Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Minggu, 07 Maret 2010

Menyibak Pengetahuan dalam Hijau

Minggu, 07 Maret 2010
Belajar di Taman,yuk!!

Kesempurnaan dan ketepatan,membuat hidup kita terpola menjadi bagian-bagian sistematis yang mudah dipahami dan dijalani. Begitu nikmatnya hidup dalam keteraturan dan kesempurnaan. Namun terkadang kekakuan dalam kesempurnaan sistem terasa amat menjemukan dan membosankan. Mungkin itulah yang dialami oleh beberapa siswa yang selalu belajar di dalam kelas.

Selalu melihat ruangan yang sama, itulah penyebab kejenuhan dalam belajar. Setiap hari, sejak mentari baru bersemai diufuk timur sana, hingga ia mau kembali ke buaiannya. Kita selalu memandang “sesuatu” yang statis di kelas. Papan tulis persegi yang sama. Meja coklat kuku yang sama. Dinding krem atau putih yang sama. Buku yang sama, lantai kelabu yang sama, atau pelajaran yang sama.

Mungkin sebagian siswa akan berkata
“Ah, sekolah kan memang seperti itu. Belajar ya di dalam kelas.”
atau...
“kelas yang umum dan normal kan seperti itu…..”
“ kalau aturannya sudah kayak gitu,mau gimana lagi??”

Sebenarnya ada beberapa cara agar belajar didalam kelas tidak terasa membosankan misalkan saja menghias ruang kelas atau melukis dinding kelas dengan pemandangan yang indah. Walaupun begitu, setelah berkali-kali melihat kelas yang sama, kembali datang perasaan bosan. Kelas itu menjadi tidak seistimewa seperti saat pertama kali melihatnya.

Jadi...

mengapa kita harus bersusah payah menghadirkan imitasi alam diruang kelas jika ada alam yang sesungguhnya?

So,belajar di alam adalah salah satu cara efektif untuk menghilangkan kejenuhan. Burung yang berkicau bagai Simfoni D Mayor Mozart, menari dari dahan ke dahan lain, dan melompat terbang bak balerina. Hijau daun dan rerumputan yang menyanyikan senandung tentang kesegaran, membawa kita melayang dalam imaji dunia mimpi. Langit yang Maha luas dengan awan cumulus putih yang melayang bak jiwa-jiwa pengelana. Ditampah pula melodi riak air yang mengalir dan menggema hingga ke dasar hati.

Suasana taman yang indah,dan teratur membuat proses belajar kita menjadi lebih santai dan nyaman. Seperti taman yang ada disekolahku. Selain dekorasi outdoornya yang cukup menarik, taman ini juga dilengkapi dengan meja dan bangku yang menyerupai batang pohon. Meja dan kayu ini biasa digunakan untuk mengobrol saat istirahat, atau mengerjakan tugas saat jam kosong. Bahkan, terkadang juga digunakan saat ulangan.^^ Asik kan?.

Belajar ditaman, di alam, atau di luar kelas boleh-boleh saja. Tapi jangan terlalu sering. Karena jika kita terlalu sering belajar ditaman, lama kelamaan kita akan menjadi jenuh dan bosan. Dan akhirnya bukan belajar, kita malah asik mengobrol. Jadi sekali-sekali mintalah pada guru agar belajar diluar atau outdoor agar pikiran kita kembali segar. Ilmunya dapet,asiknya dapet,segernya dapet…..



Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Minggu, 07 Februari 2010

Hitam di Tengah Kelam Angkasa

Minggu, 07 Februari 2010
Banyak misteri bertebaran, berkeliaran, bermain, berkejaran di angkasa nun jauh. Mereka menunggu sembari mengerlip merayu untuk didekati dan disingkap. Misteri yang menyimpan rahasia kehidupan berjuta-juta tahum lalu, ataupun misteri yang mengemban rahasia masa depan umat manusia.

Salah satu misteri angkasa yang sangat menarik untuk dikupas dan dibahas dengan tuntas sampai ke akar-akarnya adalah lubang hitam, atau bahasa kerennya adalah blackhole. Nah Lubang hitam di tengah hitamnya angkasa ini selalu menarik hati para astronom, bahkan orang awam sekalipun. Banyak sekali bagian yang menggelitik dari lubang hitam, merangsang manusia untuk berfikir lebih jauh lagi.

Sebenarnya apa itu lubang hitam? Bagaimana bisa terbentuk lubang hitam? Kenapa ada lubang hitam? Bisakah kita masuk ke lubang hitam? Harta apakah yang tersembunyi di balik lubang hitam? Hm..Hm.. *berpikir*

astronom meyakini sebagian besar (mungkin 90% atau lebih) materi di alam semesta tidak terdeteksi dengan teleskop besar sekalipun. Itulah yang dinamakan dark matter (materi gelap). Mereka tidak tampak, walaupun diyakini keberadaanya secara tidak langsung. Salah satu kelompok materi gelap itu adalah black hole. Black hole adalah sebuah massa yang sangat pepat atau sangat padat, hingga gravitasinya luar biasa besarnya. Cahaya pun tertarik oleh medan gravitasinya. *kok bisa?* karena menurut teori Planck, cahaya bersifat dualism. Jadi gelombang atau dalam hal ini adalah cahaya, dapat berlaku sebagai partikel, dan sebaliknya partikel dapat berlaku sebagai gelombang. Begitu hebatnya gaya tarik blackhole ini sampai-sampai bila ada planet atau bintang yang ada di dekatnya, maka ia akan tertarik dengan gravitasi yang amat dahsyat.

Black hole bisa terbentuk dari inti bintang raksasa yang meledak sebagai supernova. Bagian luarnya tampak hancur berhamburan ke luar, tetapi intinya memadat ke dalam. Kepadatan black hole dapat diumpamakan bila bola matahari yang berdiameter 1,4 juta km (109 kali diameter bumi) dan bermassa 2 milyar milyar milyar (dengan 27 angka nol atau sepuluh pangkat 27) ton dimampatkan hingga diameternya hanya 3 km. (siklus lengkap matahari bisa di lihat di postingan sebelumnya)

Akankah bumi atau matahari menjadi lubang hitam?

Tidak, yang jelas bumi adalah sebuah planet, bukan bintang. Jadi bumi ukurannya relatif tetap dan tidak tumbuh seperti matahari. Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Matahari tidak akan menjadi lubang hitam karena tekanan gravitasi pada matahari tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Lalu harta apakah yang berada di dalam lubang hitam? Jawabannya wallahu a’lam. Yang jelas belum ada seorang pun yang berhasil keluar dengan selamat dari lubang hitam. Begitu kita masuk ke dalamnya, setiap materi dari tubuh kita akan terurai dan tercabik-cabik menjadi partikel-partikel kecil karena perbedaan grafivasi yang sangat mencolok pada setiap satuan jarak. Mungkin kita bisa saja selamat jika tubuh kita mempunyai elastisitas yang tak terhingga *kayak luffy kali ya…*

Referensi:
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa:Kutip&page=Lubang_hitam&id=2755700
T.Djamaluddin. Blackhole. www.isnet.org/
Fisika for University jilid 1
Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

Rabu, 20 Januari 2010

NEWTON VS EINSTEIN

Rabu, 20 Januari 2010
Diskusi Interaktif Dua Master Fisika, Newton VS Einstein

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata relativitas? Mungkin beberapa dari kita akan menjawab, “Relativitas itu kan teorinya Einstein,” atau “relatif itu kan gerak suatu benda yang relatif terhadap tinjauan pengamat” *ah, terlalu berat untuk dibahas di blog ini*. Yang jelas, menurut saya, teori relativitas itu terdengar keren. Lihat saja dari bahasanya “Relativitas” terdengar sulit, ilmiah, dan asing. Begitulah menurut saya ketika masih SMP.

Kembali ke pokok permasalahan, sekarang saya akan menghadirkan diskusi interaktif antarpakar Fisika terkenal dari masa lalu, Sir Isaac Newton dan Albert Einstein. Bagaimanakah pendapat mereka berdua tentang relativitas?

