Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.
Bagi saya, blog telah menjelma bagai seorang kawan dekat. Ia adalah wadah untuk menumpahkan segalanya. Mulai jurnal, hingga post abstrak yang sebenarnya berisi curahan hati. Kepada blog juga saya berbagi ketika merasa masalah saya terlalu riskan bila dibagikan kepada orang lain. Dari blog saya tidak hanya mendapatkan kelegaan, tetapi saya juga mendapatkan pengalaman dan rejeki.
Bagi saya, blog telah menjelma bagai seorang kawan dekat. Ia adalah wadah untuk menumpahkan segalanya. Mulai jurnal, hingga post abstrak yang sebenarnya berisi curahan hati. Kepada blog juga saya berbagi ketika merasa masalah saya terlalu riskan bila dibagikan kepada orang lain. Dari blog saya tidak hanya mendapatkan kelegaan, tetapi saya juga mendapatkan pengalaman dan rejeki.
Jika dalam lirik lagu Cinta Sejati
yang dinyanyikan oleh BCL “cinta kita melukisakan sejarah”, maka bagi saya,
blog ini lah yang melukiskan sejarah saya. Blog ini bagaikan sebuah halaman
kecil yang memuat sejarah saya.
Kali pertama saya membuat blog
adalah masa-masa awal booming-nya Raditya Dika.
Kira-kira semasa duduk di kelas X SMA, ya, masa-masa ketika saya masih labil
mencari jati diri. Waktu itu, saya tidak mengenal Raditya Dika, juga bukan fans
beratnya. Namun salah satu teman saya adalah fans beratnya, dan dari dia lah
awal mula dunia perbloggingan saya dimulai.
Klik untuk membaca lanjutannya


