Sample Text

Life is like a ferris wheel. Sometimes growin up to the sky, sometimes fallin to the ground. But no matter what happened, its always interesting to be enjoyed. Because life is never ending adventure

Minggu, 15 April 2012

Algoritma dan Flowchart, contoh kasus: USM STAN

Minggu, 15 April 2012
Mungkin sebagian dari kita sering mendengar kata Algoritma. Begitu mendengar algoritma mungkin akan membayangkan hal-hal seram dalam matematika seperti kalkulus. Tenang saja, Algoritma tidak sememusingkan kalkulus walaupun ia juga bagian dari matematika. Apa itu Algoritma? Apapula itu yang disebut dengan Flowchart?

Klik untuk membaca lanjutannya

4 komentar

Minggu, 08 April 2012

Tentang 1G, 2G, 3G, 4G, GSM dan CDMA

Minggu, 08 April 2012


“Eh handphone baru? Apa spesifikasinya?”
“Ini 3G. Udah HSDPA juga.. kameranya 5 MP, wifi, memory up to 16 GB”
“Wah, keren ya! Kenapa nggak beli yang CDMA aja? Biar murah kalo mau telepon-teleponan”
“Enggak ah. HP CDMA variasinya nggak banyak. Enakan GSM”

 ******

Dari sepenggal percakapan di atas mungkin pembaca bertanya-tanya, apasih perbedaan antara GSM dan CDMA? Apa itu GPRS, EDGE, HSDPA, HSUPA? Apa yang dimaksud dengan 1G, 2G, 3G, 4G?

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering menjumpai istilah-istilah tersebut, bahkan mungkin sudah sangat akrab. Kita dapat membedakan dengan mudah antara provider GSM dan CDMA. Misalnya saja IM3, XL, As adalah kartu yang trmasuk golongan GSM, sedang Flexi atau Fren termasuk CDMA.  Kita juga dapat membedakan keunggulan handphone atau modem yang sudah suport 3G dan yang belum suport 3G. Tapi sebenarnya apasih maksud dari istilah-istilah tersebut?

Mari kita bahas satu per satu... ^^
Klik untuk membaca lanjutannya

10 komentar

Sabtu, 07 April 2012

Wireless Connection : Perbedaan Bluetooth dan Wi-FI

Sabtu, 07 April 2012
kebutuhan komunikasi yang tinggi
 Kebutuhan akan komunikasi yang intens di era dengan tingkat mobilitas tinggi ini membuat teknologi nirkabel atau wireless sangat dibutuhkan. Seiring perkembangan zaman, media transfer data berupa kabel atau optik dirasa kurang praktis dan kini media wireless menduduki posisi nomor wakhid karena tingkat mobilitas dan kepraktisannya yang tidak diragukan lagi. Tidak perlu kabel, tidak perlu biaya yang mahal untuk instalasi jaringan, dan dapat digunakan walaupun hanya dengan berbekal peripheral yang simpel semisal Handphone, PDA, bluetooth receiver, dsb. Yang paling penting, tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi data dapat dilakukan dimana saja. Penggunaan media wireless sebagai sarana komunikasi dan tukar data telah membawa perubahan yang signifikan terhadap keakuratan dan kecepatan penerimaan data.

Media wireless yang ada hingga saat ini antara lain infrared, bluetooth, dan wifi. Dalam pembahasan kali ini saya hanya akan membahas khusus mengenai perbedaan  bluetooth dan wifi saja. Apasih bluetooth itu? Apasih yang dimaksud dengan wi-fi? Namun sebelum kita membahas mengenai perbedaannya, mari kita membahas mengenai penjelasan ringkasnya terlebih dahulu. Ini dia pengertiannya..
Klik untuk membaca lanjutannya

2 komentar

Senin, 05 Maret 2012

Tips backpacker wisata

Senin, 05 Maret 2012
Sekitar seminggu yang lalu saya dan teman-teman pergi ke Bali untuk mengsi waktu liburan. Acara tersebut kami beri nama “Secondary Goes to Bali” walaupun hanya beberapa orang saja dari kelas kami yang ikut. Kami pergi ke sana tidak menggunakan bus wisata atau pesawat sekali jalan, namun dengan ngeteng (naik angkutan umum yang satu kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum yang lain).