Klik untuk membaca lanjutannya

6 komentar

Minggu, 10 Januari 2010

Kopi Luwak, Kopi Ajaib

Minggu, 10 Januari 2010

Kopi, minuman yang populer dan sangat diminati di berbagai belahan dunia. Ada kenikmatan tersendiri bagi sebagian besar orang saat menyeduh secangkir kopi panas. Menyeduh secangkir kopi hangat di beranda rumah saat hujan sedang turun sembari bercengkrama bersama keluarga. Hm… Hangat, dan menyebabkan mata lebih melek!

******
Berawal dari les biologi di sekolah pada tanggal 4 januari 2010…. Ternyata hanya percakapan singkat yang dilakukan dengan mencuri-curi saat pelajaran pun bisa menghasilkan pelajaran dan pengtahuan baru.

“Bioteknologi dapat juga digunakan untuk mengolah kopi dan teh.” Terang guruku dengan suaranya yang tegas dan jelas.
“Selama ini kalian pasti cuma tahu kopi yang sudah jadi serbuk, iya kan? Yang sudah dicampur gula, susu, iya kan? Asal kalian tahu, dalam pembuatannya menjadi bubuk kopi, biji kopi harus difermentasikan dulu.” Tambahnya.

“Ternyata kopi harus difermentasikan dulu tho?” tanyaku pada teman sebangkuku. “Kukira cuma ditumbuk terus jadi…”

“Payah kamu, ya jelas enggak lah…” jawabnya, menyadari keminiman pengetahuan teman duduknya. ”Eh, tahu kopi luwak?” tanya si Opy.

“Tahu lah.. Yang mahal itu thoh.. Yang sekarang jadi tambah jarang karena luwak makin langka.” Jawabku dengan pengetahuan ala kadarnya.

“Kopi luwak kae, le mbuat aneh lho. Luwak disuruh makan kopi, trus ntar fesesnya (baca:kotoran) yang keluar itu yang diolah jadi kopi.”

“Hah? Gitu po? Kok aku pernah baca kalau kopi luwak itu dibuat dari biji kopi yang sudah dimakan biji luwak. Dalam gambaranku, kukira biji kopi itu digigit oleh luak karena sudah matang dan kualitasnya bagus. Kayak kalong makan buah gitu deh…”

“Bukan. Yang dimaksud *biji kopi yang sudah dimakan* bukan digigit, itu kopinya sudah dimakan! Dimakan! Bukan cuma digigit. Aku liat di tipi!”

“Jadi… Sama saja minum kotoran luwak donk… Yaiks! Trus kok bisa gitu sih?”

“Jadi, kenapa harus difermentasikan? Itu untuk menghilangkan getah dari biji kopi..”

******

Kopi telah menjadi sesuatu yang aditif bagi sebagian orang selain merokok. Dan sebagian besar orang yang sudah terlanjur jauh cinta biasanya tidak menghiraukan dampak negatifnya. Seperti kopi, banyak pencinta kopi yang minum kopi sangat kental setiap hari, padahal kopi mengandung kafein yang kurang bagus untuk kesehatan.
Para pencinta kopi menyukai kopi-kopi berkualitas tinggi, mulai dari kopi Arabica, Yamen Mocha, Java, ataupun Oxaca. Negara kita, Indonesia, sebagai negara ke-tiga penghasil kopi terbesar di dunia juga mempunyai jenis kopi unggulan. Tiga jenis kopi itu adalah kopi Sumatera (Mandheling Lintong), kopi Sulawesi, dan kopi Luwak.

Espresso atau dopio (double espresso) bahan dasarnya adalah kopi Sumatera. Tanaman kopi yang hidup di dataran tinggi ini menghasilkan bijih kopi yang memiliki aroma tajam, kuat, dan agak asam. Sedangkan bagi para penggemar Star Bucks. Kedai kopi kenamaan dunia, yang memiliki tak kurang 100 outlet yang tersebar di tiap negara, pasti tidaklah asing dengan rasa kopi Sulawesi. Kopi Sulawesi, yang lebih dikenal di luar negeri dengan sebutan Kopi Kampung ini digunakan oleh Star Buck sebagai bahan baku meracik ragam minuman mereka. Mulai dari Latte macchiato, Viennese roast, Hazelnut chereme, dll. Saking tingginya permintaan dari jepang, Star Buck bahkan rela merogoh kocek mereka demi mematenkan kopi Sulawesi ini. Ternyata kuliner Indonesia memang hebat!!

