Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Selasa, 17 Februari 2009

RAMAH LINGKUNGAN??? Why Not

Selasa, 17 Februari 2009

(es yang mulai mencair di kutup)
Dewasa ini dampak dari Global warming atau pemanasan global mulai terasa. Mulai dari memanasnya suhu bumi, gangguan kesehatan, sampai melelehnya es di kutup. Bayangkan jika semua es di kutup leleh. Pertama-tama dataran rendah akan terbenam, kemudian disusul dengan dataran sedang, dan dataran tinggi. Mungkin yang tersisa hanyalah dataran yang amat sangat tinggi saja, dan akhirnya terbentuklan World Water atau dunia air. Mungkin saja manusia yang masih hidup akan beradaptasi dan berevolusi. Tapi yang terparah adalah jika lapisan ozon sepenuhnya habis, sinar radiasi dan benda berbahaya bisa saja masuk dengan mudah ke bumi. Bumi tidak akan ramah lagi untuk ditinggali. Dimanakah kita akan tinggal??

Jadi, sebelum semua itu terjadi, marilah kita merubah pola hidup kita yang kurang ramah terhadap alam. Seperti membuang sampah sembarangan, memakai CFC, membuang polutan secara sembarangan, memakai perangkat listrik secara tak terkendali, penebangan hutan secara serampangan, mengotori lingkungan, juga termasuk menggunakan kendaraan bermotor secara berlebihan.

Bagi para siswa yang letak rumahnya jauh dari sekolah, naik kendaraan bermotor tentu menjadi pilihan utama. Naik sepeda memang lebih baik, namun yang dikhawatirkan adalah rasa lelah setelah bersepeda jarak jauh. Konsentrasi saat pelajaran bisa terganggu, seperti timbulnya rasa mengantuk, lemas,lelah, atau malas. Jadi lebih baik menggunakan kendaraan bermotor, selain lebih cepat, juga lebih hemat energi. Nah, ada beberapa tips agar kita dapat meminimalisir global warming tetapi tetap bisa menggunakan kendaraan bermotor.

Naik kendaraan umum

Banyak yang mengira bahwa bus atau kendaraan umum adalah penyumbang polutan yang besar. Itu tidak sepenuhnya benar. Bus memang mengeluarkan polutan dalam jumlah yang lebih besar dari motor, namun pertimbangkanlah individu sebagai subjek yang menggunakan kendaraan bermotor tersebut. Sebuah sepeda motor hanya dapat menampung 2 orang, namun bus dapat menampung hingga 30an orang. Misalkan saja motor mengeluarkan polutan sebanyak 2α, dan bus mengeluarkan sebanyak 8α, jika dilihat secara “polos” memang bus lebih banyak mengeluarkan polutan. Namun sekarang kita lihat dari individu yang ada di dalamnya. Seseorang yang mengendarai motor akan menghasilkan α polutan, sedang seseorang di dalam bis akan menghasilkan 0,267 α polutan. Jadi, semakin banyak orang yang mengendarai bus, tingkat polutan di udara akan semakin berkurang

Zeolit pada knalpot
Zeolit adalah suatu senyawa kimia berpori yang dapat memisahkan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika jumlahnya melampaui ambnag batas. Misalnya Pb, Cu, Cd, Zn, Co, Ni, dan Hg. Zeolit juga dapat meyerap zat rumah kaca seperti NH3, CO2, SO2, SO3, dan NOx yang merupakan hasil pembakaran tak sempurna pada kendaraan bermotor. Jadi jika jumlah zat-zat tersebut dikurangi, efek rumah kaca akan dapat diminimalisir. Zeolit kaltalitik sering dikenal juga dengan sebutan katalitik konventer. Pabrikan kendaraan bermotor ternama di dunia sudah menggunakan katalitik konventer pada produk-produknya. Jadi, bagi siswa yang motornya sudah ber-katalitik converter, jangan dilepas sembarangan (di blombong).

Bumi kita milik kita, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga? Jadi, gunakankanlah kendaraan bermotor yang berdampak minimal terhadap global warming

2 komentar:

ceret mania mengatakan...

Wah... nek gitu aku tak naek bis aja ah.. Tapi westprog sampe sekolahku ndadak ngebis dua kali je..

Ndak hemat ongkos. Nek ke skul mu sih mending, di pinggir jalan gedhe..

Kutupa mengatakan...

untung wae aku skul di Saba^^

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^