Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Rabu, 11 Juli 2012

Indonesia: Zamrud yang Tergores

Rabu, 11 Juli 2012
Orang mengatakan, “Indonesia adalah zamrud Khatulistiwa”. Julukan itu (dulu) tidak melebih-lebihkan. Indonesia memang hijau dan subur, membentang dari Sabang Hingga Merauke. Ribuan pulau eksotis yang kaya akan kekayaan hayati, lautan yang melimpah akan ikan dan terumbu karang, hutan dengan pinus jati yang menjulang tinggi, dan daratan maha luas nan indah. Wajar jika Indonesia dijuluki zamrud khatulistiwa: hijau, subur, dan indah.

Alam Indonesia membentang seluas 5.180.053 km2, terdiri dari 1.922.570 km²  daratan dan 3.257.483 km2 lautan. Letak Indonesia yang strategis berada di antara dua benua dan dua samudera—benua Asia dan Afrika dan dua samudera yakni samudera Hindia dan Pasifik—membuat Indonesia menjadi salah satu negara tempat singgah lalu lintas perdagangan. Namun kelebihan itu malah menjadi senjata makan tuan bagi Indonesia. Kekayaan yang melimpah dan letak dalam jalur strategis membuat bangsa-bangsa asing semisal Portugis dan Belanda ingin menguasai Indonesia


Indonesia memiliki 17.508 pulau. Namun, dari tujuh belas ribu pulau tersebut hanya 6000 pulau saja yang berpenghuni, 7870 pulau sudah bernama, sisanya sebanyak 9634 tak bernama. Sangat disayangkan mengingat rawannya “pencaplokan” pulau-pulau kecil Indonesia yang berada di luar pengawasan oleh negara tetangga. Kekayaan Indonesia, semelimpah apapun tetap harus dijaga agar tidak dirampas oleh negara lain.

Khazanah alam Indonesia yang beragam dan wilayah yang berbentuk kepulauan mengakibatkan Indonesia menjadi sebuah negara yang plural dengan bermacam-macam budaya. Sampai saat ini tercatat ada 1.128 suku bangsa diIndonesia, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Indonesia menjadi negara dengan bahasa daerah terbanyak yakni 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan. Masing-masing daerah di Indonesia juga mempunyai kebudayaan yang khas. Misalnya saja Aceh dengan Tari Saman dan Seudatinya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik pada sensus 2010, jumlah penduduk Indonesia sebesar 237,641,326 yang terdiri atas 119,630,913 penduduk laki-laki dan 118,010,413 penduduk perempuan. Sedangkan menurut data dari Kemendagri, jumlah penduduk Indonesia terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857. Jumlah ini terdiri atas 132.240.055 laki-laki dan 127.700.802 perempuan. Jumlah penduduk Indonesia yang melimpah ini dapat menjadi senjata yang tak terkalahkan jika didukung dengan kualitas yang tiggi. Namun dapat menjadi bumerang jika pemerintah tidak tahu bagaimana memanfaatkan pendudukIndonesia yang beragam dan jumlahnya ratusan juta itu.

Pada tahun 1990an di zaman kepemimpinan Suharto, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat pesat hingga Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang disegani. Bahkan saat itu Indonesia memperoleh julukan “Macan Asia”. Namun permasalahan yang kompleks mengenai manajemen, birokrasi, dan keuangan menghantarkan Indonesia kepada sebuah krisis moneter yang hebat di tahun 1998. Saat itu perekonomian Indonesia berada di ambang kehancuran. Usaha Presiden Habibi untuk menyehatkan perbankan berhasil dan perekonomian Indonesia mulai merangkak. Pada tahun 2010 tercatat bahwa total ekspor negara Indonesia mencapai 157.779,1 miliar dolar sedang untuk impor mencapai 135.663,3 miliar dolar. Dengan kata lain Indonesia surplus sebesar 22.115,8.

Namun sayang seribu sayang, kondisi Indonesia saat ini adalah sebuah kondisi yang memprihatinkan. Banyak kemajuan yang telah dibuat, namun seiring kemajuan tersebut terjadi degradasi moral. Banyak kasus kejahatan dan kriminalitas yang terjadi. Pada tahun 2009 saja tercatat 942.325 kasus. Bangsa Indonesia yang dulu dikenal ramah kini mulai bergeser dan dikenal sebagai bangsa yang korup, bahkan berada pada urutan ketiga sebagai negara terkorup di dunia.
\
Dengan berbagai julukan negatif yang melekat pada Indonesiakini, wajar jika saya mengumpamakan Indonesia sebagai Zamrud yang tergores.

20 Oktober 2011
Essai dibuat untuk tugas mata kuliah Pengelolaan Keuangan Daerah.
Sebelum kelak terjun ke daerah-daerah tak bernama, alangkah lebih baik jika mulai saat ini belajar untuk mengenal seluk beluk Indonesia.


0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^