Masuk ke bahasan utama yaitu kopi luwak!


Seperti yang sudah dibahas pada prolog tulisan ini, proses pemetikan biji kopi Luwak sangat aneh. Kopi pada umumnya dipanen terlebih kemudian bijinya dipetik bila sudah matang. Sedangkan, proses pemetikan kopi Luwak, boleh dibilang agak sedikit menjijikan. Dimana bila biji kopi telah matang, para petani melepas Luwak (sejenis musang atau civet) untuk memakan biji – biji yang berjatuhan. Setelah itu mereka menunggu para Luwang tersebut membuang kotoran. Nah ! biji kopi yang keluar bersamaan dengan kotoran Luwak itulah yang diambil untuk diproses lebih lanjut.

Banyak kalangan yang menyangsikan cara fermentasi sepeti ini. Namun, para peneliti riset di Kanada membuktikan, bahwa kandungan protein yang ada di perut Luwak, membuat biji kopi berfermentasi dan matang lebih sempurna. Sehingga, rasa yang dihasilkan jauh lebih enak dan padat dibandingkan kopi – kopi yang lain.

Kopi Luwak sudah masuk ke dalam daftar kopi paling dinikmati dan paling dicari. Harganya di pasaran dunia melambung tinggi. 635 U.S dollar harus dikeluarkan untuk mendapatkan 1 kg kopi Luwak. Di Amerika sendiri, untuk mencicipi kopi Luwak, kita harus merogoh kocek sebesar 50 U.S dollar, bila di kurs ke rupiah, harganya berkisar kurang lebih 400 – 500 ribu rupiah. HANYA UNTUK SATU CANGKIR! Angka yang fantastis hanya untuk meneguk secangkir kopi.

Rasanya, bila berbicara tentang kopi Luwak, orang sudah tak lagi bicara soal mitos. Mitos ataupun bukan, Kopi Luwak asal Indonesia ini sudah terlanjur go- internasional, dan menyandang gelar sebagai kopi termahal dan teraneh di dunia.
******
Wah, wah… Ternyata kopi Luwak memang sudah sangat terkenal. Walaupun begitu aku sendiri jarang sekali minum kopi, apalagi kopi luwak. Entah kenapa ada dorongan untuk mengonsumsi terlalu banyak kafein.

Pertama kali coba minum kopi di rumah teman, “ugh, pait! Nggak enak.” Tapi setelah beberapa kali minum, lidah ini jadi terbiasa… Dan ternyata enak juga. (dengan catatan: kopi harus dibuat dengan konsentrasi rendah dan diberi gula, hehe) Tapi…, tahu sendiri kan? Terlalu banyak kafein itu ndak baik untuk kesehatan.
Waktu coba tanya ke ayah tentang kopi Luwak, ternyata dia nggak begitu tahu. Dan setelah aku cerita, komentarnya: “Untuk aku ora tau ngombe kopi Luwak.”

referensi: dari http://id.shvoong.com/f/tags/kopi-luwak-%3A-termahal-dan-teraneh-dari-indonesia
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Minggu, 03 Januari 2010

