Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Sabtu, 05 Desember 2009

SEBERKAS SINAR DALAM CANTING MUDA

Sabtu, 05 Desember 2009
Batik, sebuah kesenian yang telah muncul berabad-abad tahun lalu. Kesenian menorehkan motif-motif geometris ataupun motif-motif naturalstik pada selembar kain dengan menggunakan canting. Kesenian yang mengungkapkan kekayaan budaya Indonesia. Kesenian yang mengungkapkan keluhuran nenek moyang bangsa Indonesia. Kesenian yang menggambarkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dengan rasa estetika yang tinggi.

Batik, budaya agung Indonesia yang mulai dilupakan. Budaya Indonesia yang fenomenal karena diperebutkan dua negara. Budaya yang kini mulai “dipeluk” kembali.


******

Pagi itu suasana kelas masih sepi. Hanya terdengar beberapa siswa yang berbisik-bisik mengenai ulangan Bahasa Inggris minggu lalu. Sang Guru pun sedang duduk di singgasananya, menyiapkan materi pembelajaran hari ini.

Namun tiba-tiba saja suasana kelas yang tadinya hening menjadi heboh karena kedatangan seorang siswa. Ia terlambat masuk sekolah! Tapi bukan itu yang membuat kawan-kawannya heboh. Yang membuat mereka semua heboh adalah pakaian yang dikenakan siswa itu. Ia tidak memakai seragam identitasnya yang berwarna coklat khaki, ia malah memakai sebuah atasan batik. Padahal peraturan sekolah jelas-jelas melarang siswanya untuk menanggalkan “pakaian kebesaran siswa” atau seragam.

“You late!” kata Sang Guru. Si murid meminta maaf dengan pasrah diantara sorakan teman-temannya.

“Sudah terlambat, tidak memakai seragam lagi!” celetuk salah satu temannya.

“Maaf, Bu. Saya akan ganti baju.” kata siswa yang terlambat itu.

“It’s okay.” kata Sang Guru. “Tidak apa-apa kamu memakai batik. Di Bantul, yang diwajiban menggunakan batik saat hari batik memang hanya pegawai saja, sedang siswa tidak. Tapi kalau kamu mau pakai boleh. Bagus sekali kalau kamu mau berpartisipasi di Hari Batik Nasional ini.”

Semua siswa terdiam, mengagumi kebijaksanaan Sang Guru.

“Jadi kalian yang membawa batik, sekarang boleh ganti baju. Dipakai saja tidak apa-apa. Tidak usah takut, toh Pak Presiden yang menganjurkan. Batik kan budaya kita, ita memang harus mendukung dan melestarikannya, isn’t it?”
******

Setiap tanggal 2 Oktober seluruh lapisan masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Batik. Pada hari itu, seluruh pegawai negeri diwajibkan untuk mengenakan pakaian batik. Bahkan pelajar di beberapa daerah pun diwajibkan untuk mengenakan batik.

Antusiasme yang sangat besar muncul di kalangan pelajar. Kalangan muda memang mempunyai semangat yang tinggi untuk turut serta dalam pembelaan budaya bangsa. Mulai dari masa penjajahan hingga masa kini, pemuda selalu menjadi tonggak perjuangan bangsa Indonesia. Jadi, tak salah jika kita membebankan perjuangan untuk melesarikan batik pada kalangan pemuda.

Para remaja dan para pemuda adalah kalangan yang tepat untuk dijadikan tonggak perjuangan untuk melestarikan batik. Dengan semangat jiwa muda yang berkobar, tak salah jika mereka disebut “canting muda” yang akan melambungkan kembali kejayaan batik. Para “canting muda” diharapkan lebih bangga memakai batik daripada memakai pakaian import. Namun kenyataannya, kaum muda justru menghindari memakai batik.

Selama ini batik identik dengan kesan formal dan “tua”. Hal tersebut karena batik biasa digunakan oleh prang-orang tua dalam acara-acara formal. Sehingga kalangan muda mengira jika mereka mengenakan batik akan tampak tua. Itulah mengapa kaum muda agak menghindari batik. Alasan lain mengapa kaum muda cenderung menghindari batik adalah karena modelnya yang monoton.

Dengan lebih memvariasikan model pakaian pada batik, diharap kaum muda lebih menyukai batik. Kalangan remaja umumnya menyukai model pakaian yang simple tapi tampak menarik. Jadi, sebaiknya para produsen pakaian batik tidak perlu ragu-ragu untuk membuat model batik sekreatif mungkin. Bahkan jika memungkinkan, para produsen bisa membuat aneka pernak-pernik manis dari batik. Misalnya saja tempat pensil dan hiasan dinding. Dengan demikian, kalangan muda akan lebih tertarik pada batik.

4 komentar:

TAHUSUSUR mengatakan...

Satu Bantul pun tak terlewatkan dari batik.

Batik adalah milikku.
Batik adalah jiwaku.
Batik adalah seniku.
Batik adalah hidupku.
I love batik.

Kalau di jepang ada gang yakuza yang tubuhnya penuh tatto(yang malah lebih mirip pakaian saat mereka bugil), di indonesia harus ada tatto batik biar batik selalu melekat. (ide yang buruk & ra mutu)

cintaku pada batik seperti cintaku pada ... Pc ku :D
sayang sekali pc ku lagi sakit :(

Kutupa mengatakan...

Gimana nek bwt motor indie yg pake motip batik...
Wkwkwk

alabaster6 mengatakan...

semangat!
Majulah batik!!!

tapi mahal...

Muamaroh Husnantiya mengatakan...

Alhamdulillah juara 3 :D

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^