sudah ada. We’re too late…

Akhirnya muncul ide untuk membuat lampu ion negatif. Kenapa lampu? Setiap hari kita pasti meyalakan lampu, kalau gelap, mendung, dark, ataupun peteng.*ide brilian kah?*Dengan menggunakan prinsip rambat kalor, magnet, dan tumbukan, kami membuat lampu itu. Setelah mencari referensi lain, ternyata Ion Negatif juga dapat dihasilkan oleh panas. Jadi, lampu bohlam (yang warnanya kuning) juga menghasilkan ion negatif, walaupun jumlahnya cuma sedikit. Jadi, apakah keunggulan Lampu ion negatif kami kalau ternyata lampu Bohlam biasa juga menghasilkan ion negatif?

Lampu ion negatif yang efisien adalah lampu yang tidak menghasilkan cahaya yang terang karena merusak mata tetapi dapat menghasilkan ion negatif dalam jumlah yang besar. Sayangnya ilmu kami belum sampai ke taraf yang tinggi utnuk menciptakan alat tersebut. Mungkin suatu saat nanti akan ada orang yang akan menciptakan “Lampu Ion Negatif” yang akan menyehatkan umat di seluruh dunia*berharap*. Dan dalam bayanganku…….pelajar yang tadinya lesu mengerjakan tugas bisa kembali bugar setelah lampu dinyalakan.

Satu pertanyaan yang belum dapat kami pecahkan, “kalau ada ion negatif, kemana kah perginya si ion positif?? Padahal ion positif amat berbahaya…”
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar