Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Selasa, 17 Februari 2009

SAAT SEMUA RUANG KELAS BERUBAH

Selasa, 17 Februari 2009
Kebayang nggak kalau di setiap ruangan di sekolahmu ada LCD proyektor plus layar permanen di dindingnya? Kebayang nggak gimana asiknya presentasi pakai LCD di semua ruang kelas? Cool banget.

Itu tadi yang akan terjadi di semua ruang kelas SMA N 1 Bantul. Walaupun saat ini baru beberapa ruang saja yang dipasang LCD proyektor permanen. Ruangan tersebut antara lain Ruang Bahasa Indonesia 1, Ruang AVA (Audio visual), Laboraturium Kimia, Aula Atas, laboraturium komputer, Laboraturium Fisika, Dan Laboraturium Biologi. Rencananya, beberapa tahun ke depan, semua ruang kelas di SMA N 1 Bantul akan dilengkapi dengan LCD proyektor permanen. Dengan begitu, diharapkan para guru dan siswa dapat maksimal dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Tak lagi monoton seperti jaman dahulu, guru bicara dan murid mencatat*bored*. Metode pembelajaran yang diharapkan adalah partisipasi aktif dari siswa.

Nah, sebernarnya ada beberapa sisi positif dan negative dari pemasangan LCD permanent.

Sisi positif dari penggunaan LCD permanent di setiap ruang kelas antara lain:

-praktis.
Nah, kalau berhubungan sama sesuatu yang berbau praktis, pasti semua orang mau. Tak perlu repot-repot lagi menggambar atau menulis menggunakan mika transparan, tinggal ketik di komputer, lalu jadilah. Saat mengajar pun guru tak perlu repot-repot berdiri, bolak-balik kesana kemari. Hanya duduk, pencet tombol, dan materi pembelajaran pun keluar. Karena LCDnya ada di semua ruang, kita tak perlu lagi repot-repot mencari ruang ber LCD yang sedang tidak dipakai kelas lain.

-Menarik dan menantang
Penanyangan materi dengan menggunakan animasi komputer terbukti lebih menarik dan menantang bagi siswa. Kenapa? Karena pada dasarnya siswa menyukai suatu hal yang baru, fresh, dan tidak monoton. Dengan tugas untuk membuat presentasi power point atau lash dari guru, siswa juga akan tertantang untuk menguasai lebih tentang kegunaan software komputer. Karena siswa yang membuat materinya sendiri, maka ilmunya pun akan labih lama “nempel” di kepala.

-Melahirkan pakar-pakar baru
Dengan adanya LCD, siswa maupun guru dilatih untuk dapat membuat presentasi dengan power point. Bagaimana membuat animasi, bagaimana menyesuaikan background dengan tulisan, bagaimana mengatur kontras warna, atau bagaimana mengatur timing presentasi yang tepat. Dengan begini, ilmu komputer masyarakat Indonesia pun semakin berkembang. Untuk pengoperasian LCD (setting dan pengeturan gambar) membutuhkan tenaga ahli yang dapat menggunakannya. Kalau nggak ada yang bisa, mau nggak mau harus mau (hehe…). Jadi terpaksa kita harus belajar untuk menjadi “Tuan Operator”.

-Media pengganti Home Theater
LCD nggak Cuma bisa untuk presentasi. Tapi bisa juga untuk nonton film. Ini dia yang disukai mayoritas siswa (termasuk aku hehe). Siapa sih yang nggak suka liat film, apalagi yang menarik. Menonton film yang berhubungan dengan materi pembelajaran, akan berdampak posotif bagi ingatan siswa.

Nah, adapun sisi negatifnya yaitu:

-Gangguan mata
Saat melihat menggunakan LCD, biasanya lingkungan sekitar sengaja dibuat gelap agar gambar yang ditayangkan menjadi lebih jelas. Kontras kecerahan itulah yang kurang baik bagi mata. Mata menjadi cepat lelah karena terus-menerus terfokus pada layer LCD yang relatif lebih terang dibanding kondisi sekitar. Jadi saat pembelajaran, jangan terlalu sering menggunakan LCD proyektor, sesekali belajar di luar ruangan bagus untuk merilekskan mata

-Butuh Perangkat tambahan
Apakah itu? Tentu saja laptop atau DVD player. Kalau nggak ada laptop atau DVD player, LCD proyektor nggak akan berfungsi karena nggak ada yang diproyeksikan. Jadi kalau diumpamakan sebagai nasi goreng, LCD proyektor tanpa perangkat tambahan adalah nasi goreng tanpa garam. Hambar!

-Listrik
Perangkat elektronik yang satu ini nggak lepas dari listrik. Kalu listrik mati, nggak akan bisa nyala. Jadi sekolah harus menaikkan aya agar saat LCD dipakai, listrik tidak akan “njegleg” mendadak.


-Muahhal
Untuk pemasangan satu LCD proyektor dan layar permanent di dinding, kira-kira menghabiskan dana sekitar 7 juta. Coba hitung berapa dana yang dibutuhkan untuk 24 ruangan! Tapi seperti pepatah Jawa, Jer Basuki Mawa Bea yang artinya Segala sesuatu membutuhkan biaya. Asal untuk kebaikan nggak masalah deh…



Nah, itu tadi sisi postif dan negatif dari penggunaan LCD proyektor di setiap ruangan. Semoga saja kelak terwujud dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA N 1 Bantul.

GO SABA!!!

2 komentar:

ceret mania mengatakan...

I wau...

Aku nggak percaya deh, POTOnya mbok dipajang, baru aku percaya.

Ayolah kawanku yang baik... (kata-kata maut)

Pajang POTO nya yo??

Kutupa mengatakan...

udah tak pasang tuh mb Mis... Puas gak?

Yeah, baru sempet moto satu je

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^