Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Senin, 05 Maret 2012

Tips backpacker wisata

Senin, 05 Maret 2012
Sekitar seminggu yang lalu saya dan teman-teman pergi ke Bali untuk mengsi waktu liburan. Acara tersebut kami beri nama “Secondary Goes to Bali” walaupun hanya beberapa orang saja dari kelas kami yang ikut. Kami pergi ke sana tidak menggunakan bus wisata atau pesawat sekali jalan, namun dengan ngeteng (naik angkutan umum yang satu kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum yang lain).

Keuntungan dari backpacker dengan cara ngeteng ini adalah kita dapat menikmati perjalanan dengan mengenal daerah-daerah transit dan hemat biaya. Biaya perjalanan kami dari Jogja ke Denpasar Bali hanya 66 ribu rupiah, murah bukan? Memang sih, membutuhkan waktu yang lebih panjang. Selain itu kita juga bebas menentukan waktu dan tujuan wisata karena tidak terikat jadwal.

Cewek biasanya ribet. Dari pengalaman saya, kalau pergi wisata biasanya cewek membawa barang bawaan yang lebih heboh dibanding cowok. Alhasil tas yang dibawa pun sampai sebesar koper padahal yang cowok hanya sebesar tan ransel atau tas ukuran sedang untuk bepergian. Dan seperti kata teman saya, cewek itu selalu membawa koper dan kulkas.

Ini dia tips bagi kamu-kamu yang ingin berwisata dengan cara backpacker,
terutama bagi cewek

  • Dapatkan Ijin dari Orang Tua


Sebelum bepergian, inilah hal utama yang harus didapatkan, ijin orang tua. Mengapa penting? Karena ridha Allah terletak pada ridha orang tua. Selain itu, jika orang tua mengizinkan, pastinya mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk memberikan tambahan uang saku (ini dia!)

Masalahnya beberapa orang biasanya kesusahan untuk mendapat ijin orang tua, terutama bagi yang peremuan. Ada saja alasan untuk melarang anaknya pergi “Nanti kamu kenapa-kenapa di jalan” “buat apa sih begituan, bikin capek aja” “mending kamu di rumah sama mama papa”. Kalau kamu memang ingin pergi, yakinkan orang tuamu bahwa kamu bisa menjaga diri. 

Toh nggak selamanya kita akan terus hidup bersama orang tua dan di bawah perlindungan orang tua. Kelak akan tiba waktunya ketika kita harus hidup mandiri dengan keluarga kita sendiri. Perjalanan ini sebenarnya bukan hanya untuk tujuan senang-senang saja, tapi sebagai latihan kemandirian. Bagaimana kita menghadapi kesulitan selama perjalanan, bagaimana kita bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar untuk mendapat informasi yang tepat, bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan yang asing. Hampir sama lah dengan merantau.

Dan backpacker ini memberi pelajaran bagi kita, bahwa hidup tidak selalu mulus sekali jalan. Terkadang kita harus melalui jalan yang sulit dan berliku untuk mencapai suatu tujuan.

Kembali ke cara mendapat ijin dari orang tua. Jika orang tuamu adalah jenis orang tua yang sulit memberikan ijin, kamu harus mempunyai trik dalam meminta ijin. Untungnya irang tua saya sudah memahami hobi saya sejak SMA, jadi mereka memberi ijin dengan mudah asalkan tujuan jelas dan tidak membahayakan. Trik yang sering saya gunakan ketika akan pergi kemah saat SMA adalah dengan meminta ijin ketika akan berangkat, bukan jauh hari. Namun untuk perjalanan jarak jauh, sebaiknya ijin didapat jauh-jauh hari sebelumnya.

  • Jadilah Simple tapi lengkap

Hal yang sulit dilaukan cewek adalah poin ini. Biasanya barang bawaan cewek selalu banyak sehingga tampak ribet. Ketika packing, eliminasi barang-barang yang sekiranya tidak begitu dibutuhkan. Masukkan hanya barang-barang yangbenar-benar dibutuhkan. Alat mandi misalnya, tidak perlu membawa lulur, conditioner, pelembap rambut, maskara, atau apapun itu sejenisnya karena saya juga tidak hafal. Masukkan yang penting-penting saja sepeti sabun, sikat gigi, handuk, dll.

Sebaiknya, alat-alat yang digunakan adalah yang berukuran mini dan tidak terlalu berlebihan. Misalnya saja hanya pergi seminggu, hindari untuk membawa shampo 200 ml karena shampo sachet pun cukup.Untuk barang-barang lain seperti baju, alat sholat, makanan bawalah secukupnya. Karena jika terlali banyak, maka kamu sendiri yang akan kerepotan dan memerlalmbat moving.

Satu hal yang masih teringat di benak saya adalah sms dari teman saya yang berbunyi “NO KULKAS” artinya kita boleh membawa camilan. Tapi makanan yang sekiranya dapat dibeli di perjalanan dengan harga terjangkau sebaiknya tidak usah dibawa. Misalnya saja Aqua 1 liter, sekarang sudah banyak Indom*rt atau alfama*t sehingga air minum dengan harga wajar dapat dengan mudah kitsa dapatkan.

Untuk dokumentasi, manurut saya lebih baik menggunakan pocket kamera karena lebih ringkas dan tidak beresiko dalam membawanya

  • Don’t worry just enjoy it

Hal yang membuat kita enggan unutk backpacker adalah ketika membayangkan kesulitan selama di perjalanan. Tas yang berat, punggung yang pegal karena terlalu lama duduk, kulit yang terbakar karena sengatan matahari. Just enjoy it! Perjalanan kita akan meyenangkan bila kita menikmatinya. Misalnya saja selama naik kereta kami naik kereta ekonomi selama hampir 16 jam. Tapi kita tetap enjoy, bercanda di perjalanan, dan mengobrol dengan orang-orang baru. Bahkan terkadang masalah yang ada malah membuat kita lebih kompak dan akrab.

Kalaupun terpaksa harus tidur di terminal, stasiun atau masjid, jalani saja. Selama kita menjaga diri dan barang bawaan kita dengan baik, aman kok^^ Ingat, perjuangan adalah kebahagiaan!

  • Carilah tepat makan yang murah dan berkualitas

Bagi para backpacker, adalah suatu hal yang harus dihindari jika ongkos habis untuk makan saja. Kan nggak lucu kalau ongkos perjalanan yang sangat jauh hanya sebesar 50 ribu tapi makan di KFC 3x sehari dan uang yang dikeluarkan melebihi ongkos jalan.

Tempat makan itu tidak hanya McD, KFC, solaria atau tempat makan lain di mall dan restaurant. Cobalah makan di warung-warung sederhana dan lesehan. Biasanya lesehan-lesehan di sekitar rumah sakit menyediakan pilihan beragam dengan harga yang cukup terjangkau.

Mungkin sebagian orang enggan makan di lesehan pinggir jalan dengan alasan kebersihan dan kesehatan. Tapi coba deh, enak kok. Lagian makan di lesehan tidak akan membuatmu mati secepat jika kamu makan makanan junkfood di rumah makan fastfood.

Tapi saat hendak makan lesehan, kita harus pandai-pandai memilih. Jangan sampai misalnya asal memilih lesehan padahal di sampingnya adalah pusat pembuangan sampah yang penuh lalat. Beresiko!

  • Jangan satukan benda-benda berharga

Ini dia yang juga perlu untuk diingat. Biasanya orangmenginginkan sesuatu yang simpel sehingga sering menyatukan barang-barang berharga seperti dompet, uang, kamera, dan handphone di satu tempat. Alasannya agar tidaksusah mencarinya.

Namun hal itu sebaiknya dihindari. Mengapa? Karena misalkan hal paling buruk terjadi, kita tidak akan kehilangan semua benda berharga kita. Si pencopet hanya akanmendapat salah satu saja atau tidak sama sekali.

  • Pintar lah bersosialisasi

Selama di perjalanan, janganlah menutup diri dengan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar menyediakan informasi berharga yang kita butuhkan jika kita mau menggalinya. Mengobrol dengan orang asing yang kebetulan duduk di samping kita pun sebenarnya merupakan aset yang bagus untuk mendapatkan informasi. Dari obrolan-obrolan ringan, kita dapat mendapat informasi seperti tempat wisata yang menarik, tempat makan yang murah, dan tips-tips menghadapi lingkungan sekitar. Bahkanmengobrol dengan calo yang galak sekalipun. Namun kita tetap harus berhati-hati agar jangan terlalu mudah terbius kebaikan orang lain yang ternyata memiliki niat jahat.

  • Bawalah uang secukupnya, tidak perlu banyak-banyak

Buatlah pagu anggaran dan bawalah uang dalam jumlah itu. Pagu anggaran enjaga agar pengeluaran kita tidak terlalu berlebihan sehingga pengeluaran membengkak. Selain itu membawa uang dalam jumlah secukupnya juga dapat mengurangi resiko seperti dirampok atau dicopet.  Tidak usah takut kehabisan uang di jalan dan harus hidup seperti gelandangan, sekarang ATM ada dimana-mana bung! Jadi ketika uang benar-benar habis, tinggal pergi ke ATM saja


  • Ketika Peta tidak berguna, gunakan GPS


Nah itu dia tadi tips-tips umum bagi kamu yang ingin backpacker. Khususnya u ntuk cewek karena cowok biasanya lebih simple (dan saya bukan cowok). Sebaiknya juga menggunakan tas ransel karena lebih ergonomis dan mudah dibawa, hindari menggunakan tas jinjing atau tas pinggang apalagi koper. 

5 komentar:

ArifinNurHidayat mengatakan...

asek-asek yang habis liburan ke Bali. Oleh2 nya ? -..-

Yas Marina mengatakan...

Hehe..nice info.

Muamaroh Husnantiya mengatakan...

makasih ^^

kharis mengatakan...

Perfect, I'm ready to go. Makasi buanyak atas tipsnya

Inda S Aprilly mengatakan...

Add ym dong sist
ym: indaaprilly
Thx

Rencana mau backpacker ke Bali nih butuh info

Poskan Komentar

Tulis kritik, saran, ato komentar sesuka kamu^^