Keuntungan dari backpacker dengan cara ngeteng ini adalah kita dapat menikmati perjalanan dengan mengenal daerah-daerah transit dan hemat biaya. Biaya perjalanan kami dari Jogja ke Denpasar Bali hanya 66 ribu rupiah, murah bukan? Memang sih, membutuhkan waktu yang lebih panjang. Selain itu kita juga bebas menentukan waktu dan tujuan wisata karena tidak terikat jadwal.

Cewek biasanya ribet. Dari pengalaman saya, kalau pergi wisata biasanya cewek membawa barang bawaan yang lebih heboh dibanding cowok. Alhasil tas yang dibawa pun sampai sebesar koper padahal yang cowok hanya sebesar tan ransel atau tas ukuran sedang untuk bepergian. Dan seperti kata teman saya, cewek itu selalu membawa koper dan kulkas.

Ini dia tips bagi kamu-kamu yang ingin berwisata dengan cara backpacker,
Klik untuk membaca lanjutannya

5 komentar

Kamis, 17 November 2011

Hasil Jepretan Toycam Underwater (Aquapix)

Kamis, 17 November 2011

"I can't see you" at Bantul, Yogyakarta
Di postingan sebelumnya saya telah membahas jenis-jenis toycam. Nah, toycam pertama yang saya miliki adalah jenis yang underwater. Mengapa saya memilih jenis ini? karena jujur saya sangat tertarik akan keeksotisan alam bahari. Setiap liburan dan pulang kampung, pasti saya akan menyempatkan diri untuk bermain ke pantai.

Niatnya saya membeli kamera ini agar bisa mengabadikan momen di dalam air. Yah.., walaupun faktanya jarang digunakan karena saya jarang pulang kampung dan disini juga jauh dari pantai.

Ini dia hasil jepretan pertama saya. Nggak bagus-bagus banget sih.. kabanyakan malah overeksposure. Kalau menurut analisa saya, karena saya salah menggunakan jenis film. Jenis kamera ini kan kamera underwater, makannya menggunakan film dengan ISO tinggi mengungat di dalam iar lebih pekat. Masalahnya adalah saya tidak memotret di dalam air sama sekali. Dan jeng jeng.. inilah hasilnya (diambil kira-kira setelah erupsi Merapi di tahun 2011 saat liburan semseter 1 )

Klik untuk membaca lanjutannya

16 komentar

Tentang Toycam


Entah mengapa akhir-akhir ini saya jadi terobsesi sama toycam lagi. Seperti tahun kemarin ketika masih semester 1. Saya penasaran banget setelah diceritakan oleh salah satu teman bahwa dia berencana membeli Octopus. Setelah itu saya langsung browsing-browsing dan mencari tahu toycam itu apa. Dan jeng jeng.. akhirnya saya membeli sebuah Aquapix.

Sebenarnya apa sih toycam ini? Apa itu Aquapix, jelly camera, underwater toycam, disderi, dan jelly lens.
Klik untuk membaca lanjutannya

8 komentar

Minggu, 13 Maret 2011

Kisah 17 dan 18

Minggu, 13 Maret 2011
Mangunan - Kepompong Adventure SMA 1 BAntul

17!
Tujuh belas..