The Gingaroad of 2009

Minggu, 03 Januari 2010
2009 in memoriam

Januari
  • Awal tahun 2009 yang mendebarkan, penuh perjuangan dan tantangan. Setelah semalaman terus berjalan dari Pajangan, Bantul sampai kulon progo untuk menjemput Kiskendo dan menikmati terompet tahun baru di tengah kemurnian gua itu. Tapi ternyata kita malah menikmati percik kembang api di pinggir jalan. Awal tahun baru yang harus dimulai dengan berjalan menempuh 13 km yang belum selesai. So hari itu terisi dengan perjuangan menaklukkan kaki yang lelah minta pijit dan makan mie hasil survival mbakar blarak.
  • liburan semester yang penuh dengan kegiatan dolan-dolan. Bersama temen atopun keluarga. 
    • Ke Pantai Kukup dan Baron(Gunung Kidul) ,
    • ke waduk Wadaslintang (Jateng)
    • Bakar bakaran dan prom night di rumah simbah Erni (sanden)
    • Perjalanan satu tahun (Pajangan-Kiskendo) dll.
  • kembali ke sekolah dan asik berorganisasi, jadi MPK yang perfeksionis dan evaluator yang kritis. Jadi anak ambalan yang santai, periang, penuh semangat, dan selalu bersenang-senang. Jadi PMR yang siap menolong siapa saja... (Bah, CPR aja blom expert)
Februari
  • kembali ke rutinitas sekolah yang seperti es campur. Harus pintar-pintar membelah diri, jadi siswa yang baik, jadi seorang organisator yang kritis, jadi anak yang baik, and jadi warga kelas yang brutal.
  • kena kasus terbesar pertama dalam hidupku. Entah mengapa Pandora selalu mengikutiku dan membayangiku untuk membukanya.
  • menemukan hobi baru, tidur di kursi ruang BK yang empuk. (ah, jadi ingat hutang yang belum terlunasi…)
  • menemukan kakak seperguruan baru, Senior.
  •  
Maret
  • Ujian mid semester dateng juga. Hasilnya amat sangat tak disangka. Well, mosok aku rengkeng 3 paralel. Well done… Padahal sering gak ikut pelajaran.
  • Ah, perjuangan yang tidak sia-sia. Akhirnya dapet jua penghargaan dalam lomba blog by AKPRIND Yogyakarta sebagai The Best Konten.


April
  • Berwisata ke Pulau Dewata dan sekaligus merayakan ultah di sono. Dicegurkan di pantai kute yang airnya berasa asin-asin tipak bule yang pake bikini. Dan sebagai tindakan balas dendam, ganti mencegurkan teman-teman lain. (Sorry for Novika, Kuni, Halida, Tika, Pris, sopo maning ya?)
  • Ikut seleksi OSK (Olimpiade Sains Kabupaten), dan hasilnya very bad. Mosok no 5 and cuma jadi passing grade provinsi, padahal tahun kemaren no 2. Ironisnya lagi, padahal waktu try out aku no.1. But nope, semua itu sudah berlalu. Ya kan? Ya kan?

Mei
  • Pergi meninggalkan seekolah, temen-temen, and keluarga karena ikut pembinaan OSP. Padahal banyak makan, tapi malah kena magh. Argh!!!
  • Bertemu dengan orang-orang baru yang hebat.
    • Seorang penari yang pintar fisika (Y***)
    • seorang ketua kelas yang sangat ingin menjadi Hokage (kepala desa, bener kan?)
    • seorang pembalap yang fisikawan,
    • seorang penulis yang juga lolos ke nasional (si Bozz)
    • teman lama, seorang novelis yang dapet medali OSN Fisika (si Ahmad Ataka Awalur Rizki), hebat kan? Novelnya: Misteri Pembunuhan Penggemar Harry Potter, Novel Trilogi “Pedang Skinheald”. (Kapan-kapan aku buat resensinya deh….)
Juni
  • Nggak ikut ulangan umum semester hari pertama sampai ke tiga karena harus ikut seleksi OSP. Sambil bersakit-sakit ria tetap tersenyum saat ngerjakan soal OSP. Bukan karena bisa, tapi menertawai diri sendiri yang sakit di saat-saat yang penting.
  • Harus ikut susulan ulangan umum bareng temen-temen lain yang iktut OSP. Well, susah juga. Kita kan dua minggu sebelum Ulangan Umum nggak ikut pelajaran karena pembinaan. Belum lagi tugas-tugas yang belum dikumpulkan dan susulan ulangan harian. Benar-benar hari yang penuh ulangan susulan.
  • Rapot yang lumayan bagus mengingat seringnya aku nggak ikut pelajaran karena berbagai sebab. Thanks God, Thank Bapak Ibu guru yang selalu membina muridmu yang nakal ini, Thanks Bapak Ibu di rumah, Thanks temen-temen, thanks semuanya!!
Juli
  • Naik kelas 3 and harus berpisah ma temen-temen di IPA 2. Harus beradaptasi bagai bunglon di kelas yang baru. (Akhirnya berhasil sekelas sama mb Lia… Hoho…). Kelas baru yang bener-bener gabungan dari berbagai jenis orang.
  • Di kelas yang baru banyak orang Westprog-nya :D (Aku, Mb Lia, Halida, Karno, Ucok, Maylina, Devita) Jadi nggak ditindas lagi oleh wawan cs.

Agustus
  • Merasakan semangat baru di kelas yang baru.
  • Puasa yang penuh dengan buber di mana-mana. Uang pun mengalir dengan derasnya

September
  • Lebaran yang penuh dengan perjalanan. Ke rumah simbah di Kebumen, ke rumah Pakdhe di Blora, keliling, ke sekolah buat syawalan ambalan, dll.
  • Foto-foto buat buku tahunan, berasa jadi artis mendadak
  • Lebaran yang indah dan sangat bermakna

Oktober
  • Lagi-lagi pemenang favorit. Kapan ya jadi the real winner?
  • mendapatkan sebuah pelajaran baru, "Mending dapaet buku, dari pada nggak dapet apa-apa)


November
  • Hasil mid semester yang ancur. Angka Sembilan tersenyum (bukan tertawa) untuk *********, dan terpaksa jadi peringkat 5 di kelas dan 8 paralel. Hoa ha.. ha… Biar saja, hidup bikan untuk nilai. Salah sendiri gak pernah belajar.
  • Lagi-lagi no 4 (padahal juaranya ampe 3). Gak papa its okay… Pemula emang gitu…


Desember
  • Perjuangan untuk mencetak nilai akhir yang ciamik. (emang ngapain aja?)
  • Nilai Rapot yang lumayan… Gak jadi remidi Biologi, Hore!!! Hore!! Hore!!!
  • Dengkul terluka gara-gara jatuh waktu suting film documenter. Sudah jatuh tertimpa ‘tangga’. Selama beberapa hari nggak bisa beraktivitas dengan normal karena luka yang perih kalau kaki di gerakkan. Kalau jalan harus nyamping atau ngesot. (keren kan?) Cuma gara-gara jatuh loh… *tersenyum bangga*
  • Kejutan yang manis di akhir desember... Alhamdulillah :)
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Rabu, 30 Desember 2009

Cerita Tentang Musim

Rabu, 30 Desember 2009

Ketika rinai pertama turun di akhir desember, titik akhir akan penantian perjuangan enam masa. Tetes pertama yang akan membawa asa bagi jutaan orang di negeri perjuangan. Tetes pertama yang diimpikan lebih dari sekedar zamrud atau rubi. Tetes pertama yang jika tertambat di pipimu akan membuat hatinya tertambat di pelabuhan hatimu. Tetesan pertama selalu menyejukkan dan menggetarkan hati yang menunggu. Tetesan pertama yang mengajak rumput menari dan katak berceloteh tentang negeri yang hijau, dan mengejak angin berpiourett dengan indah.

Ketika rinai itu datang berkali-kali, hanya ada kejenuhan dan kebosanan. Berapa kali ia datang? Lebih banyak dari segala makhluk bahari. Banyak, sehingga kau tidak bisa membayangkan digit angka yang menyusunnya. Lebih bayak, lebih banyak rinai yang berceloteh datang. Tak bisa ditangkal ataupun diusir. Percuma memohon agar ia terlelap dan urung pergi, ia akan datang. Rinai, pergilah!

Dan kemudian rinai itu tak legi menebarkan buih kebahagiaan, hanya kesedihan dan penderitaan. Kharismanya telah turun sampai ke titik nadir, tidak ada yang menginginkannya. Ia dicaci dan dibenci, pedih! Rumput terlalu lelah menari bersama tetes itu, katak serak karena terlalu keras berkisah, dan angin telah mabuk karena terlalu banyak piourette. Hanya basah dan kelabu. Tetes itu telah berubah dari permata menjadi bencana. Bukan sepenuhnya salahnya.


Cerita tentang musim:

Kalau kemarau dan bersinar dengan terik, semua orang pasti mengeluh karena panas.
“Panas banget sih!”
“Rasanya kayak di neraka. Coba hujan, pasti seger”
“kok hujan nggak hujan-hujan ya? Padiku butuh air”
“Tanamanku pada mati kalau nggak ada hujan!”

