Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Kamis, 04 Juli 2013

Rekomendasi Peliharaan untuk Anak Kost

Kamis, 04 Juli 2013
Sering merasa jenuh di kos? Atau merasa kesepian?

Hidup seorang diri di kamar kos tanah rantau terkadang dapat melahirkan rasa sunyi dalam jiwa seseorang. Kala sedang seorang diri di kamar kos dan tidak ada siapa pun, pasti seringkali terbayang hangatnya suasana rumah. Ayah dan Ibu yang selalu ada untuk menyayangi, kakak atau adik yang jahil tapi bikin kangen, atau Nenek yang bermata teduh.

Kala kesepian melanda, kita butuh teman untuk mengisi kembali kebahagiaan hidup yang terkikis rasa sepi. Kalau teman-teman kuliah kita tidak sibuk, sekadar makan atau jalan-jalan bersama pun dapat memberikan rasa bahagian tersendiri. Tapi jika teman-teman kita mempunyai kegiatan masing-masing?

Nah... Kita butuh sesuatu sebagai pelampiasan dari rasa sepi itu. Sebagai makhluk sosial, manusia sebenarnya tidak hanya dapat bergaul dengan sesama manusia. Manusia juga dapat bergaul dengan makhluk hidup yang lain, salah satunya hewan. Jadi, bagi kamu yang sering merasa kesepian di kos, memelihara hewan dapat menciptakan kesenangan juga sebagai sarana menyalurkan hobi. Sambil iseng-iseng jika hewan yang dipelihara sukses beranak pinak, bisa juga dijadikan sebagai bisnis :D

Lantas, apa saja hewan yang dapat dijadikan sebagai rekan di kamar kos? Ini dia beberapa peliharaan yang cocok untuk  anak kos.
Klik untuk membaca lanjutannya

22 komentar

Minggu, 02 Juni 2013

Kiat Beorganisasi, Rasa Nyaman dalam Kekeluargaan

Minggu, 02 Juni 2013
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan, bertemakan komunitas ideal.

Mungkin bagi sebagian besar orang, organisasi adalah suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama. Mungkin, bagi sebagian yang lain, organisasi adalah wahana untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan diri. Namun bagi saya, organisasi memiliki makna lebih dari itu.

Sejak SD saya suka mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah. Berbagai macam klub saya ikuti. Mulai dari klub menjahit, klub tae kwon do, hingga klub berenang. Menginjak SMP, saya juga mulai senang berorganisasi. Saya masuk tim mading, tim buletin sekolah, English Speaking Club, dan aktif mengikuti kegiatan Pramuka hingga event-event eksternal. Saya juga menjadi pengurus inti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan pengurus inti Rohis. Apa yang saya cari dari organisasi sebanyak itu? Teman, pengalaman, dan pengetahuan.

Menginjak SMA, saya juga aktif di beberapa organisasi. Saya menjadi pengurus MPK (Majelis Perwakilah Kelas), PMR (Palang Merah Remaja), dan Dewan Ambalan (Pengurus Pramuka). Pada masa SMA itulah, saya menemukan apa yang saya cari dari sebuah organisasi. Pengembangan diri, pengalaman yang berjibun, teman seambreg, pengetahuan keorganisasian yang semakin handal, itu hal yang biasa dari sebuah organisasi. Lantas apa yang saya cari?
Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

Sabtu, 01 Juni 2013

Simeut, Kemana Engkau Pergi?

Sabtu, 01 Juni 2013
sumber foto: http://www.kidnesia.com

“Fa... Ameng yu, urang ngadu simeut!”*

“Fa... Ngala kersen yuu...”**

Seruan-seruan itu masih jelas terngiang di benak saya. Ya, meski belasan tahun telah berlalu sejak masa itu, kenangan manis semasa kecil di Kota Cimahi tak akan pernah pudar dari benak ini. Kenangan tentang masa itu adalah kenangan yang terasa gegap gempita meski saat itu belum ada  penerangan kota yang besarnya ribuan megawatt. Bukan fasilitas modern  yang membuat kenangan masa kecil itu terasa sangat gemerlap, namun keceriaan kala bermain bersama kawan-kawan.

Dulu, masih banyak tanah lapang di Kota Cimahi. Kami biasa menggunakan tanah lapang itu untuk bermain apa saja. Bermain lompat tali, bermain galah, kelereng, mencari simeut alias belalang, masak-masakan, atau bermain cublek-cublek suweng. Tentu saja, yang paling seru adalah mencari simeut dan kemudian mengadunya. Saya dan teman-teman akan bersorak menyoraki simeut yang dijagokan. Puas bermain, jika rasa lapar menggigit perut, kami pun berlarian memburu Amang-amang penjual jajanan khas sunda.  Mulai cimol, cilok, basreng, cireng, ataupun siomay bisa kami babat habis semua.

