Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Kamis, 12 Juli 2012

Kulon Progo, Pesona yang Masih Terpendam

Kamis, 12 Juli 2012

Kulon Progo, sebuah kabupaten kecil di wilayah Provinsi Daerah Istiewa Yogyakarta yang ketenarannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan ketenaran kota Jogja. Kulon Progo memiliki luas 58.627,54 hektar, secara administratif terbagi menjadi 12 kecamatan yang meliputi 88 desa dan 930 dusun. Kabupaten Kulon Progo memiliki topografi yang bervariasi dengan ketinggian antara 0 - 1000 meter di atas permukaan air laut, yang terbagi menjadi 3 wilayah meliputi :


a. Bagian Utara
Merupakan dataran tinggi/perbukitan Menoreh dengan ketinggian antara 500 1000 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Girimulyo, Kokap, Kalibawang dan Samigaluh. Wilayah ini penggunaan tanah diperuntukkan sebagai kawasan budidaya konservasi dan merupakan kawasan rawan bencana tanah longsor.

b. Bagian Tengah
Merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 500 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Nanggulan, Sentolo, Pengasih, dan sebagian Lendah, wilayah dengan lereng antara 2 15%, tergolong berombak dan bergelombang merupakan peralihan dataran rendah dan perbukitan.

c. Bagian Selatan
Merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 100 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan sebagian Lendah. Berdasarkan kemiringan lahan, memiliki lereng 0 2%, merupakan wilayah pantai sepanjang 24,9 km, apabila musim penghujan merupakan kawasan rawan bencana banjir.

Dengan topografi yang beragam, Kulon Progo menyimpan sejuta potensi untuk dikelola menjadi daerah wisata. Kulon Progo memiliki potensi yang besar yang jarang dimiiki daerah lain: memiliki kombinasi baik dataran rendah dan dataran tinggi hingga 1000 meter. Kulon Progo juga mempunyai tambang mangan dan pantainya kaya akan bijih besi.

Kulon Progo memiliki keadaan alam yang masih alami dibandingkan daerah lain. Maka sektor yang pontensial untuk di kembangkan adalah dari sektor wisata alam, bumi perkemahan, pertanian, dan perkebunan. Ditambah lagi dengan keberadaan waduk sermo, sebuah danau buatan yang teretak di dataran tinggi dengan udara yang segar, sejuk, dan dingin. Namun agaknya potensi-potensi tersebut belum dikembangkan secara meksimal.

Saya sendiri pernah berkunjung ke gua Kiskendo di wilayah Nanggulan yang kalah ramai dibanding dengan Gua Selarong di derah Kabupaten Bantul. Padahal dilihat dari segi wisatanya, Gua Kiskendo jauh lebih indah dibanding Gua Selarong yang hanya berupa cerug namun bagus dalam manajemen dan promosinya.

a. Pantai: Pantai Trisik, Pantai Glagah Indah, Pantai Bugel, dll
b. Dataran tinggi: Waduk Sermo, Puncak Suroloyo, Mata Air Clereng
c. Gua: Gua Kiskendo, Gua Maria, Gua Upas, dll

Secara umum, Kulon Porgo sangat potensial untuk dijadikan daerah wisata unggulan, namun sayang banyak kawasan eksotis yang belum dikembangkan.


20 Oktober 2011
Essai ini saya buat untuk tugas mata kuliah Pengelolaan Keuangan Daerah.
Sebelum kelak terjun ke daerah-daerah tak bernama, alangkah lebih baiknya jika mulai saat ini belajar untuk mengenal seluk beluk Indonesia.


0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^