Waktu hujan pertama turun, semuanya menyambut dengan gembira.
“Hore… Hujan!!”
“Aku bisa main hujan-hujanan!”
“tanamanku nggak akan mati”
“Hari ini pasti jadi adem and seger”

Tapi lama kelamaan……
“Kok hujan sih? Pakaianku jadi nggak kering-kering!”
“Wah, jadi harus pakai mantrol. Males ah!”
“Gara-gara hujan nggak jadi pergi sama si DIE”
“gara-gara kebanyakan hujan, sawahku banjir dan padiku mati.”

Aneh ya? Waktu panas dan nggak ada hujan, semua orang mengharapkan hujan. Tapi kalau udah hujan malah jadi pada ngutukin hujan. Ah, bener-bener disia-siakan. Malang sekali nasib Tuan Hujan.
Coba kalau kita selalu bersyukur dan nggak pernah mengeluh, hidup pasti akan lebih mudah dan indah^^
Harusnya kita berterimakasih sama Tuan Hujan,
Juga pada Allah...
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

Selasa, 15 Desember 2009

Angkasa Sang Inspirator

Selasa, 15 Desember 2009


Angkasa selalu memukau Membangkitkan imaji liar setiap orang..
Tempat bersua khayal dari seluruh penjuru
surga berkumpulnya impian2 tetang keabadian

Angkasa adalah misteri

Misteri andromeda yang dipisahkan dari bimasakti
Misteri bagaimana tuhan merajut milky way
Rahasia lagu ninabobo peri fajar untuk kartika dan
berbisik lembut pada mentari 'bangunlah!'
Rahasia phoenik dan pegasus dibangunkan dari tidur panjangnya
untuk menebAr benih impian pada jiwa2 yang bertengadah

Angkasa adalah ladang menuai harapan

Kala kartika hendak bercumbu dengan pujangga
Berlari menebar butiran cahaya
Ular medusa lepas dr kepala
Mengekor di belakangnya
Bersemu kemilau
Semua orang menunggu kartika berlari melayang..

Aku yang bersua seorang diri ditepian gerbang dunia
Dia yang seorang diri di tengah lautan tinta
Dia yang seorang diri di padang kutub penuh kebekuan
Mereka yang berdua dalam kehangatan malam
Mereka yang berdua dalam tantangan kebersamaan
Aatau mereka yang bersama di padang evolusi


Semua menunggu kartika berlari
Semua mengacungkan jari
Wajah terpana takjub terpesona
Menunjuk kemilau ekor kartika
Mata2 membelalak takjub
dan pipi memerah bhagia..
Kartika selalu membawa harapan

Angkasa membangkitkan imaji kanak-kanak kita
Ada apa di balik kegelapan yang selezat kecap itu?
Apakah kegelapan itu manis seperti coklat?
Mengapa titik-titik itu berkilau, berliankah?
Mengapa benda bulat itu bersinar indah?
Apakah ia seorang dewi yang cantik?

Bercanda dalam awan empuk
berselancar dalam warni pelangi
Bermimpi diantara curahan hujan komet
Dan terbuai dalam nyayian bintang

Angkasa tempatku berasal
Dan ia tempatku kembali


PS: Great Job for Kagaya. Salut banget deh buat gambar-gambarnya yang menawan. Gambarannya tentang angkasa memang bisa membangkitkan kembali imaji anak-anakku.
Sukses selalu^^
Klik untuk membaca lanjutannya

17 komentar

MEMBUDAYAKAN BATIK MELALUI TOKOH SENTRAL MASYARAKAT

Batik, Cerminan Indonesia yang Mulai Terabaikan.

Karakter dan jiwa suatu bangsa tercemin dalam budayanya, begitu juga dengan Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bangsa Indonesia yang terkenal akan ramah tamahnya, dan bangsa Indonesia yang terkenal dengan kesuburan alamnya. Semua itu tercermin dalam suatu kesenian tradisional yang diwariskan secara turun temurun sejak berabad-abad tahun yang lalu, batik.

Pluralisme atau keragaman bangsa Indonesia tercermin dalam keanekaragaman jenis batik. Setiap daerah memiliki batik yang khas dan pasti berbeda dari batik daerah lain. Batik Yogyakarta yang terkenal dengan motif geometrisnya, batik Solo dengan coraknya yang tradisionil, ataupun batik Cirebon dengan motif Megamendung-nya. Kesuburan tanah Indonesia juga tertuang dalam motif-motif batik yang penuh dengan indahnya alam Indonesia.