Menjadi tujuh belas
menjadi bergelora
menjadi anai di tanah lika liku api hidup yang membara

Menjadi tujuh belas,
menjadi ambisi
ada impian di setiap pelupuk

Namun semua itu tak abadi
seumpama kapuk lapuk seiring waktu merajut, menepuk
atau memang dorman asa yang menanti akan air dan pupuk

Menjadi tujuh belas
hanya manis asam yang kan tersisa
karena kini kita berjalan menuju delapan belas

18!
Delapan belas!

finding the rute for Kepompong Adventure


Klik untuk membaca lanjutannya

0 komentar

Minggu, 16 Januari 2011

Tips Membuat Film Indie: Hal-Hal yang Harus Dihindari

Minggu, 16 Januari 2011
Dapat membuat film yang bagus dan berkualitas adalah impian bagi setiap penggemar film (walaupun nggak semuanya sih..). Untuk memproduksi film dengan budget besar seperti Harry Potter, Lord of the Ring, atau Spiderman mungkin masih merupakan impian di awang-awang. Namun saat ini kita bisa berlatih dengan membuat fim dokumenter atau film indie.

Apa sih sebenarnya yang dibutuhkan untuk membuat film yang bagus? Mungkin hal pertama yang ada di pikiran kita adalah “tentu saja kamera yang bagus, tanpa kamera yang bagus, tidak akan tercipta film yang bagus”. Sebenarnya kamera yang bagus bukalah syarat mutlak yang diperlukan untuk membuat sebuah film yang bagus. Walaupun kita mempunyai kamera yang super duper bagus, 100 mega pixel misalnya, tapi kalau dari unsur ceritanya miskin, maka hasilnya juga akan menyedihkan.

Saat ini saya tidak akan membahas hal-hal yang berat seperti pencahayaan, balance, kontras, atau apapun itu. Saat ini saya hanya akan membahas hal-hal sederhana yang berkaitan dengan cerita sebagai unsur utama sebuah film. Ini dia hal-hal yang harus dihindari saat membuat film indie:


1. Bad Opening (Opening yang buruk)
Opening adalah umpan yang menggoda penonton untuk tetap menonton film dari awal sampai akhir. Opening yangbagus dan menggoda akan memancing penonton untuk terus mengikuti film yang kita buat. Jika diibaratkan buku, opening adalah cover. Memang ada pepatah yang mengatakan, “Dont judge a book by its cover”. Namun faktanya, hal yang pertama kali dilihat orang saat membeli buku yang tidak ia ketahui sama sekali isinya adalah covernya. Jika orang melihat dua buku yang sama-sama tidak kita ketahui isinya, mana yang akan cenderung dipilih orang? Tentu saja yang covernya eye catching.

Begitu juga dengan film, opening yang bagus akan membangun mood penonton untuk terus menonton film sampai akhir. Apa gunanya jika kita memiliki film dengan cerita yang super keren tapi peningnya jelek banget? Tentu saja penonton akan malas melanjutkan. Paling prah langsung dimatiin, paling ringan cuma di skip-skip.

2. Bad theme (Tema yang pasaran)

Dalam membuat film, tema adalah unsur utama yang harus diperhatikan. Tema apa saja yang layak difilm kan? Bagaimana memilih tema yang menarik.

Cinta adalah tema yang menarik, khususnya bagi para remaja dan yang beranjak dewasa. Karena cinta dekat dengan kehiduan sehari-hari. Tapi hati-hati jika kita memutuskan untuk membuat film tentang cinta. Film tentang cinta dapat dengan mudah menjadi sebuah film sampah. Mengapa? Banyak sinetron menggunakan tema ini. Alurnya standar dan mudah ditebak, bahkan terkadangcenderung berlebihan dan lebay. Ceritanya pasaran: rebutan cowok, rebutan cewek, balas dendam dan harta. So, jika kamu memutuskan untuk membuat film yang bertemakan cinta, kamu harus mengemas film itu sekreatif mungkin.

Cerita yang bisa menarik penonton untuk terus mengikuti film (biasanya) adalah cerita dimana si tokoh utama mengalami progress atau kemajuan. Misalnya saja seperti Sena dalam Eyeshield 21. Awalnya ia tidak berbakat dalam American Football, hanya bisa berlari cepat. Tapi ama kelamaan bakatnya berkembang dan ia bisa menjadi MVP.

