Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Jumat, 06 Maret 2009

Hormon Pemercepat Pertumbuhan Tanaman

Jumat, 06 Maret 2009


"Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir luas areal hutan di Indonesia menurun dari 162 juta hektar menjadi 98 juta hektar. Laju pengurangan hutan sangat cepat dari 1 juta hektar di tahun 1980 menjadi 1,7 juta hektar per tahun pada 1990, bahkan meningkat pengurangan luas hutan menjadi 2 juta hektar per tahun sejak 1996 . Angka tersebut telah melebihi taksiran tingkat deforestasi yang bisa diterima, yaitu berkisar antara 0,6-1,3 juta hektar per tahun."

Kawan, betapa memprihatinkannya kondisi hutan di Indonesia. Indonesia yang dulunya adalah negeri hijau dengan berjuta keanekaragaman hayati, kini kering dan gersang. Indonesia yang dulu subur penuh kehidupan, kini menangis meronta mengiba belas kasih. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kini hanya bisa meneteskan air mata melihat semua itu dinikmati bangsa lain. Bangsa lain makmur karena harta kita, bangsa kita miskin di tengah harta yang melimpah.


berikut ini ada beberapa gambar hutan di Indonesia sebelum ditebangi




(hijau dan sejuk)


(gelap penuh misteri)



Setelah ditebangi


Memprihatinkan bukan? Aduduh... Kapan Indonesia akan bangkit? Entah kenapa, sebagai seorang pecinta alam, aku sangat prihatin dengan kondisi hutan di Indonesia. Fakta yang membuatku semakin prihatin adalah tentang negara tetangga kita, Malaysia. Malaysia dikenal sebagai negara pengekspor kayu terbesar, padahal hutannya nggak berkurang sedikit pun. Malah, hutan-hutan di Indonesia lah yang tandas, gundul. Bukan negative thinking, tapi mungkin saja ada oknum dalam negeri yang menjual kayu-kayu hutan kita ke Malaysia dengan harga murah, dan kemudian Malaysia menjualnya ke seluruh dunia. Kalau tidak, kemanakah larinya kayu-kayu kita? Dan dari manakah Malaysia mendapatkan kayu-kayu untuk diekspor?

Penggundulan hutan merupakan salah satu penyumbang besar terjadinya global warming. Manusia dan kendaraan bermotor mengeluarkan zat sisa yang salah satunya adalah CO2, manusia juga membutuhkan (oksigen) O2 untuk oksidasi biologi. Tumbuhan memerlukan CO2 untuk fotosintesis dan mengeluarkan O2. Siklus itu terus berputar dan keseimbangan dunia tetap terjaga. Namun lain halnya jika jumlah tumbuhan berkurang, keseimbangan alam akan terganggu. Apalagi sekarang ini jumlah manusia dan kendaraan bermotor amat sangat banyak. Kalau jumlah tumbuhan dan hutan nggak diperbanyak, bagaimana jadinya dunia? Bumi yang awalnya hijau-biru bisa jadi kelabu, hitam pekat karena banyaknya asap buangan.

Jadi, marilah kita rebisasi kembali hutan-hutan di Indonesia. Tapi bagaimana caranya? Pohon-pohon memerlukan waktu berates-ratus tahun untuk tumbuh besar seperti di hutan-hutan (sebelum ditebangi). Butuh waktu beratus-ratus tahun untuk mengembalikan kondisi hutan seperti semula, padahal untuk menghancurkannya hanya butuh waktu beberapa hari saja...

Sebenarnya ada suatu cara yang dapat mengembalikan hutan-hutan seperti semula dengan waktu yang cepat. Caranya adalah dengan membuat hormon pemercepat pertumbuhan tanaman. Misalnya saja 50 tahun dipercepat menjadi 5 hari. Jadi, untuk tumbuhan yang perlu 100 tahun untuk tumbuh besar, bisa diberi 2 tablet hormon ini. Ide ini memang mustahil, imposible, gila! Namun siapa tahu suatu saat nanti bisa benar-benar dibuat. Dulu sebelum ada kendaraan bermotor yang cepat, sesuatu yang bergerak cepat dianggap sihir. Namun sekarang, pesawat dengan kecepatan suara pun sudah ada.

Kembali ke hormon. Jika hormone ini dibuat, kita juga harus mempertimbangkan berbagai hal. Bagaimana asupan makanan tumbuhan selama 50 tahun dapat terpenuhi hanya dalam 5 hari. Bagaimana pemenuhan asupan makanan jika waktu hidupnya dipersingkat dari 50 tahun menjadi 5 hari. Bagaimana juga nasib mikroorganisme yang hidup pada tumbuhan itu.

Misalnya saja ada semut yang membuat sarang di dekat pohon. Lima hari kenudian ia akan terheran-heran "Pohonnya kok gedhe banget ya? Perasaan kemaren nggak segedhe ini? Apa karena akunya emang kecil?". Itu pun kalau semutnya samapi befikir ke arah itu^^

LETS GO GREEN INDONESIA, LETS GO GREEN THE WORLD!


3 komentar:

Ophie mengatakan...

emank bikin prihatin si...

Tapi apa bisa buat ntu hormon? Mustahil dewh! Ga usah ngaco

alvionita mengatakan...

tunggu,, deh,,
hormon pa yg mempercepat pertbahannya???
beri tahu donk.....

da tugas sprti tuh sehhh
pakah hormon giberelin???
n belinya dimana???

Anonim mengatakan...

Ophy: sapa tau iso

avonita: pakai auksin sama giberelin. Tp itu reaksinya g instan n g secepat yg diperlukan untk menghijaukan kembali bumi

eh, g tau nek belinya dimana

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^