Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Selasa, 09 April 2013

Impaksi, Bengkak pada Gusi Bagian belakang

Selasa, 09 April 2013
Entah mengapa, tiba-tiba gusi bagian belakang saya bengkak padahal saya tidak punya riwayat sakit gigi karena gigi berlubang. Pun gigi bungsu saya (pada bagian itu) juga belum tumbuh. Awalnya, saya mengira rasa sakit itu pertanda akan tumbuhnya si gigi bungsu. Nah, tiba-tiba saya menemukan seorang teman mengeshare artikel di Facebook dari laman ini. Penasarn, saya buka dan saya baca.... Saya yang parno pun jadi curiga, jangan-jangan bengkak pada gusi bagian belakang saya disebabkan oleh impaksi. *Oh nooo!!! Saya tidak mau dioperasi T_T*
Nah ini dia penjelasan lebih lanjut mengenai impaksi

Kasus
Seorang pasien konsultasi ke dokter gigi mengeluhkan sakit dan bengkak pada gusi gigi kanan bawah paling belakang. Bengkak tersebut sudah satu minggu, sudah diberi obat kumur tapi tidak sembuh-sembuh. Saat menggosok gigi selalu berdarah. Dari pemeriksaan diketahui bahwa bagian belakang mahkota  gigi geraham bawah kanan tersebut tertutupi oleh gusi sebagian. Pembengkakan nyata berwarna kemerahan.
Penyebab
Dalam bahasa kedokteran gigi, kasus pasien tersebut dinamakan perikoronotis/ abses perikoronal akut, yaitu suatu infeksi akut  pada gusi di sekitar mahkota gigi yang terjadi karena gigi tidak erupsi (tumbuh) sempurna, mukosa yang menutupi sebagian gigi tersebut mengakibatkan terperangkap dan terkumpulnya bakteri dan sisa makanan. Biasanya terjadi pada gigi geraham bawah yang terakhir tumbuh yaitu pada biasanya tumbuh pada usia antara 17-25 tahun.
Gambaran klinis, tanda dan gejala
Muncul peradangan, kemerahan, pembengkakan yang berwarna kemerahan pada mukosa sekeliling gigi yang tidak tumbuh (erupsi) sempurna, sakit/nyeri bila ditekan atau waktu makan/ tidur/menyikat gigi, sering berdarah, terjadi kerusakan jaringan setempat, kadang terdapat nanah (supurasi), gangguan pengecapan, dan bau mulut.
Pemeriksaan radiologi
Pada hasil radiologi/ ronxgen foto periapikal menunjukkan adanya kerusakan tulang sekitar gigi yang terkena, yang disebabkan karena infeksi kronis yang terjadi sebelumnya.
Perawatan :
*Perawatan awal :
-  makan dan minum yang cukup
-  kumur  tiap habis makan dengan larutan garam hangat, dengan perbandingan garam dan air, 1 sendok the garam dilarutkan dalam 1 gelas air *karena garam memiliki efek antibakteri*
*Perawatan lanjutan :
Pergi ke dokter gigi. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengontrol infeksi dan anti rasa sakit untuk mengurangi rasa sakit. Perawatan selanjutnya akan dilakukan insisi (pemotongan/pengambilan jaringan mukosa yang menutup gigi) yang dinamakan operkulektomi atau pencabutan gigi yang bersangkutan.
Rasa sakit yang hilang sesudah diobati, tidak akan bertahan lama, sewaktu waktu akan timbul lagi (kambuh) kalau penyebab awalnya belum dihilangkan yakni gusi yang menutupi gigi diambil atau pencabutan gigi yang bersangkutan. Pengobatan awal yang diberikan hanyalah untuk menghilangkan gejala akut penyakit. Karena pada kondisi akut (sakit dan meradang), tidak dapat dilakukan operkulektomi maupun pencabutan.

Impaksi

Gigi paling ujung ini disebut gigi bungsu. Gigi yang tumbuh setelah usia 17 tahun (kadang-kadang sampai usia 35 tahun, atau malahan tidak tumbuh sama sekali ke permukaan mulut, walaupun benihnya ada di dalam rahang), adalah gigi bungsu atau gigi yang berada di ujung paling belakang dalam lengkungan rahang. Gigi ini sering tumbuh tidak sempurna dalam segi letaknya dan bila tidak cukup ruangan untuknya bisa tumbuh miring dan hanya sebagian yang muncul ke permukaan mulut.Inilah yang disebut gigi impaksi. Masalah umum: Pada saat ia berusaha menembus gusi untuk tumbuh ke rongga mulut, sering menimbulkan rasa sakit, karena gusi penutupnya tergigit.Bisa juga meradang karena sisa makanan yang terselip di antara gigi bungsu dengan gigi depannya tidak bisa dibersihkan dan membusuk. Rasa sakit ini bisa berulang-ulang terjadi selama beberapa waktu. Masalah ini biasanya diatasi secara simtomatik (menyembuhkan gejala) dengan pemberian obat penghilang rasa sakit, anti peradangan, dan kadang-kadang antibiotika. Selain itu, letaknya yang tidak normal ini menyebabkan adanya celah antara dua gigi tadi, sehingga memudahkan sisa makanan nyangkut. Dalam hal seperti ini, bisa terjadi bukan hanya gigi bungsu itu sendiri saja yang jadi rusak, tetapi gigi yang berada di depannya juga jadi berlubang. Gigi ini bisa juga sama sekali tidak bisa keluar dari tempatnya di dalam tulang. Dalam kasus seperti ini, gigi terbenam ini memang kadang-kadang bisa menimbulkan keluhan seperti sakit kepala berkepanjangan yang tak jelas sebabnya dll. Kalau ada gusi yang masih menutupi gigi bungsu ini (namanya operkulum) biasanya dilakukan pembedahan kecil, berupa pemotongan jaringan tsb. yang disebut operkulektomi. Mengenai dicabut atau tidak ,dr gigi-nya bisa dibagi dalam 2 kelompok besar. Pertama yang menganggap kalau gigi ini tidak ada keluhan apa-apa, biarkan saja. Kalau sudah mulai menyebabkan keluhan baru dibedah. Kedua, dokter yang menganggap gigi ini sebaiknya segera diangkat saja, karena cepat atau lambat gigi ini pasti menimbulkan keluhan atau masalah.

