Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2013

SAUNG ANGKLUNG UDJO, RUMAH BUDAYA PASUNDAN

Kamis, 18 April 2013
Laporan Perjalanan
Oleh: Muamaroh Husnantiya



Adalah Saung Angklung Udjo, sebuah sanggar seni yang berlokasi di Jalan Padasuka 118 Bandung. Saung ini merupakan sebuah sanggar seni sebagai tempat pertunjukan seni, laboratorium pendidikan, sekaligus objek wisata khas Jawa Barat. Uniknya, saung yang diprakarsai oleh Udjo Ngalagena dan Uum Sumiati ini memberdayakan masyarakat sekitar.

Beruntung saya dan mahasiswa Program Diploma III Kebendaharaan diberi kesempatan mengunjungi Saung ini dalam acara Studi lapangan yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran dan didukung oleh pihak sekretariat STAN.

Senin (15/04/13) sore itu, tepatnya pukul 17.45, rombongan kami tiba di SaungAngklung Udjo. Tak disangka, suasana sejuk dan nyaman menyambut kami. SaungAngklung Udjo dikelilingi oleh pohon-pohon bambu, dari kerajinan bambu dan interior bambu sampai alat musik bambu. Mungkin, nuansa bambu itulah yang memanjakan mata kami, sangat berbeda dengan nuansa perkotaan yang padat akan gedung-gedung beton pencakar langit.

Selain tempat pertunjukan, Saung Angklung Udjo juga menyediakan
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Selasa, 08 Januari 2013

Keengganan Menjadi Pejabat Pengadaan: Dilema Pemenuhan Indikator Pertumbuhan Nasional dan Kejerian akan Tuntutan Hukum

Selasa, 08 Januari 2013


Keengganan Menjadi Pejabat Pengadaan:
Dilema Pemenuhan Indikator Pertumbuhan Nasional dan Kejerian akan Tuntutan Hukum
Oleh: Muamaroh Husnantiya

Pendahuluan : Antara Pertumbuhan Ekonomi dan PBJ
Dalam teori makroekonomi, terdapat beberapa pendekatan dalam perhitungan pendapatan nasional, salah satunya adalah pendekatan pengeluaran yang menyatakan bahwa Y = C + I + G + (X - M). Makna teori tersebut, secara garis besar adalah pertumbuhan ekonomi bisa diciptakan lewat konsumsi (C), belanja pemerintah (G), investasi (I), dan net ekpor (X-M).

Unsur-unsur tersebut sekaligus menjadi indikator dalam menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Memang masih debatable, apakah indikator tersebut benar-benar mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya, namun sampai saat ini best practice masih menggunakan asumsi tersebut.
Faktor konsumsi dan belanja pemerintah menjadi titik tumpu dalam upaya peningkatan pertumbuhan nasional. Tentu saja karena dengan penduduk Indonesia yang berdasar hasil sensus terakhir di tahun 2010 jumlahnya mencapai 237.556.363 orang, tidak sulit untuk menigkatkan konsumsi.

Sari sisi belanja pemerintah, Indonesia memunyai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang jumlahnya mencapai ribuan triliun. Pada tahun 2013 anggaran untuk belanja adalah 1683 triliun dengan rincian belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.154,4 triliun dan transfer ke daerah Rp 528,6 triliun. Untuk belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja pegawai Rp 241,1 triliun, belanja barang Rp 167 triliun, belanja modal sebesar Rp 216,1 triliun, pembayaran bunga utang sebesar Rp 113,2 triliun.

Seperti yang telah kita ketahui, salah satu indikator dalam pertumbuhan nasional adalah besarnya realisasi unsur ‘G’ atau belanja pemerintah yang aalam APBN 2013 mencapai bilanga  1600 triliun. Faktanya, dalam realisasi belanja tersebut mau tidak mau pasti bersinggungan dengan pengadaan barang dan jasa.