Sayang, seiring perkembangan Kota Cimahi, semakin sedikit tanah lapang yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Tanah-tanah lapang itu telah berubah menjadi swalayan atau komplek perumahan. Di satu sisi, KotaCimahi semakin berkembang dan maju. Namun, di sisi lain, anak-anak Cimahi kehilangan lahan bermainnya.


"Sang Simeut"
sumber foto: http://su.wikipedia.org/wiki/Simeut
Kini, lapangan hijau temat kami bermain— yang juga menjadi rumah tinggal simeut—semakin berkurang. Pun simeut yang dulu biasa kami adu. Kemana mereka pergi? Ah, rupanya karena ruang hidup mereka semakin menipis mereka memutuskan untuk pergi entah kemana. Bukan tidak mungkin, kelak anak cucu tak lagi mengenal simeut

****

Pernah berkunjung ke Kota Cimahi?
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Kamis, 30 Mei 2013

Mereka Ada di Mana-Mana

Kamis, 30 Mei 2013

Pukul tiga lebih sepuluh menit. Gadis di hadapanku masih terdiam membisu, bibirnya bergerak-gerak kaku seperti orang gagu. Sepertinya ia hendak mengatakan sesuatu. Namun segala yang ingin diucapkannya tak juga keluar, bibirnya enggan mematuhi titah sanubarinya. Bumi menghormati gadis itu, ia pun berhenti berputar. Awan-awan dan beburungan yang sedari tadi meramaikan suasana taman kini tiba-tiba saja menghilang. Kata angin, kekalutan gadis itu membuat mereka enggan mengepak mengangkasa.

Si Gadis yang Sedang Menunggu
sumber: mwwallpaper.com
Pukul tiga lebih tiga puluh menit. Gadis anggun yang duduk di bangku taman itu masih terdiam membisu. Rona merah yang tadi menghiasi pipinya berubah memuda dan kian memudar. Masih hening. Rupanya sedari tadi bumi masih terdiam mengikuti gadis itu. Keheningan yang memilukan sum-sum tulang, hanya ada desah tertahan.

Pukul tiga lebih empat puluh lima menit. Gadis itu masih terdiam membisu bak orang gagu. Kini tangannya bergerak-gerak kecil mengusir bulir-bulir kegelisahan yang beterbangan menghampiri. Tak ada suara meski berulang kali ia kusapa. Hanya matanya yang berusaha mengucap sebuah kata, entah apa.

Pukul empat, sudah satu jam. Taman kota masih menyenandungkan elegi kesunyian. Sepertinya bumi masih enggan berputar. Ah, tanpa kusangka anak sungai  membajiri pipi pualam gadis itu.

“Hei, kamu kenapa?” tanyaku spontan, tidak sabar dengan ketidakacuhan dan kediamannya. “ada yang bisa kubantu? Maaf, bukan bermaksud ikut campur, tapi turasa kekalutan tak pantas menjadikan auramu kelabu. Kau tahu, Tuhan tidak pernah menciptakan masalah tanpa jalan keluar,”

Tiba-tiba gadis itu menoleh. Perlahan. Masih dengan bola mata yang gemerlap basah karena basuhan air mata. “Aku berjanji untuk bertemu kekasihku di Taman Kota Sebelah. Tapi aku tersesat dan akhirnya tiba di taman kota ini. Aku telah menunggu berjam-jam hingga mentari yang tadinya tepat di ubun-ubun berpindah ke sebelah Barat. Namun ia tak kunjung datang menemuiku.” cerita gadis itu panjang lebar.

“Lantas mengapa tak kau beri tahu kekasihmu itu untuk menemuimu di taman ini?”

Pulsaku habis. Aku belum mengenal kota ini hingga ke sudut-sudutnya. Aku tak bisa menghubungi kekasihku.”

Dan tiba-tiba bumi memutuskan untuk kembali berotasi. Pepohonan dan bangku taman terlihat miring. “Gubrak!” Aku terjatuh. Tak tahukah gadis itu? Aku adalah seorang penjual pulsa.
Klik untuk membaca lanjutannya

3 komentar

OGB: Kualitas Tetap Memukau, Harga Lebih Terjangkau

Saat ini taraf kesehatan masyarakat Indonesia masih rendah. Hal tersebut dinyatakan oleh James Riandy, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) Indonesia bidang pendidikan dan kesehatan sebagaimana dilansir dari laman Republika Online (29/05/13).