Gigi yang sering impaksi
Gigi impaksi adalah gigi yang gagal tumbuh secara normal pada lengkung gigi. Gigi yang paling sering impaksi adalah gigi bungsu. Ini karena gigi bungsu merupakan gigi terakhir yang tumbuh sehingga sering kekurangan ruang untuk tempat tumbuhnya.
Gigi bungsu juga dikenal sebagai geraham ketiga, yang merupakan gigi terakhir yang tumbuh di dalam mulut. Gigi bungsu tumbuh pada usia 17 – 25 tahun. Sebagian besar orang memiliki empat gigi bungsu: kiri atas, kanan atas, kiri bawah dan kanan bawah. Gigi bungsu ini dapat bermanfaat jika tumbuh normal, tapi gigi ini lebih sering tumbuh tidak normal.

Kenapa Gigi Bungsu Sering Impaksi?
Mengapa gigi bungsu menjadi impaksi bukan pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Penyebab utamanya karena tidak adanya ruang yang memadai di belakang gigi geraham kedua. Mengapa kurangnya ruang yang ada, sampai saat masih belum dipahami sepenuhnya.
Berdasarkan dari hasil penelitian dengan membandingkan orang zaman purba dan orang modern, dikatakan bahwa orang zaman purba terbiasa makan makanan yang keras sehingga penggunaan gigi dalam pengunyahan sangat maksimal, hal ini yang merangsang pertumbuhan tulang rahang yang lebih besar, sehingga memberikan lebih banyak ruang untuk gigi bungsu. Sedangkan saat ini, kebanyakan orang lebih sering makan makanan yang lunak.
Selain itu, orang zaman purba kebanyakan giginya rusak dan bahkan hilang. Karena kehilangan gigi tersebut, gigi yang berada di belakannya cenderung bergerak maju. Pergeseran ini akan membuat lebih banyak ruang yang tersedia untuk gigi bungsu. Sedangkan saat ini sudah ada kedokteran gigi modern yang mampu merawat gigi yang rusak dan bahkan yang hilang.
Penyebab lainnya, bisa karena posisi gigi tetangganya, kepadatan tulang atau jaringan lunak berlebih yang menutupinya.

Apakah Harus Diambil? Kenapa?
Dokter gigi atau dokter bedah mulut merekomendasikan agar gigi bungsu harus dicabut bahkan sebelum kondisinya menjadi lebih serius. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa sakit yang lebih lanjut atau semakin rumitnya pencabutan yang mungkin harus dilakukan beberapa tahun kemudian.
Gigi impaksi dapat menimbulkan rasa sakit dan mengakibatkan infeksi. Dan dapat merusak gigi atau akar gigi sebelahnya. Dan bahkan dapat menjadi lebih serius dengan munculnya kantung yang mengelilingi gigi yang impaksi yang berisi cairan dan membesar yang disebut dengan kista. Pada kasus yang jarang, jika kista tidak diobati, maka akan menjadi tumor sehingga diperlukan prosedur pembedahan untuk pengambilannya. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan komplikasi ini akan terjadi. Diperkirakan sekitar 85% dari gigi bungsu perlu diambil.
Dan dalam sebuah studi baru-baru ini yang disponsori oleh the American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons and the Oral and Maxillofacial Surgery Foundation menemukan bahwa gigi bungsu yang menembus jaringan dan tumbuh di dalam mulut dalam posisi normal ternyata juga rawan terhadap penyakit seperti yang terjadi pada gigi bungsu yang impaksi.

Kapan Sebaiknya Diambil?
Tidaklah bijaksana jika melakukan perawatan ketika gigi geraham bungsu baru mulai mengganggu. Secara umum, pengambilan lebih dini akan memudahkan proses penyembuhannya. Dalam penelitian American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons and the Oral and Maxillofacial Surgery Foundation (AAOMS/OMSF) sangat menganjurkan untuk mengambil gigi bungsu pada saat remaja (usia 17-18 tahun) dalam rangka mencegah munculnya masalah di masa yang akan datang dan untuk memastikan penyembuhan yang optimal. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang lebih tua lebih berisiko mengalami gangguan, termasuk peradangan gusi.


0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^