Batik adalah sebuah kesenian yang mencerminkan “Indonesia sesungguhnya”. Ironisnya, banyak orang Indonesia yang tidak acuh, bahkan merasa gengsi mengenakan batik. Tengok saja mall-mall dan pusat perbelanjaan besar. Mayoritas produk pakaian yang ada di dalamnya adalah pakaian import yang model dan kualitasnya dianggap “lebih tinggi” daripada batik Indonesia. Sungguh ironi melihat batik yang merupakan budaya sendiri malah “terindas” oleh produk-produk import buatan luar negeri. Sungguh menyakitkan melihat anak bangsa lebih percaya diri mengenakan pakaian buatan luar negeri daripada mengenakan batik Indonesia. Bagaimanakan nasib batik bila bukan kita, orang-orang Indonesia yang melestarikannya? Kalau bukan kita, siapa lagi?

Membudayakan Batik Melalui Tokoh sentral Masyarakat

Kepedulian yang besar terhadap batik hanya muncul sesaat, yaitu ketika batik diklaim sebagai budaya Malaysia. Ribuan, ratusan ribu, atau bahkan jutaan rakyat Indonesia naik darah melihat ulah Malaysia itu. Mereka mengecam Malaysia dalam forum-forum dan menyatakan bahwa Malaysia adalah pencuri budaya. Pemerintah pun seakan kebakaran jenggot dan akhirnya mematenkan batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Bahkan pemerintah pun menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Tapi lagi-lagi antusiasme yang muncul hanya sesaat. Ketika Hari Batik telah berlalu, batik pun berlalu. Beberapa bulan setelah hari batik, orang-orang mulai meninggalkan batik. Mereka yang sebelumnya bangga mengenakan batik, mulai melepas batiknya dan menggantinya dengan pakaian kebanggaan yang semula. Batik seolah hanya menjadi trend sesaat. Seharunya batik menjadi pakaian kebesaran dan pakaian kebanggaa bagi setiap orang, setiap saat, dan setiap waktu.

Bagaimanakah cara efektif untuk melestarikan batik?

Cara efektif untuk melestarikan dan “membudayakan” batik di seluruh kalangan masyarakat Indonesia adalah melalui teladan dari tokoh sentral masyarakat. Mengapa kita memilih tokoh sentral masyarakat sebagai tonggak untuk membudayakan batik? Karena tokoh sentral masyarakat adalah tokoh-tokoh yang dikagumi, dipuja, diidolakan, dan cendenrung ditiru oleh masyarakat. Tokoh sentral masyarakat yang popularitasnya menyeluruh di kalangan masyarakat luas adalah artist.

Artist adalah seorang pemeran seni akting di layar kaca televise. Setiap penampilannya disaksikan berjuta-juta umat Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke, mulai dari anak-anak sampai orang tua, tidak ada yang merasa asing dengan televisi. Pantaslah jika seorang artist atau seorang selebriti selalu menjadi sorotan dan sentral masyarakat. Bayangkan jika para artist Indonesia mengenakan batik saat memaikan sebuah seni peran, bayangkan jika para artist memakai batik dalam setiap iklan yang ia bintangi, atau bayangkan jika seorang pembaca berita memakai batik saat membacakan jurnal terbaru.

Ribuan masyarakat Indonesia akan terkesima, takjub, dan menjadi tertarik untuk mengenakan batik. Bagaimana tidak, saat kita melihat seseorang yang kita idolakan, kita akan cenderung untuk mengimitasi segala hal dari prang tersebut. Mulai dari pakaian sampai gaya rambut. Jadi, jika sang idola mengenakan batik, kita pun pasti tertarik mengenakan batik.

Membudayakan batik di kalangan masyarakat Indonesia melalau teladan atau contoh dari tokoh sentral masyarakat sangat tepat dilakukan karena pengaruhnya akan meluas secara signifikan. Namun selain itu, kita juga harus lebih meningkatkan kualitas batik dalam negeri agar tidak kalah dengan pakaian import.
Mari kita lestarikan budaya Indonesia!
Klik untuk membaca lanjutannya

5 komentar