Fasilitas Kesehatan Masih Mahal?
 Fasilitas kesehatan super canggih memang telah tersedia di beberapa rumah sakit besar di Indonesia. Namun karena biaya yang mahal, fasilitas tersebut hanya dapat diakses oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Realita tersebut membuktikan bahwa terjadi kesenjangan status kesehatan antartingkat sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Apakah kesehatan hanya menjadi hak masyarakat yang memiliki status sosial ekonomi menegah ke atas? Padahal masih banyak penduduk miskin di Indoneisa. Pada tahun 2012 jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 29,13 juta jiwa.

Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Hal tersebut termaktub dalam pasal 28H serta pasal 34 ayat (3) yang berbunyi, “negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana amanat konstitusi adalah melalui  program OGB yang diluncurkan pada tahun 1989.

Program OGB atau Obat Generik Berlogo adalah salah satu program Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indoneisa melalui jaminan ketersediaan obat berkualitas dan harga terjangkau bagi masyarakat. Regulasi menegnai OGB lebih lanjut ditungkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan NO. HK.0301/Menkes/146/I/2010 yang memuat harga obat generik terbaru.

Namun sayang, OGB yang dicanangkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat malah kerap dipandang sebelah mata. Karena harganya yang lebih murah beberapa kali lipat dibanding obat bermerk, OGB kerap dianggap sebagai obat yang kurang manjur. Bahkan, beberapa kalangan masyarakat menganggap bahwa OGB diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu.

Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 25 Mei 2013

Semua Berawal Dari Blog

Sabtu, 25 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Bagi saya, blog telah menjelma bagai seorang kawan dekat. Ia adalah wadah untuk menumpahkan segalanya. Mulai jurnal, hingga post abstrak yang sebenarnya berisi curahan hati. Kepada blog juga saya berbagi ketika merasa masalah saya terlalu riskan bila dibagikan kepada orang lain. Dari blog saya tidak hanya mendapatkan kelegaan, tetapi saya juga mendapatkan pengalaman dan rejeki.

Jika dalam lirik lagu Cinta Sejati yang dinyanyikan oleh BCL “cinta kita melukisakan sejarah”, maka bagi saya, blog ini lah yang melukiskan sejarah saya. Blog ini bagaikan sebuah halaman kecil yang memuat sejarah saya.

Kali pertama saya membuat blog adalah masa-masa awal booming-nya Raditya Dika. Kira-kira semasa duduk di kelas X SMA, ya, masa-masa ketika saya masih labil mencari jati diri. Waktu itu, saya tidak mengenal Raditya Dika, juga bukan fans beratnya. Namun salah satu teman saya adalah fans beratnya, dan dari dia lah awal mula dunia perbloggingan saya dimulai.
Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Sabtu, 18 Mei 2013

Bahtera, Tak Selamanya Berlayar Sempurna

Sabtu, 18 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam, yang bertema "Dua Sisi"

Kemarin, sembari makan dan mengobrol di warung bakso bersama teman-teman sekelas, saya membaca sebuah berita. Isinya tentang masalah keluarga seorang aktris wanita yang juga merupakan anggota DPR berinisial perbulan ia hanya diberi 20 juta, sedang 20 juta sisanya untuk keperluan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Miris? Iya. Hanya karena uang kecantikan, bahtera rumah tangga yang telah mereka bangun selama 17 tahun mudah saja luluh lantak seketika. Sayang, bukan karena badai topan tetapi hanya karena masalah sepele: uang kecantikan.

Semudah itukah?
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Jumat, 17 Mei 2013

Ketidakpastian Dalam Kepastian

Jumat, 17 Mei 2013

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam dengan tema dua sisi.

Dalam setiap detil aspek kehidupan, semua orang pasti menginginkan kepastian. Siapa mau terus menerus dirundung kegelisahan, kebingungan, dan tanda tanya karena ketidakpastian? Siapa mau, terus menerus menerung dalam kemelut memikirkan probabilitas yang akan terjadi diantara berjuta kemungkinan? Siapa yang mau, berlama-lama diam tak dapat melakukan hal lain karena dirundung ketidak pastian?

Dalam pekerjaan misalnya, tidak ada yang mau berlama-lama digantung status pegawai tetapnya oleh perusahaan. Semua orang pasti menginginkan kepastian status pegawai secepat mungkin. Apalagi jika pengabdian yang dilakukan sudah bertahun-tahun. Dalam berpacaran misalnya, tidak ada yang mau berlama-lama digantung hubungannya oleh seseorang. Semua orang pasti menginginkan kepastian akan sebuah hubungan, apalagi jika sudah lama PDKT namun tak kunjung jadian, atau sudah lama pacaran namun tak kunjung melangkah ke pelaminan.
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar