Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Rabu, 18 Maret 2009

Dilema Spidol dan Kapur Tulis

Rabu, 18 Maret 2009
Perangkat yang satu ini nggak pernah lepas dari kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di TK, SD, SMP, SMA, bahkan sampai universitas pasti ada perangkat yang satu ini. Yup, perangkat tersebut adalah papan tulis. Papan tulis adalah papan dari kayu dengan permukaan yang bisa ditulis ulang dengan menggunakan kapur tulis. Papan tulis zaman dulu dibuat dari lembaran tipis batu tulis berwarna hitam atau abu-abu.



(black board)



(whiteboard)


Papan tulis sekarang dibuat dari lembaran papan yang dicat dengan cat yang tidak mengkilat, biasanya berwarna hitam atau hijau. Tulisan atau gambar yang dibuat dengan kapur tulis mudah dihapus dengan lap basah atau penghapus papan tulis. Papan tulis sering tidak disenangi orang dengan alasan kapur tulis yang dibuat dari gipsum menghasilkan banyak debu. Walaupun produsen kapur tulis sudah menyatakan produknya bebas debu, sebagian orang tetap saja tidak suka dengan papan tulis. Pada sebagian orang, debu kapur tulis bisa menyebabkan alergi atau membuat sakit penderita asma. Papan tulis sudah banyak digantikan whiteboard yang menggunakan spidol.

Masyarakat beralih dari blackboard atau papan hitam ke whiteboard dengan alasan kapur tulis lebih banyak kekurangannya disbanding spidol. Perbandingan kapur tulis dengan spidol antara lain:


Kelebihan kapur tulis

+lebih ekonomis
+blackboard dapat dicat kembali jika sudah pudar
+mudah ditemui di pasaran
+bisa dipatahkan dan digunkan untuk melempar murid yang mengantuk (sebaiknya nggak dilakukan)

Kekurangan:
-dianggap lebih kuno
-lebih belepotan di tangan
-lebih berdebu
-mengganggu kesehatan pernafasan
-debu bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi

Sedangkan untuk spidol

Kelebihan:
+lebih rapi
+ebih efisien
+dianggap lebih modern
+nggak aka nada debu yang masuk mata
+(katanya) lebih sehat

Padahal menurut penelitian di laboratorium ITB, dibuktikan bahwa kandungan dalam kapur tulis tidak membahayakan pernafasan. Hanya mungkin butiran kapur tulis kadang menyebabkan sedikit rasa panas di kulit (untuk beberapa orang). Tapi karena debu kapur tulis tergolong ukuran besar, butirannya tertahan oleh bulu-bulu hidung, sehingga tidak sempat masuk ke dalam paru-paru. Tetapi partikel kapur ini dapat menyebabkan batuk-batuk.

Justru bahan kimia pelarut dalam spidol yang terhisap tubuh dapat mengganggu kesehatan, karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih berbahaya. kalau terhirup maka partikelnya bisa mengendap di paru-paru, sehingga dalam jangka waktu yang lama, bisa menyebabkan penyakit paru-paru.

Selain itu spidol juga mempunyai kekurangan, antara lain:
-lebih mahal dibanding kapur
-pengisisan ulang tinta repot, bisa belepotan dan terkena tangan atau pakaian.

Jadi, bagaimana? Kalau pakai kapur bisa batuk-batuk karena banayaknya debu, kalau pakai spidol bisa kena gangguan paru-paru. Sebenarnya ada cara untuk debu dari kapur atau gas berbahaya spidol, yaitu dengan LCD proyektor plus laptop. Namun sayangnya, butuh dana yang besar untuk menghadirkan LCD proyektor dan laptop dalam setiap ruang kelas. Mungkin di masa depan, akan muncul media tulis menulis untuk pembelajaran yang lain. Misalnya papan tulis hologram yang dilengkapi kacamata pelihat segala (kacamata virtual).

Namun seledik punya selidik, kita tetap bisa menggunakan spidol dengan aman. Caranya adalah dengan rutin minum susu. Kenapa susu? Karena susu berfungsi menetralkan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, setelah bekerja seharian dengan whiteboard dan spidol, disarankan untuk meminum susu. Demikian juga setelah memasuki laboraturium kimia.

Ternyata tuhan menciptakan segala sesuatu di alam ini pasti ada kegunaannya ya^^

12 komentar:

TAHUSUSUR mengatakan...

wah bener bener... tapi mau gimana lagi, lebih enak pake spidol je,.. kan praktis, biar gak mbau gas pake masker ajah, tapi ntar malah dikira NINJa nyasar sekolah kalo semua masker-an :P hag hag hag

SabaYouth mengatakan...

Nah.. Usul dong ke sekolahan agar kembali ke blackboard.
Saya setuju tuh !
Ntar saya bantu deh.. He he

A Leader mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Ragil Cahya Maulana mengatakan...

di sekolah gw, guru" skarang ngajar udah pake laptop ama proyektor. sehingga whiteboard dan spidol yg ada jarang digunakan.

Kutupa mengatakan...

bagus tuh... tepat benget sama solusi yang Q anjurkan^^

(baca dulu ampe selese donk)

Anonim mengatakan...

Bismillah..spidol ramah lingkungan adalah solusinya. Bisa?
Sulit! tp Insy'allah pasti BISA!!!!
^_^

Nonadita mengatakan...

Setuju dengan idenya. Memang teknologi bisa menjadi solusi untuk banyak permasalahan :D

nonadita mengatakan...

Btw, ada yg berkomentar soal spidol ramah lingkungan. Apakah sudah ada? Bagus juga kalau memang sudah tersedia di pasaran ;)

Anonim mengatakan...

Akan sangat sulit untuk menghasilkan spidol yang ramah lingkungan, kemasan plastik tetap menjadi yang terbaik untuk sebuah spidol, yang cairannya mudah menguap.
Jadi tetap terbaik adalah kapur, masalah mengotori ruangan, itu masalah budaya bangsa yang malas untuk menjaga kebersihan, kan bisa dipel

Muamaroh Husnantiya mengatakan...

anoni,: bismillah..smg bisa^^

nonadita: iya bnr. tapi teknologi jg mrpkan pisau bermata dua lho. Technology is a solution, and a problems it self. Jd terkadang teknologi bs menyelesaikan suatu mslh, tapi akan menimbulkan mslh baru.
sayang sepertinya belum ada, kalau udah ada pasti digembor2in biar pakai spidol itu

anomin: skrg ada jg sterofom yang dibuat dr kulit jeruk, yg lbh ramah lingkungan dan mudah diurai. Selain plastik, ada jg bhn lain yang efektif untk menghindari penguapan. (sayang harganya lbh mahal)

jadi yg terbaik pakai batu bata saja:D *ngaco*

pinta mengatakan...

wkwk nice..

Muamaroh Husnantiya mengatakan...

thanks pinta:)

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^