Contoh film dengan cerita baru adalah Inception, Atau francise seperti Harry Potter, Star wars, Terminator, Toy Story dan Ice Age. Contoh film Indonesia adalah Ayat ayat cinta yang akhirnya banyak film dan sinetron sejenis yang mengekor.

3. Lack of charcter (Miskin karakter)

Dalam sebuah film, bukan hanya tokoh utama saja yang harus mempunyai karakter yang kuat. Tokoh-tokoh endukung lain pun harus memiliki karakter yang kuat. Mengapa? Karena jika tidak meiliki karakter yang kuat, sesering apapun ia muncul, ia hanya akan menjadi semacam nyamuk yang lewat.

Salah satu anime yang memiliki karakter penokohan yang kuat adalah eyeshield21. Hiruma: kapten yang licik, bisa memeras orang dan mendapatkan apapun yang dibutuhkannya. Kurita: raksasa yang lembut dan baik hati tapi memiliki keinginan yang kuat. Mizumachi: bodoh dan suka bertindak sembarangan. Shin: kuat, perfect, pekerja keras, tapi tidak bisa menggunakan teknologi.

4. Lack of interest point
Sebuah film akan memiliki nilai plus jika film itu mempunyai “sesuatu yang menarik”. Biasanya sih dari sisi humornya. Tapi film yang bagus nggak harus selalu film lucu yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal sampai sakit perut. Hal-hal lain yang akan menarik penonton misalnya: kemampuan tokoh utama yang hebat. Contohnya si tokoh utama adalah seorang hacker yang bisa masuk ke sistem mana saja, ia seorang pemain sepak bola yang badannya sangat lentur dan keseimbangannya tinggi, atau seorang yang mempunyai bakat alamai untuk bermain musik.

5. Bad time Plotting (Pembagian waktu yang buruk)
Pembagian waktu yang terlalu lama untuk suatu adegan(yang sebetulnya agak membosankan) akan menghilangkan feel dari film itu. Misalnya saja adengan dimana si cowok marah-marah ke ceweknya dan si cewek menagis-nangis sampai guling-guling di jalan selama 15 menit. Boring kan?

Begitu juga sebaliknya, adegannya menarik, tapi malah diberi porsi yang terlalu singkat. Itu dia yang bikin penonton jadi illfeel. Nah, untuk menentukan apakah adegan itu adegan yang menarik atau bukan, kita harus mengumpamakan diri kita menjadi penonton atau orang lain. Lihatlah dari sudut pandang penonton, alih-alih produser.

6. Dialog yang kaku

Dialog yang bagus akan membuat jalan cerita mudah dipahami dan cerita akan mengalir alami. Dialog yang kaku akan membuat ide cerita sebagus apapun tidak akan bermanfaat dengan dialog yang tidak mengalir. Contoh dialog film yang bagus adalah Ice Ages, The Dark Knigt serta The prestige. Contoh dialog yang kaku dan jelek adalah The last Air bender serta hampir semua film dan sinetron indonesia.
Saya kasih contoh salah satu dialog sinetron indonesia yang bener bener jelek
Plot: Seorang cewek yang di ganggu dan digodain cowok di kampus, terus ci cewek lapor ke dosen :
Cewe mahasiswa:” Pak, si A nih gangguin terus”,
Dosen Ke Si A :” kamu itu A, kalau kamu masih seperti ini, Saya suruh orang tuamu kesini!”
Dialog paling konyol sepanjang sejarah, nih sepertinyanya si penulis dialog udah kebiasan menulis sinetron SMA terus disuruh menulis dialog adegan di Kuliah. Crap, really crap!!!


Nah itu dia tadi hal-hal yang harus dihindari saat membuat film. Dalam membuat film, nggak mungkin sekali coba langsung sukses. Jadi kita harus mencoba berkali-kali. Selain itu juga diperlukan kerjasama antara pembuat cerita dan sutradara. Why? Karena pembuat cerita biasanya lebih mengetahui detail-detail tentang penceritaan dan sutradara mengetahui tentang teknis-teknis pembuatan film.
Klik untuk membaca lanjutannya

8 komentar