Namun saat ini pengadaan di instansi pemerintah adalah merupakan salah satu penyumbang dalam pemenuhan penjara di Indonesia. Risiko dalam PBJ tidak pandang bulu, mulai dari Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota bahkan sampai tingkat Kepala Desa dapat dituntut jika ada kesalahan atau penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa. Penyebab maraknya korban yang harus mengiap di hotel prodeo karena pengadaan barang dan jasa bisa jadi disebabkan karena tiga hal: tertarik untuk melakukan penyelewengan, kambing hitam dari oknum yang melakukan penyelewengan, atau karena ketidakhati-hatian.

Kasus korupsi dalam proses PBJ di Indonesia  berjumlah hingga 3.423 kasus. Sementara itu 85 persen 173 kasus yang melibatkan kepala daerah juga merupakan kasus pengadaan barang dan jasa. Dari catatan KPK, lebih dari 70 persen adalah kasus pengadaan barang dan jasa. 90 Persen diantaranya terjadi saat perencanaan.

Ketakutan akan terjeratnya panitia pengadaan terhadap dugaan korupsi inilah yang menyebabkan kurang efektifnya beberapa pengadaan di Indonesia. Banyak orang-orang yang sebenarnya mampu dan berkompeten
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Rabu, 10 Oktober 2012

Larang, atau Izinkan Impor Garam?

Rabu, 10 Oktober 2012
Tulisan ini dibuat pada 29 Januari 2012, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Keuangan Publik
Saat itu, isu yang sedang santer beredar adalah kritisasi mengenai kebijakan impor garam. Saya ingin mempublikasikan kembali bahasan mengenai hal ini, sekaligus menggumamkan, betapa mudahnya suatu isu tenggelam ditelan isu yang lainnya.

 Era globalisasi membawa gelombang perubahan dinamis dengan daya paksa tinggi. Mau tidak mau setiap negara dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan itu. Siapa yang tidak dapat beradaptasi, ia akan dihantam oleh gelombang perubahan itu sendiri. Dunia berubah seiring waktu yang berjalan, negara-negara saling bergantian memasuki fase yang berbeda dalam gelombang konjungtur ekonomi. Silih berganti dari masa ke masa, dari negara satu ke negara lain.

Pada era sebelumnya, sebuah negara—sangat dimungkinan—dapat membatasi jumlah barang dan jasa impor dari luar negeri dengan cara pengenaan pajak, kuota impor, bea dan cukai, maupun dengan peraturan lain. Namun kini, ketika era pasar bebas dimulai, batasan antar negara yang dulunya ada kini seolah menjadi lenyap. Batas itu hanyalah sebagai batas teritori hukum, dimana pada realitanya batas itu tidak ada. Orang, barang, dan jasa  dari suatu negara dapat dengan mudahnya berpindah dari satu negara ke negara lain.

Beberapa waktu lalu, Presiden SBY selaku pemegang kekuasaan pemerintah tertinggi menyetujui kebijakan legalisasi impor garam. Reaksi yang berlebihan muncul dikalangan DPR. Mereka menyatakan bahwa hal tersebut akan mematikan petani-petani garam lokal. Sebagai imbas dari orasi salah satu anggota DPR tersebut, para grassroot perekonomian Indonesia yang terdiri dari rakyat kecil dan petani garam terhantam gelombang ketakutan yang sebetulnya tidak perlu ditakutkan. Anggota DPR dengan argumennya yang meyakinkan—namun tanpa dasar—berusaha meyakinkan ribuan rakyat Indonesia bahwa seharusnya presiden tindak membiarkan garam produksi luar negeri masuk ke Indonesia.

Salah satu stasiun televisi swasta tanpa mempedulikan netralitasnya sebagai insan jurnalis, terpengaruh opini DPR dan turut serta memojokkan pemerintah. Sebagai dampaknya, ribuan rakyat indonesia—tanpa didasari bekal pengetahuan yang cukup—ikut menyudutkan pemerintah. “Pemerintah adalah wakil rakyat tetpi tidak pro rakyat”, kalimat iulah yang menjadi senjata utama.

Di berbagai harian rakyat, baik media cetak maupun online, puluhan artikel bertajuk kebijakanimpor garam ini silih berganti menghiasi halaman utama. Baik artikel yang beraroma mendukung maupun yang mencerca kebijakan impor garam ini. Kedua belah pihak memiliki argumen masing-masing dalam mempertahankan pendapatnya mengenai kebijakan kontroversial ini.

Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 12 Juli 2012

Kulon Progo, Pesona yang Masih Terpendam

Kamis, 12 Juli 2012

Kulon Progo, sebuah kabupaten kecil di wilayah Provinsi Daerah Istiewa Yogyakarta yang ketenarannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan ketenaran kota Jogja. Kulon Progo memiliki luas 58.627,54 hektar, secara administratif terbagi menjadi 12 kecamatan yang meliputi 88 desa dan 930 dusun. Kabupaten Kulon Progo memiliki topografi yang bervariasi dengan ketinggian antara 0 - 1000 meter di atas permukaan air laut, yang terbagi menjadi 3 wilayah meliputi :

Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Rabu, 11 Juli 2012

Indonesia: Zamrud yang Tergores

Rabu, 11 Juli 2012
Orang mengatakan, “Indonesia adalah zamrud Khatulistiwa”. Julukan itu (dulu) tidak melebih-lebihkan. Indonesia memang hijau dan subur, membentang dari Sabang Hingga Merauke. Ribuan pulau eksotis yang kaya akan kekayaan hayati, lautan yang melimpah akan ikan dan terumbu karang, hutan dengan pinus jati yang menjulang tinggi, dan daratan maha luas nan indah. Wajar jika Indonesia dijuluki zamrud khatulistiwa: hijau, subur, dan indah.

Alam Indonesia membentang seluas 5.180.053 km2, terdiri dari 1.922.570 km²  daratan dan 3.257.483 km2 lautan. Letak Indonesia yang strategis berada di antara dua benua dan dua samudera—benua Asia dan Afrika dan dua samudera yakni samudera Hindia dan Pasifik—membuat Indonesia menjadi salah satu negara tempat singgah lalu lintas perdagangan. Namun kelebihan itu malah menjadi senjata makan tuan bagi Indonesia. Kekayaan yang melimpah dan letak dalam jalur strategis membuat bangsa-bangsa asing semisal Portugis dan Belanda ingin menguasai Indonesia
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Rabu, 20 Juni 2012

CERT, CIRT, dan ID-SIRTII : Benteng Pertahanan Serangan Dunia Maya

Rabu, 20 Juni 2012
Tim CERT dan ID-SIRTII  layaknya seorang cyber warior
Perkembangan teknologi informasi, khususnya pada dunia siber tidak hanya menghasilkan hal-hal yang bersifat postif, namun tak ayal terkadang berdampak negatif. Seperti inovasi/penemuan teknologi yang lain, ketika diciptakan pastilah dimaksudkan untuk menyelesaikan atau mempermudah suatu masalah.  Namun seiring berjalannya waktu, seringkali ditemukan bahwa teknologi yang telah diciptakan tersebut melahirkan masalah yang lain. Atau seperti dalam ungkapan Technology solve the problem, but in other way create another problem (M.Ht-2012)” Salah satu hal negatif yang merupakan efek samping negatif dari perkembangan internet antara lain adalah kejahatan dunia siber atau, cybercrime. Seperti yang telah kita ketahui, cybercrime ini banyak macamnya, seberti pada postingan saya sebelumnya.

Sebagai upaya penanggulangan terhadap serangan-serangan di dunia maya ini, diperlukanlah sebuah lembaga keamanan yang bertugas menjadi benteng pertahanan. (Atau kalau di dunia nyata semacam TNI lah..)  Di dalam ranah information security atau keamanan informasi, dikenal istilah CERT dan C-SIRT. Selain itu di Indonesia terdapat sebuah organisasi yang membidangi dunia keamanan informasi yang dinamakan  ID-SIRTII.

Apakah yang dimaksud dengan CERT? Apapula yang dimaksud dengan CIRT (C-SIRT)? Lantas ID-SIRTII itu apa?

Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Minggu, 17 Juni 2012

Hacking VS Cracking, Hacker VS Cracker, Serupa Namun Tak Sama

Minggu, 17 Juni 2012
Perkembangan teknologi kerap kali menyuguhkan  kosakata baru yang terasa asing bagi kita. Mungkin karena memang kita belum pernah mendengarnya sama sekali, atau sebenarnya kita mengetahuinya namun merasa tidak tahu karena biasa disajikan dalam bahasa asing atau bahasa serapan. Kosa kata yang kerap kita temui antara lain cybercrime, digital signature, social engineering, hacker, dan cracker. Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai hacker dan cracker. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan hacker dan cracker? Apakah sama atau berbeda? Jika berbeda, dimanakah letak perbedaannya?

Mungkin sebelum ini pembaca menyangka bahwa istilah hacking sama artinya dengan istilah cracking. Keduanya sama-sama jahat karena berusaha menyusup ke sistem orang lain dan berakibat buruk bagi si pemilik. Atau bahkan mungkin juga ada pembaca belum pernah mendengan istilah cracking. Seperti saya ketika masih duduk di bangku SMP, yang saya tahu hanyalah istilah hacker dan hacking saja. Dan memang, sepertinya istilah hacker lebih terkenal dan populer karena lebih sering digunakan di film-film.
Klik untuk membaca lanjutannya

8 komentar

Social Engineering, Celah yang Terbentuk dari Kelemahan Manusia

Perkembangan teknologi kerap kali menyuguhkan  kosakata baru yang terasa asing bagi kita. Mungkin karena memang kita belum pernah mendengarnya sama sekali, atau sebenarnya kita mengetahuinya namun merasa tidak tahu karena biasa disajikan dalam bahasa asing atau bahasa serapan. Kosa kata yang kerap kita temui antara lain cybercrime, digital signature, social engineering, hacker, dan cracker. Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai social engineering. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan social engineering?

Kali ini berbeda dengan istilah-istilah sebelumnya yang bisa dipahami hanya dengan melihat arti harafiahnya saja seperti cybercrime dan digital signature, pengertian Social Engineering tidak dapat langsung diartikan begitu saja dari bahasa asalnya. Social Engineering, jika diartikan
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Digital Signature, Bukan Sekedar Tanda Tangan yang Terdigitalisasi

Perkembangan teknologi kerap kali menyuguhkan  kosakata baru yang terasa asing bagi kita. Mungkin karena memang kita belum pernah mendengarnya sama sekali, atau sebenarnya kita mengetahuinya namun merasa tidak tahu karena biasa disajikan dalam bahasa asing atau bahasa serapan. Kosa kata yang kerap kita temui antara lain cybercrime, digital signature, social engineering, hacker, dan cracker. Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai digital signature. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan digital signature?

Jika ditinjau dari segi bahasanya, digital signature pastilah merupakan sebuah frasa yang berasal dari bahasa Inggris. Jika diterjemahkan secara kata perkata, didapatlah istilah “tanda tangan digital”. Apakah itu berarti sebuah scan tanda tangan kita sehingga memiliki format JPG atau PNG dan kemudian bisa dicopy ke dokumen-dokumen kita? Ternyata bukan. Yang seperti itu dinamakan digitalized signature (tandatangan yang terdigitalisasi) . Lalu apa sih yang dimaksud dengan digital signature ini?

Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Cybercrime, Digital Signature, Social Engineering, Hacker dan Cracker


Perkembangan teknologi kerap kali menyuguhkan kosakata baru yang terasa asing bagi kita. Mungkin karena memang kita belum pernah mendengarnya sama sekali, atau sebenarnya kita mengetahuinya namun merasa tidak tahu karena biasa disajikan dalam bahasa asing atau bahasa serapan. Kosa kata yang kerap kita temui antara lain cybercrime, digital signature, social engineering, hacker, dan cracker. Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai cybercrime. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan cybercrime?

Cybercrime jika diterjemahkan ke dalam
Klik untuk membaca lanjutannya

1 komentar

Minggu, 15 April 2012

Algoritma dan Flowchart, contoh kasus: USM STAN

Minggu, 15 April 2012
Mungkin sebagian dari kita sering mendengar kata Algoritma. Begitu mendengar algoritma mungkin akan membayangkan hal-hal seram dalam matematika seperti kalkulus. Tenang saja, Algoritma tidak sememusingkan kalkulus walaupun ia juga bagian dari matematika. Apa itu Algoritma? Apapula itu yang disebut dengan Flowchart?

Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

Minggu, 08 April 2012

Tentang 1G, 2G, 3G, 4G, GSM dan CDMA

Minggu, 08 April 2012


“Eh handphone baru? Apa spesifikasinya?”
“Ini 3G. Udah HSDPA juga.. kameranya 5 MP, wifi, memory up to 16 GB”
“Wah, keren ya! Kenapa nggak beli yang CDMA aja? Biar murah kalo mau telepon-teleponan”
“Enggak ah. HP CDMA variasinya nggak banyak. Enakan GSM”

 ******

Dari sepenggal percakapan di atas mungkin pembaca bertanya-tanya, apasih perbedaan antara GSM dan CDMA? Apa itu GPRS, EDGE, HSDPA, HSUPA? Apa yang dimaksud dengan 1G, 2G, 3G, 4G?

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering menjumpai istilah-istilah tersebut, bahkan mungkin sudah sangat akrab. Kita dapat membedakan dengan mudah antara provider GSM dan CDMA. Misalnya saja IM3, XL, As adalah kartu yang trmasuk golongan GSM, sedang Flexi atau Fren termasuk CDMA.  Kita juga dapat membedakan keunggulan handphone atau modem yang sudah suport 3G dan yang belum suport 3G. Tapi sebenarnya apasih maksud dari istilah-istilah tersebut?

Mari kita bahas satu per satu... ^^
Klik untuk membaca lanjutannya

10 komentar

Sabtu, 07 April 2012

Wireless Connection : Perbedaan Bluetooth dan Wi-FI

Sabtu, 07 April 2012
kebutuhan komunikasi yang tinggi
 Kebutuhan akan komunikasi yang intens di era dengan tingkat mobilitas tinggi ini membuat teknologi nirkabel atau wireless sangat dibutuhkan. Seiring perkembangan zaman, media transfer data berupa kabel atau optik dirasa kurang praktis dan kini media wireless menduduki posisi nomor wakhid karena tingkat mobilitas dan kepraktisannya yang tidak diragukan lagi. Tidak perlu kabel, tidak perlu biaya yang mahal untuk instalasi jaringan, dan dapat digunakan walaupun hanya dengan berbekal peripheral yang simpel semisal Handphone, PDA, bluetooth receiver, dsb. Yang paling penting, tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi data dapat dilakukan dimana saja. Penggunaan media wireless sebagai sarana komunikasi dan tukar data telah membawa perubahan yang signifikan terhadap keakuratan dan kecepatan penerimaan data.

Media wireless yang ada hingga saat ini antara lain infrared, bluetooth, dan wifi. Dalam pembahasan kali ini saya hanya akan membahas khusus mengenai perbedaan  bluetooth dan wifi saja. Apasih bluetooth itu? Apasih yang dimaksud dengan wi-fi? Namun sebelum kita membahas mengenai perbedaannya, mari kita membahas mengenai penjelasan ringkasnya terlebih dahulu. Ini dia pengertiannya..
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar