Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Kamis, 22 Mei 2014

Tanpa Jual Rokok, Swalayan Pamella Hidupi Lebih dari 500 Karyawan

Kamis, 22 Mei 2014
Yogyakarta, Sejak tahun 2003, jaringan Pamella Swalayan tidak lagi menjual rokok di delapan supermarketnya. Meski memegang teguh komitmen sehatnya tersebut, jaringan swalayan di Yogyakarta ini masih sanggup menghidupi lebih dari 500 karyawan.

Keputusan untuk tak menjual rokok bermula ketika Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan Supermarket, memperhatikan peringatan bahaya rokok yang terpampang pada iklan-iklan rokok. Ia kemudian semakin yakin lantaran buah hatinya terus mendesak agar dirinya berhenti menjual rokok.


"Saya merasa tidak enak setelah membaca peringatan di iklan rokok. Jadi sebenarnya (peringatan) iklan itu menyentuh hati saya," tutur Pamella mengomentari bunyi iklan rokok yang menyertakan peringatan bahaya kesehatan, ketika disambangi detikHealth di kantornya yang terletak di Jalan Kusumanegara, Yogyakarata, seperti ditulis pada Kamis (22/5/2014).

Awalnya Pamella sempat didera keraguan ketika akan memutuskan untuk berhenti menjual rokok. Pasalnya keuntungan penjualan rokok tak sedikit. Tetapi setelah kebijakan itu ia terapkan, omzet penjualannya justru meningkat.

Kebijakan untuk tidak menjual rokok sebelumnya telah ia terapkan pada cabang keenam dari supermarketnya, yakni Pamella 7. Sejak awal pendirian pada tahun 2000, supermarket tersebut memang sudah tak menyediakan rokok. Keputusan tersebut ia ambil lantaran suaminya, Sunardi Syahuri, memintanya menjajal mendirikan sebuah supermarket tanpa rokok. Ternyata, pendapatan dari swalayan tersebut justru melebihi yang ia targetkan.

Menurut wanita dengan lima anak itu, mendirikan pusat perbelajaan baru tanpa rokok akan lebih mudah ketimbang menghilangkan rokok dari pusat perbelanjaan yang sudah lama berdiri. Pasalnya terkadang ada masyarakat yang memberikan komentar tak sedap. Hal itu pernah ia dapati saat awal-awal menerapkan kebijakan.

"Masak toko besarnya segitu nggak jual rokok," ujar Pamella menirukan komentar warga yang tak sengaja didengar suaminya.

Meski demikian, wanita kelahiran 1955 itu tak pernah menyesali keputusannya. Selain mendapat penghargaan dari Yayasan Jantung Indonesia, ia juga berhasil mendirikan Pamella 8, Pamella Beauty Centre, Pamella Futsal, dan SPBU. Seluruh bisnisnya itu mempu menghidupi lebih dari 500 tenaga kerja yang seluruhnya dilarang merokok. 

sumber: detikHealth

0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^